WpMag

Selasa, 20 September 2011


Tips Alternatif Memelihara Ikan Cupang Di Dalam Bermacam-macam Wadah

Untuk media wadah ikan cupang bisa kita bisa kita gunakan bermacam-macam cara, yaitu :

1. Kolam Ikan,
Kolam ikan dapat di gunakan untuk menaruh anakan ikan cupang hingga ikan berumur sekitar kurang lebih 1,5 bulan, dalam hal ini ikan berarti masih di campur, yang tentu saja kita perlu extra pemberian makanannya agar ikan tidak berantem saling berebut makanan & merusak ke indahan ekor & tubuhnya.


2. Bak Mandi,
Ikan cupang Juga dapat di pelihara menggunakan media bak mandi yang seperti biasa kita pakai dirumah. memang sebenarnya kurang bagus kelihatannya, tapi tenang aja ikan cupang pasti tetap bisa hidup kok...ditempat sekecil itu, walau banyak teman-temannya di sana (maksudnya di campur). asalkan jangan terlalu banyak ya.. kira-kira saja untuk ikan ukurannya badannya masih di bawah S itu masih boleh saja kira-kira +/- 200 ekor muat di bak yang besar. ingat.. semua ikan cupang yang masih di campur harus di kasih makan yang cukup biar gak berantem, dan jangan lupa kasih penutup diatasnya seperti eceng gondok & semacamnya itu lebih baik.


3. Aquarium,
Aguarium juga sangat cocok di gunakan untuk media pembesaran cupang, ikan cupang jenis hias lebih terlihat bagus di dalam aquarium karena wadah aquarium yang cukup besar & membuat orang yang memandangnya dapat melihat lebih leluasa.




4. Toples,
Toples sangat bagus juga untuk ikan cupang, karena pada dasarnya ikan cupang adalah hewan yang penyendiri, dan sangat melindungi kekuasaannya, jadi sangat bagus tinggal di sana, juga penggunaan toples juga di peruntukan untuk melindungi ikan cupang dari rusaknya ekor & tubuh ikan, bisanya toples di gunakan untuk ikan ukuran besar sejak dari kisaran berukuran S sampai ukuran XL, yang paling penting toples membuat ikan cupang lebih exklusif apabila di taruh dalam toples yang unik & baik. Juga sangat bagus & menarik apabila kita berniat untuk menjualnya kembali.



5. Botol Aqua

Hanya Botol Aqua yang besarlah yang cocok untuk memelihara ikan cupang S- M-L-XL, ingat sebenarnya penggunaan botol aqua ini hanya bersifat sementara bila ikan yang kita punyai terlalu banyak. Dan ini adalah alternatif lain kalau sekiranya kita tidak mempunyai wadah seperti toples di tempat kita. oh..ya botol aqua bila kita kesusahan mengumpulkannya dalam jumlah yang banyak kita bisa pesan ke pemulung biasanya mereka banyak menjual botol aqua atau pun toples-toples yang masih lumayan bagus, hal ini banyak di gunakan oleh para peternak ya... hanya sebagai alternatif lain sebelum ikan di masukan ke dalam toples untuk di jual di pasaran.

Semoga Berguna untuk kita semua....





http://infoikancupang.blogspot.com/2009/11/tips-alternatif-memelihara-ika
sumber : 

Biolagi dalam Ikan Cupang


Biolagi dalam Ikan Cupang



Sistematika dan klasifikasi ikan cupang hias adalah sebagai berikut :
Filum : Chordata
Subfilum : Craeniata
Kelas : Osteichthyes
Subkelas : Actinopterygii
Super Ordo : Teleostei
Ordo : Percomorphoidei
Subordo : Anabantoidei
Famili : Anabantidae
Genus : Betta
Spesies : Betta Splendens
Asal : Thailand, Indonesia, Malaysia, kawasan Asia Tenggara, Asia Pasifik, sampai Afrika
Nama Inggris : Siemese Fighting Fish
Nama Lokal : Cupang Laga, Kalakatau (Kalimantan)
Ikan Cupang Hiup di daerah tropis, terutama di benuaAsia sampai Afrika. Habitat asalnya di daerah perairan dangkal dan berair jernih, seperti daerah persawahan hingga sungai yang bertemperatur 24-27 derajat celcius, dengan pH berkisar 6,2 – 7,5 serta tingkat kandungan mineral terlarut dalam air atau kesadahan (hardness) berkisar 5-12 dH. Pada umumnya cupang sanggup
hidup dan berkembang biak dengan baik pada kisaran pH 6,5 - 7,2 dan hardness berkisar 8,5 – 10dH.



           http://infoikancupang.blogspot.com/2009/11/biolagi-dalam-ikan-cupang.html
sumber : 

Sabtu, 10 September 2011

SABAR

 SABAR

Sungguh sangat bersyukur sekali aku punya teman yang baik-baik dan selalu mengerti keadaanku. Oh ya, sebelumnya tak afdhol jika belum tahu siapa aku sebenarnya. Aku dilairkan dengan nama Robin, disuatu kampung kecil bernama kalituri. Untuk lebih tepatnya aku lahir dikabupaten Tulungaung, Jawa Timur.
Kini aku sedang menuntut ilmu di kota yang kata banyak orang disebut kota pelajar. Ya, disinilah, di Jogja ini aku sedang menuntut ilmu. Di Jogja kini aku tinggal bersama kelima temanku yang sangat baik-baik dan selalu mengerti keadaanku. Walaupun terkadang mereka sering menjengkelkan, namun Alhamdulillah masih dapat dikontrol. Dari semua temenku gak ada yang neko-noko apalagi samapai memiliki kebiasaan extrime.
Hari-hariku dikampus maupun dikontrakan cukup menyenangkan namun aku lebih menyukai menghabiskan waktu dikontrakan bersama teman-teman satu kontrakan. Kontrakan yang baru ini cukup nyaman karena jauh dari bising lalu lalang kendaraan bermotor.
Hari ini, ada hal yang cukup menjengkelkan namun biasalah namanya persahabatan. Aku tak marah dan harus tetap sabar. Katanya sih Tuhan beserta orang-orang yang sabar. Mending aku sabr sehingga aku dapet deket dengan Tuhan.
Oh ya, gini ceritanya tadi pagi ia ngajak janjian mau jahitin sepatu yang lagi rusak di tukang jahit. Letaknya sih cukup jauh, dekat mirota kampus, katanya. Aku mengiyakan dan rencananya pukul 14.00 kita mau kesana. Namun apa yang terjadi ketika aku mengaaknya berangkat, eh malah ia asik berselancar di dunia imajinasinya yaitu dunia game. Aku apanggil ia,
“San jadi gak, ayo jahitin sepatu”
“Entar”jawab ia dengan nada enteng
Aku balik kekamar, tak lama berselang aku kekamarnya dan berkata
“Jadi gak,?”tanyaku
“Entar,”
ah, emosiku memuncak.....aku masuk kamar dan nikmatin musik di komputer......
akhirnya singkat kata kamipun gak jadi jahitin sepatu. Entah besok senin pakai sepatu apa, untuk kuliah, aku juga bingung, nyante ajalah....hidup kok dibikin susah.....