WpMag

Sabtu, 21 Januari 2012

BIARLAH

BIARLAH

Mungkin meraka menganggap kita tidak ada
Atau mereka menganggap kita ada
Namun mereka mungkin lupa
Atau mereka melupakan kita
Mungkin mereka sadar
Dan Mereka merasa
Mungkin mereka tidak sengaja
Atau mungkin mereka sengaja

Biarlah mereka
Biarlah mereka menari-nari
Tentang kesewenang-wenangan
Ketidak adilan
Keotoriteran

Mungkin mereka tertidur 
Hingga lupa akan kita
Mungkin mereka lelap dan capek dengan urusannya
Hingga kita di telantarkan

Biarlah mereka
Biar
Jika kata-kata tak sanggup mengingatkan mereka
Jika tulisan tak sanggup mengetuk pintu gati mereka
Jika perbuatan nyata tak dapat meluluhkan hati mereka

Sudahlah, hanya doa yang bisa kita perbuat
Hanya doa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Yang dapat merubah segalanya
Semoga perubahan itu cepat
Atau lama
Namun semoga kita tetap diberi kesabaran
Dalam menjalani setiap perjalanan

KETEP PASS YANG TAK TERLUPAKAN


KETEP PASS YANG TAK TERLUPAKAN

Awal sebuah perjalan yang sangat menyenangkan di tengah kesibukan kuliah. Perjalanan ketempat wisata, siapa yang gak bakal ikut. Pastilah semua orang mau untuk ikut liburan. Di hari sabtu yang cerah itu, kami sengaja untuk melakukan perjalanan menuju Magelang, tepatnya di Ketep Pass. Kenapa tidak ke Borobudur? Mungkin karena sudah pernah kesana, dan yang terpenting tiketnya yang menurut kami, sebagai mahasiswa cukup mahal. Maklumlah, mahasiswa carinya yang murah dan bahkan gratis. Apa itu Ketep Pass, awalnya aku juga gak tahu. Hanya di beri gambaran sama temenku mengenai kondisi disana.
Lokasi Ketep Pass berada di puncak Bukit Sawangan (pertengahan antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Ketep Pass berada pada ketinggian 1200 meter dpl dan luas areanya kurang lebih 8000 meter persegi. Ketep pass ini berjarak 21 km dari Mungkid, 17 km dari Desa Blabak ke arah timur, 30 km dari Kota Magelang, 35 km dari Kota Boyolali, dan 30 km dari Candi Borobudur. Dari Kota Salatiga yang berjarak sekitar 32 km, Ketep Pass dapat dicapai melalui kopeng dan Desa Keponan. Dari gardu pandang di Kepetp Pass kita dapat mengetahui pemandangan gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Tidar, Andong, dan pegunungan Menoreh serta hamparan lahan pertanian.
Setiba disana aku takjub dengan keindahan alam yang begitu sulit untuk digambarkan dengan kata-kata. Sungguh indah lukisan agung Tuhan. Walaupun cuaca sedikit rintik hujan namun tak menghalangi kami untuk menikmati keindahan panorama alam. Yang paling membuatku takjub adalah di depanku, adalah sebuah gunung besar yang sangat terkenal yaitu Gunung Merapi. Gunung yang pada akhir tahun 2010 kemarin meletus terlihat begitu elok. Walaupun tak terlihat dengan jelas karena ditutup oleh awan namun sangat indah. Gunung yang memiliki ktinggian sekitar 3ribu meter dpl itu telah membiusku untuk berlama-lama memandanginya. Asap kecil keluar dari puncak gunung. Bagaikan orang yang asik menikmati rokok di pagi hari. Inilah gunung teraktif didunia yang sering menyemburkan larva sebagai aktifas kehidupannya. Gunung Merapi, gunung yang penuh berkah dan indah.
1326968196396444024
Tak hanya mengabadikan gunung Merapi saja, akupun tak lupa narsis ria bersama teman-teman. Beberapa foto yang terabadikan di camera kami memgggambarkan suatu keharmonisan, kebersamaan dalan jalinan sahabat.
13269684952059029289
Itulah secarcik perjalan liburan bersama sahabat yang tak akan mungkin terlupakan begitu saja. Bagaikan menulis diatas kertas yang tak akan mudah terhapus. Salam hangatku untuk sahabatku semua. Salam perjuangan untuk kita dalam menggapai asa di tanah Yogya. Di kampus tercinta Universitas Gadjah Mada. Demi sebuah gelar…Sarjana….hahahaha….
*teruntuk sahabatku semua yang akan menikmati liburan semester*

Jumat, 06 Januari 2012

TULISAN CINTA


TULISAN CINTA
1321144045809343399
Ketika cinta tak dapat diungkapkan  dari bibir….
Ketika cinta hanya diam dan membisu didalam kalbu….
Ketika cinta hanya tersimpan dan tak terbuka….
Lama-lama akan usang ditelan zaman….
Akan keropos dan rapuh oleh tetesan hujan….
Akan kering dan mengkerut oleh panas siang…..
Cinta terus berkembang….
Ditengah keusangan zaman….
Cinta terus berjalan…
Dalam keterjalan dan rintangan….
Hanya coretan ini yang dapat memuaskan….
Atas ungkapan rasa cinta yang terkubur dalam….
Tergali dari hati yang penuh akan harapan….
Sebuah jawaban akan rasa rindu yang mendalam…..
Dipagi yang penuh kesendirian
Yogyakarta, 13 november 2011…