WpMag

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Desember 2015

HUJAN

 HUJAN


Hujan jatuh ke bumi
Terserap oleh tanah
Mengalir dalam hukum alam
               
  Meyatu, berjalan, hilang

  Kembali dalam sebuah keabadian

Jumat, 23 Oktober 2015

MALAM

 MALAM

Malam- malam sunyi
Sepi menari
Gerak mengisi
Raga jiwa lenyap
Berterbangan seperti kapas
Berhamburan tak karuan
Terkoyak –koyak
Terpelanting
Hancur lebur
                Menyatu menuju satu



Minggu, 16 Agustus 2015

RINDU ITU....

 RINDU ITU....

Rindu itu ketika doa-doa yang kita rapalkan menguntai kelangit dalam frekuensi sama

Rindu itu, ketika air yang mengalir dali hulu, menikung tajam dikelokan, menghujam deras di bebatuan dan ia akan menemukan samudra kesabaran

Rindu itu, ketika jarak dan waktu memisahkan namun tetap bertegur sapa dalam setiap rapalan doa yang dipanjatkan

Rindu itu, sumber air yang memancar di panasnya padang pasir.


Dalam setiap waktu, dalam sudut tempat yang berbeda rindu selalu hadir sebagai lagu yang terus memainkan ritme kehidupan.

Jumat, 07 November 2014

CUKUP

CUKUP


Cukup, hentikan langkahmu
Cukup, menghadaplah padaku
Gelak tawamu
Sumringah bibirmu
Namun….
Namun sembab matamu
Gugup hatimu
Takut…
Cukup, datanglah padaku
Cukup, duduklah didepanku
Tangisan sesal
Rontaan maaf
Terlalu sering ku dengar
Cukup, duduklah
Dengarkan aku
Bersihkan kopiahmu
Pakailah dengan merunduk malu

Tulungagung, 7 November 2014


Selasa, 29 April 2014

ADA

ADA

Aku berdiri di ujung  perbatasan…
Selangkah, dua langkah telah berada pada dimensi lain…..
 Tiga langkah aku telah hiilang dan tak tersisa lagi…
Aku telah hadir kembali….
Dalam tautan waktu berbeda…
Dalam negeri lain…
Seperti pengembara…
Tak pernah diam…
Diam telah menjadi kawan selama berabad-abad….
Dalam suatu ruang….
Ditambah suara tak karuan…
Aku masih diam…
Diam….
Kini hilang….
Tak tersisa….
Hanya satu kata….
Ada…..


Minggu, 12 Mei 2013

BIARKAN MEREKA


BIARKAN MEREKA

Waktu hadir di setiap langkah kita
Mengantarkan dalam rajutan asa
Biarkan anjing menggong-gong
Biarkan burung berkicau ria
 Biarkan ayam dan para penghuni alam bersuara
Ku ingin kita tetap berjalan
Tak usah risaukan yang ada
Tak usah pikirkan yang mereka kata
Hidup bukan untuk mendengarkan suara pedas dari mereka
Hidup untuk menjalani setiap waktu yang diberikan Tuhan
Jika suara serak mereka menusuk tajam
Menyayat kulit kita
Menghancurkan denyut jantung kita
Mari kita lawan dengan cara diam dari kata
Dan berjalan untuk berbuat

Sabtu, 16 Maret 2013

IA DILUPAKAN IA TERLUPAKAN

IA DILUPAKAN IA TERLUPAKAN

Aku tertegun melihatnya bersama sebuah gelas plastik
tenggorokanku kering, mataku mulai sembab
butiran-butiran air ini tak kuasa melihatnya
berlari diantara kendaraan yang terparkir di belakang lampu merah
sesekali tangannya melambai diluar pintu mobil
tangannya adalah sebuah harapan
suaranya adalah mesin-mesin penarik rupiah dari para dermawan

resah melangkah kakinya yang mulai ngapal oleh aspal jalanan
mengeras bagaikan batu ungkal
bajunya lusuh karena satu minggu, satu bulan, bahkan satu tahun tak ganti
tangannya kotor oleh debu jalanan
ia dilupakan....ia terlupakan oleh zaman

Jumat, 04 Januari 2013

BERJUANG


 BERJUANG

Langit murung tak bersahabat
Tetes embun belum juga beranjak pulang
Hanya suara burung yang terus berkicau
Melantunkan lagu perjuangan

Engkau yang ada di sana
Tetaplah terjaga dalam jalan ini
Istiqomah adalah lebih baik dari seribu karomah

Engkau yang berjuang di sana
Tetaplah dalam jalan-jalan yang terjal ini
Bukan dunia bukan juga keindahannya
Bukan pula kebahagiaan
Kemuliaan adalah salah satu tujuan

Engkau yang berada di sana
Tetaplah berjalan walau badai tak kunjung reda
Walau angin tak kunjung hilang
Walau kabut tak kunjung pulang
Berjuang lah....

KAU HIDUP


 KAU HIDUP


Kau hidup....
Hidup dalam diriku....
Diri yang kotor...
Kotor penuh dengan goresan..
Goresan tinta hitam....
Kau hidup...
Hidup dalam jiwaku...
Jiwa yang hilang...
Hilang ditelan kehidupan...
Kau hidup...
Hidup dalam hatiku...
Hati yang penuh cinta...
Cinta sejati....

Minggu, 04 November 2012

REFLEKSI MALAM

REFLEKSI MALAM


Dalam malam-malam yang selalu datang dengan kesendirian
dalam kegelapan ditemani suara hewan malam
dalam ruang yang sempit dengan segala tekanan
dalam ketakutan, ketegangan, ketidak nyamanan
sejenak coba melepaskan semua beban
tinggalkan segala rutinitas harian
menghirup udara kedamaian 
dalam dekap malam yang semakin mencengkeram
kutuliskan sebuah sajak sebagai penenang
untuk menghirup udara  kedamaian
membersihkan hati yang gersang
untuk mendekat kepada Sang pencipta malam
sejenak tunduk kan kepala
rasakan semua yang ada
dunia hanyalah sementara
akhirat adalah segalanya
mari kita mencoba membersihkan hati
dari segala sifat iri dengki
dari nafsu birahi yang selalu mencurigai
untuk lepas dan meninggalkan kehidupan duniawi
hiruplah dan hiruplah udara pagi ini
udara yang dipenuhi dengan mebun-embun pagi
hiruplah-hiruplah
segala bentuk damai yang menyertai
ingin kutuliskan semua
mengenai manusia dan angkara murka
agar aku dan kau menyadarinya
bahwa hidup penuh dengan cobaan belaka
sudah, dan mari kita terbang melayang
menembus batas nirwana
menyatu dengan alam dan jagad raya
terbang bebas setinggi angkasa


Minggu, 07 Oktober 2012

SUARAMU......



SUARAMU...... 

Suaramu mengalun lembut disela jendela kamarku….
Merdu nan indah menyejukkan kalbu…..
Hingga ku terlupa…terlena…
Dan ku mati kutu dihadapanmu…..
Kucoba mendekat….dan mendekat…..
Meresapi rangkaian alunan nada itu….
Sejuk dikala pagi menyingsing…
Menyambut manusia akan hidup yang berarti….
Sejuk suaramu menemani hariku yang sepi….
Dan ku tau engkau juga merasakan hal yang sama….
Ku coba untuk menyelami arti alunan lagu melodimu...
Memahami, meresapinya….
Dan ku tak bisa…
Tak bisa….
Tak bisa….


Minggu, 16 September 2012

KATA


 KATA

Kata…..telah menjelma menjadi makna….
Menampilkan isi hati manusia….
Mengobrak-abrik perasaan jiwa…..
Merangsuk masuk kedalam kalbu….
Mencoba menggugah manusia…
Dari lupa dan terlena…..
Kata….mengalir deras…
Disela-sela perjuangan yang tak kunjung tuntas….
Disudut jalan yang terlintas….
Di tembok-tembok yang tadas….
Coba menbaca kondisi manusia…..
Kata…engkau sungguh kuat perkasa…..
Membanting manusia…
Terpelanting dari singga sana…..
Kini….kau mulai lemah dan tak berdaya…..
Engkau telah dibungkam kuat oleh penguasa…
Hakmu dirampas…dikoyak….sampai kau terpelanting sendiri…
Kini kau mulai kehilangan makna…
Kau kehilangan daya….
Namun jangan…jangan menyerah oleh penguasa….
Rebahkanlah dengan keindahanmu….
Merangsuklah kembali disanubari yang mulai sepi ini
Yogyakarta, 9 September 2012

KATA


 KATA

Kata…..telah menjelma menjadi makna….
Menampilkan isi hati manusia….
Mengobrak-abrik perasaan jiwa…..
Merangsuk masuk kedalam kalbu….
Mencoba menggugah manusia…
Dari lupa dan terlena…..
Kata….mengalir deras…
Disela-sela perjuangan yang tak kunjung tuntas….
Disudut jalan yang terlintas….
Di tembok-tembok yang tadas….
Coba menbaca kondisi manusia…..
Kata…engkau sungguh kuat perkasa…..
Membanting manusia…
Terpelanting dari singga sana…..
Kini….kau mulai lemah dan tak berdaya…..
Engkau telah dibungkam kuat oleh penguasa…
Hakmu dirampas…dikoyak….sampai kau terpelanting sendiri…
Kini kau mulai kehilangan makna…
Kau kehilangan daya….
Namun jangan…jangan menyerah oleh penguasa….
Rebahkanlah dengan keindahanmu….
Merangsuklah kembali disanubari yang mulai sepi ini
Yogyakarta, 9 September 2012

Selasa, 24 Juli 2012

DINGINNYA KEHIDUPAN


DINGINNYA KEHIDUPAN


Dingin mencengkram….
Malam datang….
Menyambut dengan garang….
Menusuk tulang belulang…
Perih…pedih…
Denyut jantung berdebaran….
Kaku tubuh bergelempangan….
Disudut jalan, emperan toko
Penghias malam….
Bertahan mesti hilang semua asa…
Berjuang mesti takdir tak kunjung datang…
Lunglai tulang belulang…
Dibalut daging yang kering kerontang…
Tersayat dingin malam….
Menahan…menahan…malam….
mati atau hidup adalah pilihan….
Ditengah gersangnya kehidupan…
Bertahan atau tenggelam dala pilihan…
Dan akhirnya hanya mencoba menahan…..
Menahan…..malam

KAN KU SAMBUT RAMADHAN



KAN KU SAMBUT RAMADHAN


KAN KU JAGA KAU SAMPAI AKHIR NANTI…
MELEWATI SETIAP TANGGA INI….
MENEMBUS SETIAP GELAP YANG MENGHADANG…
WALAUPUN TUBUHKU MULAI RAPUH TERMAKAN….
KAN KU PELUK ENGKAU NANTI…
KETIKA SENJA DATANG….
DUNIA MULAI PETANG….
DAN SUARA ADZAN BERKUMANDANG….
OH PANAS SIANG TAK JADI HALANGAN….
DINGIN MALAM TAK KAN JADI BEBAN….
GELAP MALAM BUKANLAH PENGHALANG…..
BERSINARLAH….BERSINARLAH….
DINGIN PAGI YANG DATANG KAN KU SAMBUT DENGAN SUKA CITA….
PANAS SIANG YANG MENYALA KU SAMBUT DENGAN SENYUM GEMBIRA…
KARNA KU TAHU INILAH WAKTU ITU…
WAKTU…
WAKTU…DIMANA TUHAN BERSAMA HAMBA-HAMBANYA…
HAMBA YANG KHUSUK DENGAN IBADAHNYA….
HAMBA YANG BERMUNAJAT SETIAP GELAP GULITA….

Jumat, 20 Juli 2012

JALAN MASIH PANJANG


JALAN MASIH PANJANG



Jalan kita masih panjang…
Penuh liku dan berlubang…
Tikungan siap menghadang…
Gelap malam siap menelan…
Membutakan jalan kedamaian….
Ku tak mau jalan kita gelap tanpa cahaya….
Hilang tanpa arah tujuan…
Bersinarlah….engkau ku tunggu…
Untuk menemani setiap langkah waktu…
Menembus asa …                 
Merangkai cita….
Demi perubahan yang kita damba….

Sampai Akhir Nanti


Sampai Akhir Nanti 


Dalam setiap waktu ku kan ada di duniamu
Merasuk lekat erat bersamamu
Dalam setiap hembusan nafasmu
Mengalir disela-sela aliran darahmu
Ku kan menjelma jadi rohmu
Menegakkan setiap jalan tubuhmu
Kukan bawa kau berlari dan berlari
Menembus pagi yang mulai dingin sedari tadi
Jangan kau jangan halangi ku disini
Untuk menemanimu sampai akhir nanti
Subang, 20 Juli 2012

Minggu, 15 Juli 2012

MENATAP KEHIDUPAN



MENATAP KEHIDUPAN
Aku menatap siang…..
Ditengah terpaan mentari yang tak pernah padam...
Cahyanya menghantam tanah…
Memukul dunia...
Fatamorgana terlihat melambai-lamabi di ujung jalan….
Menyapa manusia yang terengah-engah dengan kehidupan…
Lunglai tulang belulang dibalut daging...
Matang tersengat…terpanggang siang....
Wajah lusuh menghadap kehidupan….
Tak kunjung jua ada perubahan….
Pahit sungguh pahit…..
Hanya doa demi doa dapat dipanjatkan…
Iktiar adalah salah satu jalan….
Tuhanlah yang menentukan….
Subang 15 Juli 2012

Kamis, 12 Juli 2012

RANGKAIAN KATA DI PAGI HARI

RANGKAIAN KATA DI PAGI HARI


Rengkuh pagi 
disambut nyanyian burung kenari
alunan lagunya mendayu-dayu
perlahan tapi pelan
terasa merasuk kalbu
memasuki labirin-labirin sanubari

deru kendaraan menghiasi jalan
bus kota, motor, bahkan ontel sekalipun
di seberang jalan manusia bergelut 
menyambut kerasnya takdir
bercucur keringat demi sebuah harapan

nan jauh disana,
dibalik gedung bertingkat
orang-orang masih saja urun rembug
entah apa itu isinya
hanya berkoar-koar dibalik dinginnya AC

aku diam dalam sepi....
melihat...merintih.....meradang.....
terus diam....
menahan rasa ini....
apalah arti aku....
tak memiliki kontribusi....
namun.....
biarlah
rangkaian kata ini menghiasi....
sudut-sudut dunia maya ini.....
agar orang tahu dan aku pun menjadi mengerti....
akan sebuah perubahan yang berarti....

SUBANG, 13 JULI 2012

Minggu, 08 Juli 2012

SEBUAH HARAPAN


SEBUAH HARAPAN

Menerobos dinginnya malam….
Menembus batas petang
Gelap…gelap…tak terlihat
Butir-butir cahaya berterbangan
Diatas bumi yang kering kerontang….
Masih ada harapan….
Masih ada….
Untuk hari esok…..

Lelah melawan semua…
Perih menahan
Luka sayat teriris ….
Pedih…perih,,,,,.
Ah……
Tapi……