WpMag

Senin, 05 November 2012

REVIEW UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PEMETAAN


REVIEW UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PEMETAAN

Peraturan pemerintah No 15 tahun 2010 sangat memberi arti penting dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Peraturan yang telah disusun sedemikian rupa tersebut jika di aplikasikan secara nyata maka akan dapat member perubahan khususnya dalam lingkup ekonomi dan kehidupan social. Adanya peraturan tersebut menjadi landasan dasar dalam pembangunan Indonesia. Aturan-aturan yang mencangkup penataan ruang mulai dari perkotaan, kabupaten, provinsi, sampai daerah psisir akan sangat penting di laksanakan. Seperti penataan daerah perkotaan, mulai dari perumahan, ruang hijau kota, perkantoran, dan pasar jika dilakukan dengan baik akan memperlancar roda perekonomian masyarakat. Tidak hanya itu, keindahan dan ketertiban akan dapat terwujud.
Peraturan pemerintah No 10 tahun 2000 menjadi acuan dasar dalam pemetaan daerah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Isi dari PP tersebut telah memberikan gambaran pada kita mengenai dasar dari pemetaan dan berbagai aspek penting yang terkandung didalamnya. Berbagai bentuk peta telah dijelaskan dalam PP tersebut mulai peta dasar, peta wilayah, dan peta tematik wilayah telah dijelaskan dengan sangat detail mulai dari kegunaan sampai skala dari masing-masing peta. Hal tersebut sangat membantu dalam kegiatan pemetaan suatu wilayah sehingga penting kaitannya dalam pembangunan daerah-daerah Indonesia.
Undang-undang No 4 tahun 2011 menjadi awal berdirinya Geospasial. Geospasial tersebut menjadi pengganti badang barkusoltunal Indoensia. Bedirinya badan Geospasial tersebut menjadi dasar pemetaan Indonesia yang terbaru. Hasil penelitian dari badan Geospasial ini meliputi peta Indonesia terbaru mulai dari peta sumber daya alam, peta tematik, dll. Selain itu ketelitian dalam penentuan skala dalam UU No 4 tahun 2011 ini cukup detail dimana peta rupa bumi memliki skala 1:1000.

Perkembangan  sistem pemetaan di Indonesia kian hari semakin baik. Hal ini sangat penting guna membantu dalam terlaksananya pembangunan yang baik. Adanya pemetaan tersebut sangat penting dalam pembangunan infrastuktur, eksploitasi sumber daya alam, dan penataan ruang. Harapannya dengan adanya pemetaan yang terbaru akan memberikan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia. 

Minggu, 04 November 2012

REFLEKSI MALAM

REFLEKSI MALAM


Dalam malam-malam yang selalu datang dengan kesendirian
dalam kegelapan ditemani suara hewan malam
dalam ruang yang sempit dengan segala tekanan
dalam ketakutan, ketegangan, ketidak nyamanan
sejenak coba melepaskan semua beban
tinggalkan segala rutinitas harian
menghirup udara kedamaian 
dalam dekap malam yang semakin mencengkeram
kutuliskan sebuah sajak sebagai penenang
untuk menghirup udara  kedamaian
membersihkan hati yang gersang
untuk mendekat kepada Sang pencipta malam
sejenak tunduk kan kepala
rasakan semua yang ada
dunia hanyalah sementara
akhirat adalah segalanya
mari kita mencoba membersihkan hati
dari segala sifat iri dengki
dari nafsu birahi yang selalu mencurigai
untuk lepas dan meninggalkan kehidupan duniawi
hiruplah dan hiruplah udara pagi ini
udara yang dipenuhi dengan mebun-embun pagi
hiruplah-hiruplah
segala bentuk damai yang menyertai
ingin kutuliskan semua
mengenai manusia dan angkara murka
agar aku dan kau menyadarinya
bahwa hidup penuh dengan cobaan belaka
sudah, dan mari kita terbang melayang
menembus batas nirwana
menyatu dengan alam dan jagad raya
terbang bebas setinggi angkasa


Jumat, 02 November 2012

DERITA SEMESTER AKHIR

DERITA SEMESTER AKHIR



Derita semester akhir, skripsi…skripsi…skripsi…. Mungkin itu yang selalu menyelimuti semua mahasiswa tingkat akhir. Skripsi satu kata yang mungkin dapat menimbulkan multiflayer effect. Kepala cenat-cenut lantaran tak menemukan judul, bisa juga. Dikata-katain dosen hal yang lumprah. Namun sejenak aku tidak membahas mengenai satu kata tersebut. Kini aku ingin membahas mengenai seminar 1 SKS ku yang amburadul. Memang manusia diciptakan oleh Tuhan berbeda-beda. Ada seorarng yang pandai dan mudah menangkap setiap penjelasan yang disampaikan oleh seorang guru. Ada juga orang yang pandai namun sulit untuk menangkap penjelasan seorang guru. Ada juga orang yang  tidak pandai namun mudah menangkap perkataan guru/dosen. Dan yang terakhir sudah tidak pandai, tambah sulit lagi menangkap penjelasan guru. 
Kalau begitu kita masuk pada golongan berapa…?
Setelah saya merenung, akhirnya aku putuskan masuk pada golongan terakhir yaitu tidak pandai dan sulit menerima penjelasan guru. Ini terjadi beberapa waktu lalu. Sungguh kejadian ini terjadi. Beberapa waktu lalu aku mengajukan makalah seminarku pada dosen. Beliau melihat judulku dan mengatakan

“bagus….sudah cukup”

Lanjut lagi beliau membuka halaman demi halaman makalah yang aku buat, mulai dari latar belakang, tujuan, pembahasan. Beberapa dilihatnya, namun hanya sebentar. Dengan raut muka seorang dosen yang memiliki keilmuan yang mumpuni beliau berkata

“sudah cukup…hanya beberapa yang harus diperbaiki, seperti di tujuan”

Dalam hatiku “Alhamdulillah” akhirnya dapat berjalan dengan lancar. Keluar dari ruang dosen aku dapat menghirup nafas segar. Hari demi hari berganti, tak ada masalah. Semua berjalan seperti biasa. Tak ada beban karena makalah sudah didepan mata tinggal menyeminarkan.

Hari itu pun datang, hari yang tak pernah aku duga. Hari dimana manusia-manusia harus menggigit jari lantaran kesalahannya atau kesalahan orang lain. H-2 aku segera menghadap dosen pembimbing untuk meminta ACC makalah. Ternyata dan ternyata apa yang aku dapatkan. Bukan ACC makalah, tapi revisi makalah. Mampus lah. Sang dosen mengatakan bahwa makalahku banyak yang salah dalam hal penulisan. Dalam hal isi tak jauh beda, banyak hal yang belum aku masukkan. Aku menyadari hal itu dan memang benar keadaannya. Akhirnya, aku harus tertunduk lesu dan pulang dengan tangan hampa…eiiit salah pulang dengan tangan menggenggam makalah yang harus direvisi. Seminarpun ditunda. Makalah pun harus direvisi. Pikiran pun tambah runyam karena besoknya harus menghadapi ujian 3 mata kuliah. Sudah lah dari pada memperjuangkan seminar yang hanya 1 SKS mending dan mengorbankan ujian 3 mata kuliah yang 6 SKS. Mending tidur, kemudian belajar…belajar…belajar untuk ujian….


gambar : salah satu isi dalam makalah yang dipenuhi coretan...hehehe

Pada dasarnya saya merenungkan bahwa yang salah itu pada diri saya atau sang dosen? Saya belum mendapatkan jawaban. Jika saya yang salah, apa memang pendengaran dan pemahaman saya itu lemah. Tapi kok  orang lain yang mendengarkan penjelasan beliau kadang kala juga tak bisa memahami. Jika beliau yang salah, apakah patut mahasiswa yang kecil dan sedikit ilmu ini menyalahkan dosen yang keilmuannya sudah tinggi. Dan akhirnya aku letakkan makalahku di kamar, mumbuka laptop dan menuliskan kejadian ini….salam…salam untuk semua yang sedang menghadapi masa-masa sulit di tahun akhir menjadi mahasiswa….