WpMag

Jumat, 07 November 2014

CUKUP

CUKUP


Cukup, hentikan langkahmu
Cukup, menghadaplah padaku
Gelak tawamu
Sumringah bibirmu
Namun….
Namun sembab matamu
Gugup hatimu
Takut…
Cukup, datanglah padaku
Cukup, duduklah didepanku
Tangisan sesal
Rontaan maaf
Terlalu sering ku dengar
Cukup, duduklah
Dengarkan aku
Bersihkan kopiahmu
Pakailah dengan merunduk malu

Tulungagung, 7 November 2014


PERAN PENTING MEDIA

PERAN PENTING MEDIA

http://anticlbk.blogspot.com/2011/12/peranan-media-massa-dalam-masyarakat.html


Media memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan manusia modern. Media dapat berfungsi sebagai alat untuk mengakses berbeagai berita yang tengah terjadi secara actual. Baik media cetak maupun elektronik memiliki nilai positif dan negative. Ada beberapa aspek negative yang ditimbulkan dengan adanhya media yang tak terkendali saat ini. Semua berita seolahh-olah menjadi sebuah fakta akan kebenarannya. Padahal jika ditelusuri lebihh dalam media sering kali memelintirkan fakta yang ada. Beberapa berita yang tengah hangat di siarkan terus menerus. Entah itu fakta yang didukung oleh berbagai bukti atau sering kali ditambahi “bumbu” agar berita terlihat “manis”.

Semakin tak terkendalinya media dalam memberitakan masalah terkini membuat masyarakat harus pandai-pandai dalam memilih dan menyaring setiap berita. Media saat ini disinyalir telah terkontaminasi dengan kepentingan para pemilik modal. Seolah berita bias dibuat asalkan ada uang yang menjadi penggeraknya. Kredibillitas media semakin dipertanyakan saat ini. Kita tahu bahwa ada berbagai media cetak maupun elektronik yang beritanya seringkali berseberangan. Contohnya media TV yang sering kali antara TV A dan TV B saling serang lawan atau bahkan melakukan pembelaan terhadap pemilik modal. Medi TV sangat berpengaruhh dalam  menggiring opini masyarakat. Akibatnya banyak masyarakat yang terpedaya oleh berita yang telah disiarkan.


Sudah saatnya masyarakat dewasa dalam mengambil sikap terhadap gencarnya media dalam menyiarkan berita. Bersikap cermat dalam memilih berita dan membandingkan dengan berita lain adalah salah satu cara agar masyarakat tidak diberdaya olehh media.

Selasa, 04 November 2014

TANTANGAN PETANI

TANTANGAN PETANI



Bertani adalah salah satu pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra. Berbeda dengan mereka yang duduk di ruang ber AC sambil menatap menitor. Berbeda pula dengan mereka yang berada dalam kendaraan sembari memainkan setir. Berbeda juga dengan mereka yang berada dalam ruang kelas sembari menuliskan soal dipapan kepada muridnya. Bertani membutuhkan nyali yang kuat. Harus berani tahan dari tempaan sinar matahari pagi sampai siang hari. Harus berani bergelut dengan lumpur ketika musim padi. Kehidupan yang keras membuat mereka semakin kuat dalam menghadapi hidup. Walaupun harus ditempa oleh panas siang dan dingin hujan namun semangat mereka tak kunjung padam. Al hasil, anak-anak mereka dapat hidup dengan layak, dapat mengecam pendidikan yang tinggi.

Saat ini bertani adalahh salah satu pekerjaan yang mulai ditinggalkan oleh kebanyakan orang. Musim yang tak menentu, konversi lahan pertanian menjadi bangunan dan rendahnya harga jual hasil pertanian menjadi penyebabnya. Pemanasan global menjadikan musim yang tak menentu dibelahhan dunia. Indonesia yang memiliki dua musim dengan rentang waktu enam bulan kini sulit diprediksi. Hal inilah menyulitkan petani untuk melakukan kegiatan pertanian. Mereka sulit menentukan kapan waktu tanam yang tepat. Kesalahan dalam menentukan waktu tanam akan berakibat fatal. Khususnya daerah Jawa lahan pertanian menjadi sempit, hal ini dipicu maraknya konversi lahan untuk digantikan bangunan. Beberapa lahan pertanian kini telah dibangun menjadi perumahan, pertokoan atau bahkan pasar modern. Sampai saat ini pemerintah kurang maksimal dalam melakukan penyerapan hasil pertanian lokal. Rendahnya daya saing produk lokal menjadikan harga hasil pertanian murah. Pemerintah lebih “asik” melakukan impor yang notabene merugikan petani. Dengan dalih harga impor lebih murah dan kualitasnya lebih bagus.

Kini petani dihadapakan pada pilihan sangat sulit. Disatu sisi lain mereka ingin hidup dengan hasil pertaniannya disisiyang berbeda banyak kendala yang harus dihadapi. Sudah saatnya pemerintah lebih berpihak pada kepentingan petani bukannya pada pemilik modal. Pemerintah harus melakukan terobosan guna menyerap hasil pertanian local. Tidak hanya itu pemerintahh diharapkan mampu memberikan pelatihan pada petani untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas pertanian. Petani tidak harus bertumpu pada kebijakan pemerintah yang belum tentu kapan sampainya. Sudah selayaknya petani terus giat bertani dengan mengedepankan pertanian yang ramah lingkungan sehingga dapat meningkatkan produktifitas. Penerapan organic farming dapat dilakukan dengan mengembalikan konsep pertanian konvensional dan mengombinasikannya dengan pertanian modern.

Sinergisitas antara pemerintah dan petani akan mampu memberikan manfaat yang besar khususnya bagi petani dan bagi masyarakat luas. Sinergisitas ini dapat dibangun dengan komunikasi yang baik antara pemerintah dan petani. Harapannya hasil pertanian akan meningkat dan kesejahteraan petani dapat terwujud.