WpMag

Rabu, 23 September 2015

CATATAN RELAWAN FBM 2015

CATATAN RELAWAN FBM 2015

Hari berikutnya target harus terpenuhi. Semua surat harus selesai tersampaikan dengan baik ke sekolahh-sekolah. Akupun memutuskan untuk mengajak salah satu temen. Sebenarnya dia ini gak tau Sendang, dan dengan cara ini aku bisa mengajak ia  untuk jalan-jalan ke Sendang. Akhirnya dia pun aku sindir “Dolanmu mek adoh endok”. Maksudnya jalan-jalanmu jauh telur yaitu makna sindirian dimana telur yang gak punya kaki aja bisa dikirim kemana-mana bahkan sampai luar pulau. Kamu yang punya kaki dan bisa naik kendaraan aja gak tau mana-mana.

Foto : Dokumen Pribadi
Surat pertaman adalah ke SMP 1 Karangrejo. Disana akupun ngajak ngobrol salah satu staf gurunya.
“Pak, kalau siswa sini biasanya ikut lomba menulis apa saja?” tanyaku

“Ya ikut, tapi menulis yang olimpiade (maksudnya karya tulis ilmiah)”

“Kalau lomba cerpen dan sebagainya”

“Kayaknya belum mas”

“Iya Pak, kebetulan ini memang yang pertama di Tulungagung”

Lanjut, surat aku sampaikan ke SMA 1 Karangrejo, SMP 2 Karangrejo dan SMP Kristen Sendang. Di SMP Kristen Sendang akupun ngajak ngobrol lagi ke beberapa staf TU. Kesimpulannya selama ini memang untuk lomba menulis khususnya cerpen, geguritan, cerkak memang jarang sekali ada dan bahkan mungkin ini yang pertama. Di SMP Sendang wajah-wajah staf Tu nya ramah. Aku pun dipersilahkan duduk dan mengisi daftar tamu yang telah di sodorkan. Mungkin SMP swasta, memang pelayanan yang nomer satu.

Foto : Dokumen Pribadi

Terakhir surat yang harus disampaikan adalah ke SD-SMP 1 Atap. Letaknya cukup jauh. Kira-kira dari kantor Kecamatan Sendang sekitar 7-8 kilometer. Namun karena ini adalah amanat yang harus aku sampaikan, akhirnya akupun sampai di SD-SMP 1 Atap. Dari sebelah sekolah aku bisa menyaksikan kota Tulungagung dari ketinggian. Terlihat rumah, pabrik, jalan raya, menghiasi kota Tulungagung. Ternyata Tulungagung memiliki panorama yang gak kalah indah bila dibandingkan kota lain. Lantas kenapa ini semua tidak digarap oleh pemerintah dengan serius?. Jika menilik Jogja, sebenarnya potensi Tulungagung gak kalah. Seperti contoh daerah hutan pinus Mangunan di Jogja. Hanya modal pohon pinus yang menjulang dan lingkungan yang bersih bisa jadi tempat wisata. Di daerah Kecamatan Sendang pun ada. Beberapa ruas jalan di penuhi pohon pinus yang menjulang dan rindang. Jika ini digarap serius dengan publikasi yang bagus mungkin bisa menjadi alternatif lain untuk wisata alam.

Selasa, 22 September 2015

CATATAN RELAWAN FBM 2015

CATATAN RELAWAN FBM 2015

Siang udara kota Tungagung cukup panas. Jika ditaksir suhunya sekitar 33 0C. Ada beberapa tugas yang harus diselesaikan hari ini. Pertama mengantar buku ke rumah temen dan kedua mengantarkan surat untuk Festifal Bonorowo Menulis 2015. Ada beberapa surat yang haru diantar ke sekolah-sekolah di Kecamatan Sendang dan Karangrejo. Kedua kecamatan tersebut bersebelahan jadi lebih mudah dan efisien nantinya dalam mengantarkan karena satu jalur.

Rencana awal untuk mengirimkan surat ke SMP 1 Karangrejo kemudian naik ke SMA 1 Karangrejo. Namun karena salah satu temen minta untuk dibawakan buku yang telah ia pesan akhirnya harus memutar arah ke SMP 2 Sendang terlebih dahulu. Akupun memutuskan untuk mengambil jalur berbeda dari rencana awal yaitu melewati desa Babadan, Bungur dan kedoyo. SMP 2 Sendang terletak di Desa Kedoyo. Desa kedoyo ini termasuk di daerah ketinggian sehingga view Tulungagung dapat dinikmati di daerah tersebut.

Setelah mengantarkan surat dari SMP 2 akhirnya aku pun mengantarkan pesananan buku di salah satu teman. Perjalanan berlanjut untuk mengantarkan surat ke beberapa SMP di Sendang. Apa boleh buat, waktu terasa sangat cepat. Sehingga akupun hanya dapat menyelesaikan 2 surat. Jauh dari target awal dimana akan aku selesaikan semua surat ini ke sekolah-sekolah. Ternyata aku menyadari bahwa, aku bukanlah kurir surat yang handal. Patut menjadi catatan bahwasanya, memprediksi masa depan tidak lah dengan kata-kata dan rencana. Namun dengan tindakan nyata.


Rencana awal gumamku hatiku “apalah, surat tak ada 10, paling sehari selesai”. Tapi ada beberapa kendala yang tak dapat aku prediksi. Dan pada titik ini, aku merasakan bahwasanya manusia hanya dapat merencanakan, namun Tuhanlah yang menentukan.

Bersambung.....

Jumat, 18 September 2015

BAB 2. KONFLIK SOSIAL

BAB 2. KONFLIK SOSIAL

Keterangan : kehidupan masyarakat desa

Masyarakat desa merupakan salah satu komunitas  yang menggambarkan kehidupan masyarakat yang ideal. Budaya yang masih dijunjung tinggi, kearifan lokal yang masih mengakar, sampai hal-hal sepele yang dapat dengan mudah kita jumpai. Kemajuan zaman mengantarkan masyarakat desa pada sebuah pilihan yang berat. Tuntutan ekonomi menjadi landasan dasar masyarakat untuk hijrah ke kota. Banyak kita jumpai masyarakat yang melakukan urbanisasi ke kota dengan  tujuan untuk merubah nasib. 

Keterangan : kehidupan masyarakat kota

Kota merupakan salah satu tempat tujuan untuk urbanisasi. Urbanisasi yang besar akan menimbulkan berbagai permasalahan. Banyaknya orang dari berbagai latar belakang datang dengan tujuan masing-masing ke kota. Akibatnya terjadilah berbagai permasalahan yang timbul seperti rasa acuh antar warga, kesenjangan sosial, kesadaraan dalam bermasyarakat, keamanan kampung sampai pengangguran bahkan tingkat kriminalitas tinggi.


Bagaimanakah tanggapan kalian (saudara) dalam menghadapi berbagai permasalahan tersebut. Berikanlah solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.