WpMag

Minggu, 05 Agustus 2012

LAKU. COM SOLUSI BELANJA ON LINE MASA KINI


LAKU. COM SOLUSI BELANJA ON LINE MASA KINI



Kemajuan tekonologi mengubah pola pikir manusia menjadi lebih maju. Manusia dituntut untuk bekerja lebih keras dan tidak lain akan menyita banyak waktu. Pagi hari pergi ke kantor, pulang sore hari maka tidak ada waktu luang untuk sekedar pergi ke Mal atau ke toko-toko untuk mencari barang-barang yang di inginkan. Maka dari itu, kemajuan teknologi akhir-akhir ini telah mengubah pola pandang manusia dalam berbelanja. Jikalau dulunya kita harus menyisihkan waktu untuk pergi ke mal berbelanja pakaian, aksesoris dan keperluan lain kini semua itu tidak diperlukan lagi. Karena dengan adanya teknologi kini telah tersebar berbagi pasar online yang ada di dunia maya.

Pasar online atau toko online atau shoping online adalah salah satu solusi dalam mengatasi rutinitas manusia di era modern ini. Lantas apa sih keuntungannya berbelanja di toko online dari pada di toko atau Mal. Berikut ini saya akan mencoba memaparkan keuntungan berbelanja di toko online.
1.       1. Mudah dalam mendapatkan barang

     Mudah dalam mendapatkan barang, ini adalah poin yang pertama. Kita tinggal buka laptop dan colokkan modem terus cari di internet mengenai produk yang kita inginkan. Selanjutnya kita memesan tingal mengetik atau mengklik icon yang kita inginkan. Transfer lewat ATM. Beberapa hari barang akan datang. cukup mudah kan.
2
2.       2. Tidak menyita waktu

Tidak menyita waktu, ini poin kedua. Waktu yang kita butuhkan untuk berbelanja online lebih singkat dari pada berbelanja di Mal atau toko-toko lainnya. Bayangkan siang-siang kita pergi ke Mal yang jauh dari tempat tinggal kita. Terus tempat parkirnya pun  cukup jauh dari Mal. Sebel kan, sudah panas, jalan kaki. pasti kita akan mengumpat ini itu. sedangkan berbelanja on line kita bisa duduk-duduk santai dirumah tinggal nyalakan laptop kemudian tak lama barang akan datang. mudah kan?.

3.      3.  Lebih murah
Lebih murah, bayang kan kita akan mendapatkan barang yang kita inginkan di toko online kita bisa tawar menawar, ataupun kita bisa pilih sepuasnya sesuai kantong kita. Cukup murah kan. Bayangkan jika kita pergi ke Mal atau toko dengan uang pas-pasan. Terus ada barang yang kita inginkan, namun harganya cukup mahal. Kita pindah ketoko lain, harganya pun tak jauh beda. Sudah berapa ongkos yang kita gunakan untuk pindah dari toko satu ke toko lain.

Kalau sudah bergitu banyak keunggulan toko on line  lantas toko on line seperti apakah yang patut dijadikan tempat untuk berbelanja. Saya merekomendasikan di toko on line Laku.com . karena apa, di Laku.com khususnya para remaja bisa mendapatkan barang-barang yang diinginkan dengan harga terjangkau. Beneran terjangkau?. Coba lihat di Webnya ini www.laku.com . Tidak hanya kita mendapatkan barang-barang yang kita inginkan dengan harga yang terjangkau kita banyak mendapatkan keuntungan. Menurut pandangan saya pribadi ini beberapa keuntungan jika kita berbelanja di Laku.com .
1.     
1. 1.   Kita dapat menjadi reseller
Artinya apa? kita dapat menjual kembali barang yang kita beli. Mudahnya kita seperti penjual lagi dan kita kulakan barangnya di laku.com . Lantas bagaimana sih system yang dipakai. Untuk lebih jelasnya bisa di buka di http://Laku.com . Keuntungan menjadi reseller ini adalah kita dapat menambah penghasilan hanya dengan berselancar di dunia maya sembari menambah jaringan kita.

2.     2.   Harga barang di Laku.com cukup murah
Mengapa cukup murah?. Karena di laku.com barang yang kita inginkan adalah barang yang harganya grosiran namun belinya dapat hanya bijian. Murah kan, dengan harga grosir beli cuman satu. Kurang enak gimana?.

3.     3.   Kualitas barang
 
contoh produk di http://Laku.com  

Kualitas barang yang dijual di laku.com tidak diragukan lagi. Bagi kita kawula muda yang ingin terlihat trendy dengan aksesoris dan pakaian masa kini tidak salah pilih jika kita berbelanja di Laku.com. Baju, jam tangan, dan berbagai pakaian serta aksesoris lain dapat dengan mudah didapat di http://laku.com

4. Bebas Ongkos Kirim
    Kurang Enak gimana, belanja di http://laku.com bebas ongkos kirim. Promo ini berlaku dibulan Agustus. Buruan pantengin Laptop dan cari-cari produk yang anda inginkan. Jangan sampe' ketinggalan, makin cepat makin baik lo.(*)

5. Hanya tambahan saja dan mengingatkan pembaca semua sebentar lagi lebaran, maka tidak salah jika berkunjung ke http://laku.com . Daripada kita pergi ke Mal atau toko pakaian dan berdesak-desakan dengan para pembeli lain. Al hasil capek kan, belum juga dapet barang yang diinginkan. Jaga-jaga juga jika ada orang yang bertindak tidak diinginkan alias copet. Mending pantengin tuh laptop dan browsing cari pakaian untuk lebaran yang bagus dan murah di http://laku.com . Di bawah ini salah satu contoh produk pakaian koko untuk remaja harganya cukup murah lo mulai dari Rp 52.500 . Murah kan?. ayo pada buruan dateng di dunia maya kamu dan nikmati belanja di Laku.com


  
Contoh Baju Koko di Laku.com




Demikianlah uraian singkat mengenai pasar online dan keunggulan berbelanja baju dan aksesoris lain ditoko onlie http://Laku.com . Semoga artikel ini bermanfaat untuk pembaca semua. Salam hangat jabat tangan persahabatn kita……

(*) Syarat dan ketentuan berlaku....silahkan lihat di website resminya http://laku.com 

Senin, 30 Juli 2012

BELAJAR DARI SISTEM PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN


BELAJAR DARI SISTEM PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN

Aku bukan lah anak pesantren, bukan dilahirkan dari keluarga santri juga. Aku hanyalah anak  petani biasa yang terlahir dengan himpitan kehidupan modern yang semakin berangus. Kemajuan teknologi menghiasi perjalanan hidupku. Namun ingin aku tuliskan sebuah cerita mengenai perjalananku ketika menapaki setiap tangga dalam hidup ini.

Pendidikan adalah salah satu cara kita untuk terlepas dari jerat kebodohan. Dengan pendidikan yang tepat dan baik kita dapat berkembang dan lepas dari kehidupan modern yang menyesakan ini. Maka dari itu, disini seorang pendidika sangat penting perananannya guna mensukseskan anak didiknya karena setiap ilmu yang diberikan menjadi bekal kelak anak didik itu dalam masa depannya.

Di pinggiran kota Tulungagung terdapat sebuah pondok pesantren Salafi. Pondok Ma’hadul Ilmi Wal Amal (MIA) yang terletak di desa Moyoketen. Pondok pesantren itu telah mencetak generasi-generasi insani yang brilian. Disitulah aku pernah menimba ilmu agama. Di didik oleh para ustad-ustad yang memiliki kasanah keilmuan yang mumpuni.  Aku tidak mondok disana, hanya saja ikut ngaji dimadrasahnya. Ini adalah catatan para pendidik di pondok MIA yang sangat inspiratif dan patut dijadikan contoh dalam mendidik murid di bangku sekolah formal.

Pertama, sebelum pelajaran dimulai murid-murid diminta untuk belajar membaca berbagai pelajaran yang terdahulu. Istilah pondoknya “Lalaran” berbagai koidah pelajaran yang telah diajarkan oleh sang ustadz. Lalaran pelajaran dilakukan secara bersama-sama. Tujuannya agar ilmu-ilmu yang didapat sebelumnya tidak mudah lupa.

Kedua, ketika guru masuk dan mengucapkan salam selanjutnya sang guru meminta murid-murid membaca berbagai pelajaran yang terdahulu. Tidak hanya itu, sang murid di minta untuk maju kedepan menghafalkan berbagai pelajaran yang telah diajarkan sebelumnya. Sang guru menguji hafalan murid-muridnya dan untuk mengetahui seberapa jauh murid menyerap ilmu yang disampaikan

Ketiga, setelah sang guru menjelaskan berbagai pelajaran dengan detail maka di buka sesi tanya jawab dimana untuk memberikan kesempatan pada murid-murid menanyakan pelajaran yang tidak di pahaminya. Disinilah aku menemukan betapa tinggi ilmu-ilmu guru-guru  tersebut. Setiap jawaban yang diberikan didasarkan pada Al Qur’an, Hadist, maupun kitab-kitab para ulama. Dan banyak kata-kata mutiara yang aku dapatkan dari para guru-guru tersebut hingga kujadikan prinsip dalam hidupku ini. beberapa kata-kata mutiara yang diambil guru-guru dari perkataan ulama yang kini masih melekat di otakku:

“Istiqomah itu lebih bai dari Seribu Karomah”. Kata-kata mutiara itu telah merasuk dan melekat pada otakku. Hingga aku tuliskan dalam dinding kamarku serta aku tulis di desktop komputerku. Istiqomah atau kontinyu merupakan hal yang harus tetap di tegakkan dalam setiap amal ma’ruf. Karena istiqomah tersebut adalah salah satu bentuk ibadah yang disukai Alloh.

“Syariat tanpa hakikat batal, begitu juga hakikat tanpa syariat batal”. Kata mutiara tersebut sangat menginspirasi ku. Hal ini dikarenakan setiap ibadah kita tidak hanya mementingkan syariat, namun juga harus memperhatikan hakikat. Wudlu, adalah salah satu syarat untuk solat dan itu termasuk dalam syariat, sedangkan kekusu’an ada salah satu hal yang harus diperhatikan karena menyangkut hubungan ibadah kita dengan Alloh. Kekusuk’an adalah salah satu hakikat dalam ibadah.

Begitulah cara mengajar para guru-guru ku yang mungkin sudah selayaknya di contoh oleh para guru sekolah formal. Dan mungkin cara mengajar tersebut tidak ditemui di system pengajaran sekolah konvensional. Hal itu sudah aku buktikan, di SMP dan SMA belum aku temui metode mengajar seperti itu. Sejauh ini yang ada di sekolah formal adalah guru menerangkan, member tugas, dan menjawab pertanyaan. Seandainya system mengajar di pondok-pondok pesantren diadopsi oleh sekolah formal bukan tidak mungkin masa depan bangsa Indonesia akan semakin maju dan gemilang.


Minggu, 29 Juli 2012

KEMBALI PADA KONSEP PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTORO



KEMBALI PADA KONSEP PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTORO


Sering kali kita dengar anak putus sekolah lantaran biaya mahal. Sudah terlalu sering kita dengar anak tidak mau sekolah lantaran gurunya galak. Kita juga sering kali dengar ada penggusuran dan sengketa lahan-lahan sekolahan. Berita-berita tersebut seakan menyesaki setiap sudut kehidupan kita. Menembus dan memekakkan gendang telinga. Membuat mata kita pedas dihadapan televisi. Seakan pendidikan adalah hak orang-orang kaya. Yang miskin tak kebagian tempat. Hanya disudut-sudut jalan. Dilorong-lorong jembatan. Memadati setiap sudut kota. Mereka mengais-ngais ilmu ditengah belantara melambungnya harga pendidikan. Iya, harga pendidikan melambung. Kenapa aku menyebutnya harga pendidikan?. Karena sekarang pendidikan tak ubahnya lahan bisnis yang menjanjikan. Ilmu dapat berubah menjadi rupiah-rupiah yang mengalir ke kantong-kantong manusia tamak.

Mungkin kita harus menengok kebelakang, berbalik arah mengais-ngais sejarah mengenai pendidikan. Terlalu naïf sistem pendidikan kita saat ini yang hanya mengandalkan materi. Sudah selayaknya kita malu pada Ki Hajar Dewantaro yang memiliki ide brilian berpuluh-puluh tahun lalu. idenya itu menjadi tulang punggung pendidikan kita saat itu. Namun seiring berjalannya waktu, konsep itu mulai terkikis oleh peradaban modern.

Sudah saatnya kita membuka lembaran demi lembaran konsep pendidikan Ki Hajar Dewantoro. Memahami, menyelami satu persatu. Beliau  menerapkan konsep memanusiakan manusia dengan tiga filosofi yang dikembangkan yakni nasionalistik, naturalistik, dan spiritualistik. Sekarang pendidik kurang memiliki jiwa nasionalisme. Sehingga apa yang diajarkan kepada anak didiknya jauh dari kecintaan terhadap negerinya. Tak hayal jika suatu saat nanti bangsa ini mungkin akan mengalami kemunduran.

Sepertinya anak didik sekarang berbeda dengan zaman dulu. Dikala lampau gaya pengajaran yang kaku, tegas, dan selalu ada hukuman menjadi ciri khasnya. Tak hayal anak didik takut dan apa boleh buat akan selalu patuh dengan apa yang dikatakan oleh gurunya. Kini semua itu telah lenyap ditelan modernisitas. Lenyap hilang tak berbekas. Jika ada seorang guru memarahi muridnya, menjewernya, memukul dengan penggaris. Besok jangan harap guru itu dapat berlengga-lengga di sekolah. Besok, Komnas perlindungan anak akan datang menyambanginya. Kini semua memang berubah, tak hanya cara guru mengajar karakteristik murid juga mengalami perubahan. Murid sekarang kadang tak mau diperintah guru. “ngengkel” orang jawa bilang. Seolah tau dengan caranya sendiri. Seperti yang pernah saya hadapi ketika mengajar dulu. Anak kecil sekarang memang sangat berbeda dengan ketika zamanku. Jika tidak didik keras tidak tau adab, jika didik keras nanti akan berhadapan dengan komnas perlindungan anak. Ini adalah pilihan dilematis. Pilihan penuh risiko. Sudahlah hanya ada satu jalan kembali ke konsep pendidikan ki Hajar Dewantoro yaitu memanusiakan manusia. Konsep ini mungkin menjadi jalan untuk berbagai kendala yang muncul saat ini. dengan pendekatan secara persuasive maka diharapkan akan membawa dampak yang signifikan.

Waktu tak dapat diputar kembali untuk sekedar menyambangi kehidupan lampu. Waktu terus berjalan mengiringi setiap langkah kehidupan. Kini tak ada jalan kecuali untuk melawannya. Pendidikan kita saat ini terlalu beringas dan brutal. Akses untuk mendapatkannya terlalu sulit. Apalagi perguruan tinggi. Hanya seribu satu orang miskin dan benar-banar miskin untuk dapat mencicipi perguruan tinggi. Dana besar yang digelontorkan oleh pemerintah kemana saja. 20% dari APBN katanya digunakan untuk pendidikan, lantas dimana hasilnya. Kenapa masih ada anak yang tak dapat pendidikan. Seperti apa yang dilaporkan UNESCO “Indonesia berada di peringkat 69 dari 127 negara dalam Education Development Index. Bahkan pada tahun 2010 usia sekolah yakni 7-15 tahun yang terancam putus sekolah sebanyak 1,3 juta. Sungguh angka yang fantastis ditengah tingginya subsidi pendidikan yang digelontorkan oleh pemerintah. Tak usah kita terlalu berharap untuk dana yang begitu besar itu. yang kita harapkan adalah kesadaran akan para petinggi negeri untuk semua itu.

Kini yang kita perlukan adalah keberanian dalam setiap tindakan untuk mencapai tujuan. Pendidikan yang kita butuhkan saat ini adalah pendidikan yang dapat mengangkat harkat martabat bangsa. Kita harus kembali pada konsep pendidikan yang diutarakan oleh Ki Hajar Dewantoro yaitu memanusiakan manusia. Dengan begitu maka keberlangsungan pendidikan akan dapat tercapai.