WpMag

Rabu, 05 Oktober 2011

EFIKASI VAKSIN DAN KEMANGKUSAN TETRASIKLIN UNTUK PENANGGULANGAN IKAN MAS: PADA PENDEDERAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)



EFIKASI VAKSIN DAN KEMANGKUSAN TETRASIKLIN UNTUK PENANGGULANGAN IKAN MAS: PADA PENDEDERAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)

Bakteri Aeromonas hydropyla merupakan bakteri yang bersifat oportunistik tetapi sangat patogenik terhadap ikan. Bakteri Aeromonas Hydrophila sering menyerang ikan air tawar seperti karper dan lele. Proses terjadinya penjangkitan wabah penyakit ini biasanya timbul secara beerkala dan banyak para pembudidaya ikan mengalami kerugian besar akibat adanya bakteri yang menyerang ikannya. Banyak cara dilakukan untuk menanggulangi bakteri maupun wabah penyakit lain yaitu dengan penggunaan obat-obatan. Namun ada cara lain yang dapat dilakukan yaitu dengan vaksinasi.
Penelitian ini dilakukdan untuk mengetahui efek dari penggunaan vaksinasi dan tetrasiklin untuk melawan bakteri Aeromonas Hydrophila. Hasil yang didapatkan bahwasanya penggunaan vaksinasi dan tetrasiklin sangat baik untuk bibit ikan yang masih kecil dan mencegah bakteri Aeromonas Hydrophila. Hasil yang didapat dari tiga perlakuan yang dilakukan penggunaan vaksin untuk mencegah Bakteri Aeromonas Hydrophila paling baik dibandingkan dengan penggunaan tetrasaklin ataupun control. Tingkat kelulusan hidup larva ikan yang diberi vaksin adalah 23,00-68,42 %, sedangkan dengan tetrasiklin sebesar 22,30-62,43 %, dan kontrol 12,70-53,57 %.
Hasil penelitian tersebut cukup baik, namun terdapat beberapa hasil yang kurang baik yaitu mengenai pertumbuhan ikan. Hasil penelitian ini, didapatkan pertumbuhan ikan dengan vaksinasi paling rendah dibandingkan dengan penambahan tetrasiklin maupun control. Hasil yang terbaik adalah dengan kontrol. Selain itu hasil dalam penelitian ini banyak ikan yang mati karena factor lingkungan seperti kualitas air dan beberapa hama yang menyerang ikan seperti regol.
Sebaiknya sebelum melakukan penelitian dilakukan pengkajian mengenai lingkungan. Sehingga tidak ada faktor luar yang mengganggu hasil penelitian seperti yang terjadi dengan adanya hewan regol yang menyerang banyak ikan.

sumber : jurnal Perikanan UGM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar