WpMag

Rabu, 04 Mei 2011

Teknik budidaya ikan Guppy

Guppy awalnya hidup di rawa air payau. Ikan ini berkembang biak dengan cara beranak sehingga pemijahannya tergolong mudah. Induk jantan mempunyai warna yang cerah, tubuh yang ramping, sirip punggung yang lebih panjang, mempunyai gondopodium (berupa tonjolan memanjang di belakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal berupa sirip panjang. Untuk indukan betina mempunyai tubuh gemuk, warna yang kurang cerah, sirip punggung kecil, sirip perut berupa sirip yang halus.

Selain warna, bentuk dasar ekor ikan guppy juga bervariasi. Guppy dibagi berdasarkan bentuk ekornya yaitu wide tail (ekor lebar), sword tail (ekor panjang), dan short tail (ekor pendek). Tiap varietas mempunyai 4 macam bentuk ekor. Varietas terbaru yaitu Ribbon/Swallow. Ini merupakan varietas baru dari berbagai persilangan menyebabkan mutasi gen merupakan hasil dari kawin silang dari berbagai jenis ikan ini.

Guppy berkembang biak dengan cara beranak. Anak guppy yang baru lahir sudah langsung dapat berenang dengan baik. Hal ini terjadi karena proses pembuahan guppy secara internal yaitu perkawinan terjadi pada saat organ gondopodium yang terletak pada sirip anal dimasukkan ke dalam organ telur betina.

Guppy jantan yang akan mengejar betina siap kawin. Setiap kali perkawinan dapat dijadikan 3 kali kelahiran. Waktu kelahiran berkisar 3 minggu dan seekor betina dapat menghasilkan 60 ekor burayak.

Dengan memahami proses pembuahan sampai dengan kelahiran ikan guppy maka perlu dipakai suatu metode agar perkawinan guppy dengan mudah dapat diatur dan dikendalikan sesuai dengan keinginan kita. Kelemahan dari pembudidayaan guppy adalah ketidaktelitian terutama yang menggunakan sistem kawin masal. Teknik yang digunakan dalam menghasilkan strain guppy yang unggul dalam dengan menghasilkan F4 atau biasa juga disebut dengan sistem line.

Untuk mencari guppy yang bagus biasanya dapat dicari dengan betina yang mempunyai bentuk ekor yang bagus. Sedangkan untuk jantan biasanya dicari warna yang paling cerah juga dominan. Untuk guppy Ribbon, betina Ribbon sangat dominan, sedangkan untuk jantan tetap jantan normal, sehingga untuk mendapatkan guppy Ribbon jantan yang bagus masih diperlukan jantan normal. Sehingga untuk guppy ini bisa dijual per trio.

Cara Mengatasi Penyakit

PENYAKIT yang umum menimpa guppy adalah jamur. Perlu dipahami jamur tumbuh dengan cara yang berbeda dari bakteri. Jamur tumbuh dengan spora dan selalu tumbuh dengan kondisi tertentu. Mereka berkembang mempunyai siklus tertentu berupa spora kemudian berubah menjadi organisme yang disebut miselium.

Jamur ini dapat berkembang biak sangat cepat, berbentuk seperti benang/ulir dan membentuk jaringan-jaringan seperti lapisan yang tipis. Sedangkan bakteri yang biasa menyerang guppy adalah mycobacterium piscium, juga beberapa penyebab lainnya.

Perlu diperhatikan untuk melakukan pengobatan secara efektif harus melakukan diagnosa yang akurat, sehingga dapat mengatasi penyakit yang timbul. Penyakit yang umum menyerang ikan guppy adalah :

a. Saprolegnia.

Ciri-ciri ikan yang terserang adalah bercak-bercak putih pada kulit ikan. Perawatannya teteskan alkohol metapen dalam tempat sebanyak 2 tetes dalam satu galon air/4 1,12) liter air. Langkah selanjutnya berikan garam dan biarkan beberapa saat.

Berikan hydrogen peroksida untuk membunuh bakteri yang melekat pada jaring ikan selama 15 sampai 30 detik. Atau bisa juga digunakan malachite green atau methyline blue atau acriflavin sebagai disinfektan. Cara perawatan ikan yang terkena infeksi bakteri sebaiknya diberi tambahan ruang sebelum mengobati.

b. Penyakit Bengkak atau Bloat

Ikan tampak gelisah, badan tampak lebih besar karena kembung. Ini disebabkan karena peradangan usus ikan. Isolasi ikan yang terkena, lalu masukkan ke dalam satu galon air yang telah dibubuhi 2 sendok penuh garam Inggris. Biarkan selama 4 atau 6 jam, kemudian tambahkan air selama 12 jam. Setelah sembuh dapat dikembalikan ke tempat asal.

c. Jamur Mulut

Ciri ikan yang terkena jamur mulut mudah dilihat dari warna putih yang terletak di depan mulutnya. Jamur putih tersebut merupakan koloni sangat besar yang menempel pada mulut ikan, sehingga menutup mulut ikan sampai tidak bisa bernapas dan makan dapat menyebabkan ikan mati. Pengobatan menggunakan aureomycin 25 mg untuk 1 galon air tambahkan 1 tetes obat merah dan metopen 2 tetes.

d. Penyakit Insang

Ciri ikan yang terkena peradangan insang biasanya disebabkan oleh organisme virus. Ciri pada penyakit ini insang membuka, malas makan dan selalu di atas permukaan air. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa bakteri dan jamur dan paling sulit untuk diatasi.

Ciri ikan ini jika mati insangnya tampak memerah dan membusuk lebih cepat dari badannya. Beberapa cara yang sudah berhasil dilakukan adalah dengan memberikan metapen mercurochrome direndam beberapa saat secara bersamaan kemudian lakukan perawatan dengan menggunakan air garam dan memberikan tempat yang lebih besar dan luas.

e. Penyakit Kembung

Ciri-ciri ikan yang terkena peradangan perut antara lain ikan tampak sulit berenang ke dasar. Cara mengatasinya berikan 1 sendok teh garam Inggris tiap 1/2 liter air, dan rendam ikan selama 3 sampai 4 jam, kemudian pindahkan ikan ke dalam tempat yang ketinggian airnya 3 kali tinggi badan ikan. Masih ada beberapa penyakit yang sudah umum diketahui, misalnya kutu atau jarum.

Article dari: Sri Mulyadi, Ir Wantoro, www.suaramerdeka.com
 

PEMBENIHAN IKAN HIAS BLACK GHOST

PEMBENIHAN IKAN HIAS BLACK GHOST  

 
I.          PENDAHULUAN
Ikan Black Ghost ( Afteronotus albifrons, Linneaus ) merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai peluang bisnis yang potensial. Ikan jenis ini belum banyak dikenal oleh masyarakat tetapi saat ini beberapa pengusaha ikan hias memproduksi benih sebagai komoditas lokal maupun ekspor.
" Black Ghost " berasal dari sungai Amazon, Amerika Selatan merupakan ikan pendamai, yang ukurannya dapat mencapai 50 cm, tubuhnya memanjang dan pipih dengan warna tubuh hitam. Ikan ini digolongkan kedalam ikan pisau (Knifefishes), karena secara keseluruhan bentuk tubuhnya menyerupai pisau melebar dari bagian kepala dan badan kemudian melancip dibagian perut.
Persyaratan kualitas air media yang dikehendaki ikan Black Ghost yaitu ' Soft ' ( lunak ) dan cenderung asam, walaupun demikian ' Black Ghost ' relatif dapat hidup pada kondisi air yang bervariasi. Black Ghost juga memilih makanan jenis tertentu, dapat memakan pakan kering, beku maupun makanan hidup, walaupun demikian lebih suka jika diberi pakan cacing rambut.
 
II. KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA
Sarana dan bahan yang diperlukan untuk memproduksi ikan " Black Ghost " adalah :
1. Wadah pemeliharaan & perlengkapan
~ Akuarium ukuran ( 40 x 40 x 80 ) cm sebagai tempat pemeliharaan induk dan sekaligus tempat pemijahan dilengkapi dengan tempat penempelan telur berupa baki plastik yang diisi dengan batu, atau batang pohon pakis.
~ Akuarium ukuran ( 60 x 40 x 40 ) cm sebagai tempat penetasan telur.
~ Instalasi aerasi berupa blower, selang aerasi dan batu aerasi.
~ Peralatan lain seperti selang untuk mengganti air, soope net dan alat-alat pembersih akuarium (sikat,dll)
2. Pakan
~ 'Blood worm' yang digunakan sebagai pakan induk.
~ Cacing rambut yang digunakan sebagai pakan ikan mulai umur + 2 minggu sampai dewasa.
~ Artemia, yang digunakan untuk pakan larva.
 
III. Kegiatan Operasional
1. Pembenihan
Kegiatan pembenihan meliputi pemeliharaan induk dan calon induk, pemijahan serta perawatan larva.
1.1. Pemeliharaan Induk
Perbedaan jantan dan betina ikan dewasa terutama dapat dilihat dari panjang dagunya (jarak antara ujung mulut dengan tutup insang). Pada ikan jantan, dagunya relatif lebih panjang dibandingkan dengan ikan betina. Ikan jantan relatif lebih langsing dibandingkan dengan ikan betina yang mempunyai bentuk perut yang gendut. Pada induk jantan dewasa, terdapat cairan putih (sperma) apabila diurut bagian perutnya. Induk Black Ghost dapat matang telur setelah berumur sekitar satu tahun dengan panjang + 15 cm.
Induk betina dan jantan dipelihara dalam satu wadah berupa akuarium berukuran ( 80 x 40 x 50 ) cm, yang dilengkapi dengan instalasi aerasi dengan pakan berupa 'Blood Warm' yang diberikan dengan frekuensi 3 kali/hari secara (ad libitum).
Pergantian air harus dilakukan setiap hari untuk membuang kotoran-kotoran yang terdapat di dasar akuarium dan menjaga kualitas media pemeliharaan.
1.2. Pemijahan
Pemijahan dilakukan secara masal di dalam akuarium yang sekaligus sebagai tempat pemeliharaan induk. Perbandingan induk betina dan jantan adalah 2 : 1. Pada wadah pemijahan tersebut, ditempatkan baki plastik berukuran ( 30x20x7 )cm yang diisi dengan batu sebagai tempat penempelan telur dan pada bagian tengah baki ditutup dengan baki berlubang (20x15x10) cm untuk melindungi telur dari pemangsaan induknya sendiri. Untuk akuarium ukuran (80 x 60 x 50 ) cm dapat dipelihara 10 ekor induk betina dan paling sedikit 5 ekor jantan.
Lingkungan tempat pemeliharaan dan pemijahan ikan Black Ghost biasanya dibuat relatif gelap, dan ikan ini memijah pada malam hari. Menjelang terbit matahari, tempat penempelan telur berupa baki harus segera diambil dan dipindahkan ke tempat penetasan, untuk menghindari pemangsaan telur tersebut oleh induknya. Telur yang dipanen dari baki pemijahan + 200 butir/hari.
1.3. Penetasan telur dan perawatan larva
Penetasan telur dilakukan di akuarium, dan akan menetas pada hari ketiga. Makanan berupa naupli artemia mulai diberikan pada hari ke-10 setelah penetasan dan selanjutnya diberi cacing rambut secara ad libitum.
1.4. Pendederan dan Pembesaran
Kegiatan pendederan dilakukan setelah larva dapat memakan cacing rambut, yaitu + berumur 2 minggu, sampai ikan mencapai ukuran + 1 inchi dengan lama pemeliharaan 1 - 15 bulan sedangkan kegiatan pembesaran ikan Black Ghost dilakukan untuk mencapai ukuran komersial, yaitu 2-3 inchi. Wadah yang digunakan dapat berupa akuarium atau bak dengan padat tebar 2 - 5 ekor / l. Pakan yang diberikan selama pemeliharaan adalah cacing rambut secara ad libitum. Ikan Black Ghost dengan ukuran 2 inchi dapat dicapai dalam waktu dua bulan. Sedangkan ukuran 3 inchi dapat dicapai dengan menambah waktu pemeliharaan selama tiga minggu. Penyiphonan untuk membuang kotoran harus dilakukan setiap hari agar kualitas media tetap terjaga.

 sumber : http://bbat-sukabumi.tripod.com/blackghost.html

Selasa, 03 Mei 2011

Mengusut Pesut di Air Selasih

Mengusut Pesut di Air Selasih

Kawanan pesut sering kali muncul pada saat air konda, yakni kondisi antara pasang dan surut. Pada kondisi itu permukaan air cukup tenang dan dalam sehingga pesut bebas bermain dan bermanuver.


SY\HIRSvah terkesima menyaksikan seka-wanan pesut (Orcaella brevirostris) tiba-tiba muncul dari permukaan air. la nyaris tidak percaya dengan atraksi yang baru disaksikan-nya dari atas sebuah bagan tersebut. .

Kawanan pesut ini terus bermanuver hingga mendekati dan beberapa kali mengitari bagan di perairan Selasih. Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Kalimantan Barat, tersebut. Adegan yong berlangsung sekitar 1 jam itu kemudian direkam Syahir melalui kamera di telepon selulernya.

Pria yang akrab disapa Jimmy ini sudah beberapa hari berada di Batu Ampar, tapi bukan untuk memantau populasi pesut. Ia bersama tiga rekannya tengah menyurvei kondisi mangrove di sekitar perairan tersebut.

 Pemantauan pesut tidak ada dalam agenda survei sehingga kemunculan mereka betul-betul menjadi kejutan bagi kami," ujar Koordinator komunikasi WWF-lndonesia Program Kalimantan Barat ini.

Kemunculan empat ekor pesut pada akhir pekan di penghujung April tersebut memang cukup mengejutkan. Sebab, selama ini belum pernah ada laporan mengenai habitat mamalia tersebut dr Kalimantan, Barat.

Rekaman Jimmy kemudian dikirim ke kantor WWF-lndonesia di Jakarta. Tujuannya. agar temuan itu bisa ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, mengingat pesut termasuk satwa langka dan dilindungi.

"Temuan ini sangat fenomenal karena spesies ini sudah tinggal sedikit di dunia," kata Koordinator Program Kawasan Perairan Tawar WWF-Indone-sia Tri Agung Rooswiadji.

Familier

Pesut sering juga disebut sebagai lumba-lumba air tawar. Perbedaan mencolok antara pesut dan lumba-lumba laut, selain habitat, terlihat pada bentuk kepala dan mulut. Pesut berkepala bulat dan memiliki moncong lebih pendek daripada lumba-lumba laut.

Habitat alam satwa ini di dunia sebelumnya dilaporkan hanya terdapat di Sungai Irra-wady dan Sungai Mekong di Indochina, serta Sungai Mahakam di Kalimantan Timur.

Populasi pesut di Sungai [irawady don Sungai Mekong dikabarkan sudah punah. Adapun habitat pesut di Kalimantan Timur semakin tergerus akibat eksploitasi alam dan pencemaran.

Survei terakhir yang dilakukan Yayasan Konservasi Rasi menyebutkan populasi pesut di Sungai Mahakam hanya sekitar S7 ekor pada 2Cfc)7. Kondisi itu mengakibatkan fauna tersebut dikategorikan sebagai satwa terancam punah.

Populasi pesut di sekitar perairan Selasih ternvata sudah lama diketahui nelayan setempat. Mereka bahkan sudah cukup akrab dengan pesut. kendati keberadaan mamalia tersebut selama ini belum pernah dipublikasikan.

"Kami biasa menyebutnya lumba-lumba idong (hidung) pesek. Mereka sering muncul lebih dari satu," kata Musju-ding, 4Z warga setempat.

Kawanan pesut sering kalimuncul pada saat air konda, yakni kondisi antara pasang dan surut. Pada kondisi itu permukaan air cukup tenang dan dalam sehingga pesut bebas bermain dan bermanuver. Selain itu, udang dan ikan kecil yang menjadi pakan mereka cukup berlimpah pada musim air konda.

Keberadaan pesut di Muara Padang Tikar ini relatif aman dari ancaman perburuan. Namun, warga beberapa kali menemukan satwa itu mari akibat tersabet baling-baling kapal. "Seingat saya, sudah ada dua yang mati gara-gara terkena kipas (baling-baling) kapal," ujar Musjuding.

Tergantung mangrove

Pesut memiliki peran penting dalam ekosistem air tawar. Mereka menjadi bagian utama dari rantai makanan dan salah satu indikator kualitas air. Penurunan populasi sehingga satwa ini terancam punah menjadi indikator bahwa habitat alam mereka telah tercemar.

Adapun kehidupan spesies ini sangat bergantung pada kondisi mangrove. Kawasan hutan pantai ini menjadi habitat dan tempat berkembang biak udang serta ikan kecil yang menjadi pakan pesut.

"Pemerintah setempat perlu memproteksi kawasan mangrove di sekitar perairan Selasih untuk menyelamatkan pesut dari ancaman kepunahan," tegas Tri.

Kondisi mangrove di Kecamatan Batu Ampar cukup mengkhawatirkan. Aktivitas pembabatan kayu untuk pem-buatan arang mengakibatkan beberapa lokasi di kawasan tersebut mengalami abrasi dan degrasi yang cukup serius.

Selain menjaga hutan mangrove, kawasan ini juga harus steril dari aktivitas lalu lintas kapal dan perahu bermesin. Di samping menimbulkan kebisingan dan polusi, keberadaan kapal dan perahu bermesin dapat mengancam keselamatan pesut.

Temuan awal populasi satwa langka di Kalimantan Barat ini masih harus ditindaklanjuti dengan berbagai survei dan penelitian. Di antaranya, survei identifikasi jenis dan jumlah serta sebaran populasi hingga tes genetika.

"Untuk membuktikan apakah itu pesut atau lumba-lumba perlu analisis DNA, seperti yang dilakukan terhadap pesut mahakam," jelas Danielle Kreb dari Yayasan Konservasi Rasi, Samarinda, pekan lalu.

Peneliti pesut dan lumba-lumba ini masih meragukan spesies yang ditemukan di Kalimantan Barat itu. la mengatakan satwa tersebut adalah salah satu jenis lumba-lumba laut yang bermigrasi ke muara.

"Jenis lumba-lumba ini dapat hidup di air payau sehingga bisa bermigrasi hingga ke muara," jelas Danielle.

Jenis lumba-lumba ini, lanjutnya, banyak dijumpai di beberapa kawasan pesisir dan muara di sepanjang Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Spesies tersebut hidup di perairan dangkal.

Terlepas dari kontroversi tersebut, upaya konservasi terhadap habitat alam mereka mendesak dilakukan. Sebab, pesut maupun lumba-lumba termasuk satwa langka dan dilindungi undang-undang. Jika tidak, kerusakan ekosistem akan semakin mempercepat kepunahan kedua spesies tersebut dari muka bumi.
 
 
Sumber : Media Indonesia 3 Mei 2011,hal. 9