WpMag

Senin, 28 Desember 2015

DIGITAL CLASS MODEL PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN


Keterangan : Pelatihan Digital Class di SMK Putra Wilis
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) meruapakan kebijakan negara-negara Asean untuk melakukan kegiatan ekonomi secara terintegrasi dan bebas. Kebijakan tersebut nantinya akan mempermudah arus perdagangan antar negara di ASEAN. Setiap barang maupun jasa yang masuk antar negara nantinya tidak dikenakan tarif pajak. Kebijakan tersebut memberikan peluang sekaligus tantangan yang berat. Peluang yang besar yaitu ketika kita dapat memasarkan produk yang kita miliki ke seluruh negara ASEAN sehingga menambah devisa negara, peningkatan ekonomi masyarakat serta pengurangan angka pengangguran.  Tantangan sekaligus hambatan adalah ketika produk yang kita miliki berkualitas rendah dan sulit untuk memasarkannya. Akibatnya Indonesia nantinya akan dibanjiri oleh produk-produk luar negeri.

Dalam menghhadapi kebijkan tersebut, salah satu cara adalah peningkatan SDM masyarakat sehingga dapat bersaing di tingkat ASEAN. Bentuk peningkatan SDM yang dilakukan oleh SMK Putra Wilis adalah memberikan berbagai pelatihan dalam bidang IT, produksi, sampai dengan pemasaran.

Keterangan : Kode Group mata pelajaran

Pelatihan di bidang IT salah satu contohnya adalah membuat Web/ Blog. Fungsi dari pembuatan Web/Blog ini nantinya sebagai wadah (Lapak) untuk memasarkan produk yang dimiliki oleh SMK Putra Wilis. Web/ Blog ini nantinya untuk memperluas pasar di dunia maya. Seperti kita ketahui, perkembangan teknolog telah membuat masyarakat kita membutuhkan berbagai produk dengan cepat dan kualitas terbaik. Maka pemasaran lewat Web/ Blog nantinya akan sangat membantu.

Pelatihan dibidang IT lainnya adalah dengan menggunakan aplikasi Edmodo. Edmodo ini merupakan aplikasi yang digunakan untuk pembelajaran jarak jauh. Nantinya dalam aplikasi tersebut orang tua murid juga dapat memantau perkembangan putra/putrinya di sekolah. Tidak hanya itu, pembelajaran lewat online ini nantinya akan mempermudah dan memperceppat kegiatan belajar. Selain itu pembelajaran online ini juga mengurangi penggunaan kertas yang notabene berbahan dasar kayu. Seperti kita ketahui, saat ini perkembangan pohon tidak sebanding dengan produksi kertas. Maka dari itu untuk mengurangi penggunaan kertas, alangkah baiknya penerapan proses belajar mengajar melalui online.


Semoga berbagai kegiatan yang dilakukan oleh SMK Putra Wilis menjadi model pembelajaran baru untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). 

Senin, 14 Desember 2015

REFLEKSI AKHIR TAHUN

REFLEKSI AKHIR TAHUN

Tahun 2015 telah berada di penghujung. Selama hampir satu tahun ini banyak resolusi  yang telah kita buat. Target selama satu tahun yang lalu sudah tercapai apa belum?. Mungkin ada yang sudah, mungkin juga belum. Yang pasti usaha kita selama satu tahun ini sudah selayaknya kita syukuri. Karena tak ada manusia yang sempurna, pada akhirnya tetap ada berbagai target yang belum terpenuhi.

Ada beberapa target yang harus saya selesaikan ditahun 2015. Namun yang terjadi sampai di penghujung tahun belum tersentuh sama sekali. Hal yang unik, ada mimpi yang tak masuk dalam daftar target malah dapat saya kerjakan.

Seperti contoh setahun yang lalu, saya ingin merintis budidaya ikan gurame. Apalah daya, adanya beberapa kendala di tengah jalan akhirnya gulung tikar. Menghadapi masa terpuruk, saya pun memutuskan untuk menjalani rutinitas sebagai petani. Alhamdulillah pada musim termbakau, hasilnya lumayan bagus. Panen tembakau kali ini dapat dimanfaatkan untuk menutup usaha budidaya ikan gurame sebelumnya.

Kita perlu untuk melakukan refleksi diri di penghujung tahun ini. Mencoba berjalan mundur dalam hitungan bulan, hari, atau bahkan jam sekalipun. Mencoba mengarungi apa saja yang pernah kita lakukan selama satu tahun ini. Memejamkan mata, sembari meraba setiap perjalanan yang kita lalui selama satu tahun.

Mengambil pelajaan terhadap peristiwa di masa lalu adalah salah satu cara terbaik untuk menjalani kehidupan hari esok. Menatapya dengan penuh harap. Dalam setiap asa yang masih tertanam kuat pada diri. Pantang menyerah, terus berjalan sebagai semangat dalam menjalani hidup. Rapalan doa dan tawakal adalah sandaran hati yang penuh kegelisahan. Hati yang butuh tempat untuk sekedar istirahat sebentar.

 Dan pada akhirnya, kita mulai sadar. Bahwa hidup harus terus berjalan. Entah sebarapa berat kehidupan kita kemarin, yang pasti hari esok masih terbuka lebar dan jalan masih terang untuk di tuju.


HUJAN

 HUJAN


Hujan jatuh ke bumi
Terserap oleh tanah
Mengalir dalam hukum alam
               
  Meyatu, berjalan, hilang

  Kembali dalam sebuah keabadian

Kamis, 19 November 2015

CURAHAN HATI PETANI


Lulus dari Universitas ternama seperti Gadjah Mada adalah suatu kebanggaan tersendiri. Apapun jurusannya, yang penting lulusan UGM. Banyak dari mereka lulus dari UGM melanjutkan S-2 di dalam negeri atau mendapatkan beasiswa untuk icip-icip studi di luar negeri. Ada lagi yang memasuki dunia kerja dengan menjadi pegawai BUMN, swasta atau jadi abdi negara. Semua adalah impian dari masing-masing orang.

Lulus ditahun 2014 saya memutuskan untuk menggeluti dunia yang jarang sekali orang meliriknya. Langsung terjun di dunia perikanan. Awalnya saya membuka lahan untuk budidaya ikan, jatuh satu-dua kali akhirnya banting setir di dunia pertanian. Hem, awalnya ragu-ragu sih. Tapi apa boleh buat, ini adalah piilihan. Mimpi yang dulu terpendam kini mulai datang kembali. Mendalami dunia pertanian sembari membangun kembali mimpi jadi seorang entrepreneure.

Menggeluti dunia pertanian mulai menanam padi, jagung sampai tembakau sudah terlewati. Banyak hal yang mesti diperbaiki dalam sistem pertanian kita saat ini. Penggunaan pupuk anorganik, obat, maupun sistem pertanian kita jauh dari kata tepat.

Pertanian kita tersandera dengan sistem yang ada. Kita terlalu polos dengan dicekoki oleh para pedagang-pedagang kapitalis. Menelan pil yang katanya manis, namun berefek fatal. Mengobati memang, tapi sering kambuh, bahkan bisa terjadi komplikasi. Yah itulah pertanian kita.

Sementara disektor perikanan kita masih terjerat dalam sistem pemasaran yang terlalu banyak campur tangan orang-orang yang mencari keuntungan. Makelar, perantara atau apalah namanya, yang pasti belum efisien dan efekti sistem yang ada dalam pemasaran perikanan.

Over produksi, ekonomi yang lesu menjadi isu yang terus dihembuskan oleh pemain-pemain pasar kita. Dan bahkan manipulasi data dari para pemangku jabatan adalah hal yang lumrah ditemui. Sebenarnya  kecil sih, tapi ketika ini menyangkut ranah seluruh Indonesia jadinya aneh gitu. Hem, kayaknya saya terlalu muluk-muluk membahasnya kalau sampai ranah pusat. Lawong seorang petani kok ngomongnya dleming kayak pengamat.

Mengenai sistem pertanian kita, ada yang mesti diperbaiki bersama. Mensosialisakan pentingnya pertanian organik, mulai dari pusat sampai dari akar pemeran utamannya saitu petani. Wahai para mahasiswa, ayoo turun tangan untuk mengkampanyekan organic farming.

Sektor perikanan nampaknya akan terasa sulit terselesaikan ketika menginjak permasalahan pemasaran. Karena ini menyangkut para pemain-pemain pasar yang telah bercokol lama. Ini telah menjadi budaya. Apa yang bisa dilakukan?. Ya kita mesti membuat sistem baru dalam melakukan pemasaran. Paling tidak, kita perlu untuk membuat pasar baru sebagai penyeimbang sistem pasar yang telah ada. Memutus rantainya dengan sistem yang kita buat. Kalau masih belum ampuh, ya pasrah aja. Hidup mesti dijalani. Hehehe

Salam dari petani kecil nun jauh disana. Menunggu uluran tangan dari pemerintah yang kadang tak sampai. Hanya dapat melihat dari bawah sembari mengharapkan keajaiban untuk sebuah Indonesia yang berdaulat. Terus mencangkul walaupun tanah semakin keras, terus berjalan dilumpur walaupun banyak kubangan yang dalam. Terus tersendat dan terhimpit oleh bangunan-bangunan yang katanya sebagai simbol kemajuan zaman.


Tetap berjuang, untuk Indonesia yang lebih baik.  

Senin, 16 November 2015

KALITURI SENTRA JAGUNG MANIS

KALITURI SENTRA JAGUNG MANIS

Bagi masyarakat Tulungagung tak asing dengan jagung manis. Makanan ini nikmat bila disantap di musim dingin. Jagung rebus dengan rasa manis alami ini merupakan jajanan yang mudah didapat. Di pasar tradisional, di tempat wisata, atau bahkan di perempatan-perempatan jalan banyak pedagang yang menjajakan jagung manis.

Kita mungkin sering melihat pedagang jagung manis entah itu di tempat wisata, di pasar-pasar tradisional atau bahkan di perempatan – perempatan jalan. Tahukah kita para pedagang tersebut berasal dari mana?. Mungkin memang pertanyaan ini tidak penting. Tapi, kita juga perlu tahu hal remeh temeh seperti ini.

Keterangan : Jagung manis siap dijajakan

Di selatan kota Tulungagung terdapat sebuah kampung bernama Kalituri. Kampung Kalituri bagi kebanyakan orang terkenal dengan tanaman tembakaunya. Mungkin masih asing di telinga masyarakat nmengenai jagung manis. Jika kita singgah ke kampung Kalituri kita akan mengetahui bahwa mayoritas masyarakat Kalituri selain berprofesi sebagai petani juga banyak yang berprofesi sebagai pedagang jagung manis. Jika dihitung mungkin sampai 30 warga yang aktif berdagang jagung manis. Mereka setiap hari menjajakan jagung manis tersebar di daerah Tulungagung. Tidak hanya di Tulungagung bahkan ada yang sampai kota tetangga seperti Trenggalek dan Kediri.

Keteranagan : Seorang pedagang tengah melayani pelanggannya

Jagung manis yang dijual biasanya jenis Bonanza F1 dan Talenta. Kedua jenis jagung ini memiliki karakter masing-masing. Harga jagung Bonanza F1 lebih mahal sedikit daripada talenta. Kebanyakan masyarakat memang lebih menyukai jagung jenis Bonanza F1. Namun bagi masyarakat yang awam akan sangat kesulitan membedakan jenis jagung tersebut.

Harga jagung manis dipasaran sangat fluktuatif. Hal ini disebabkan suplai jagung dipasaran sangat bergantung pada petani. Ketika musim panen harga cenderung anjlok karena over produksi. Namun ketika tidak musim panen harga cenderung baik. Ada waktu dimana harga jagung cenderung naik yaitu menjelang tahun baru. Hal ini dikarenakan pada tahun baru banyak masyarakat yang memanfaatkan jagung sebagai menu sampingan dalam menyongsong pergantian tahun.

Para pedagang jaung manis biasanya juga menjajakan kedelai rebus. Kedelai rebus yang dijajakan berasal dari petani Tulungagung maupun dari luar kota seperti kediri dan Nganjuk. Harga jagung manis dan kedelai biasanya 2ribu /biji. Namun jika membeli banyak, tak tanggung-tanggung para pedagang memberikan diskon.

Sekelumit cerita mengenai jagung manis kalituri semoga menambah wawasan kita. Jangan lupa, setiap beli jagung manis  tanya ke penjualnya, “dari mana Pak?”. Mungkin jawabannya gak jauh, yaitu “ dari Kalituri”. Hehehe.....


Selasa, 27 Oktober 2015

TASYAKURAN HAJI

TASYAKURAN HAJI 


Senin malam tanggal 26 Oktober kampung Kalituri ramai. Di salah satu rumah warga ada kegiatan Tasyakuran haji. Setelah satu bulan lebih menunaiakan ibadah  haji di tanah suci keluarga bapak H. Achmad Mugiono mengadakan tasyakuran. Tasyakuran haji kali ini sedikit berbeda karena mendatangkan grup sholawat Ahbabul Mustofa dari Madiun dan mauidhoh khasanah oleh Habib Musthofa Alaydrus.

Acara di mulai puku 19.00 dengan dimulainya lantunan sholawat. Ratusan warga sekitar mulai berbondong-bondoong datang untuk memenuhi undangan. Masyarakat dan tamu undangan dipersilahkan masuk oleh tuan rumah dan langsung menuju meja makan yang telah disediakan. Menyantap hidangan yang disajikan sembari menunggu acara inti yaitu mauidhoh khazanh.

Keterangan : Rekan "remas" sedang packing snack
Keterangan : Rekan "remas" tengah sibuk persiapan parkir

Rekan-rekanita remas turut andil dalam kegiatan tersebut. Membantu untuk mengatur jalannya acara agar lancar sampai akhir. Ada yang hilir mudik mengantar hidangan maupun snack. Di dapur para rekanita tengah sibuk membuat es untuk disajikan kepada para tamu undangan. Sementara di luar, rekan remas tengah sibuk mengatur lalu lintas para tamu undangan dan menata parkir kendaraan.

Keterangan : Duduk santai sembari menunggu parkir
Keterangan : Tamu undangan duduk menunggu acara dimulai
Acara inti dimulai sekitar pukul  21.00 dengan sambutan dari pihak keluarga. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh bapak H. Achmad Mugiono. Seelah pembacaan doa dilanjutkan sholawatan dengan melantunkan beberapa syair seperti turi putih, sholatun bissalamil mubin, dll. Tak lupa diatas panggung hadir ketua Majelis Rotib sholawat (Rosho) Habib Husein bin Abu bakar ba’abud.


Keterangan : Rekanita "remas" sedang mendengarkan mauidhoh khasanah
Sekitar pukul 22.00, mauidhoh khasanah dimulai. Para tamu undangan khidmat mendengarkan pengajian yang disampaikan oleh Habib Mustofa Alaydrus. Pukul 23.30 acara selesai dan tamu undangan mulai meninggalkan rumah kediaman bapak H. Mugiono. Rekan remas mulai bergerak menata lalu lintas dan membantu mengeluarkan kendaraan tamu undangan.

Keterangan : Sedang menikmati hidangan yang telah disajikan               
Acaara telah selesai. Beberapa rekan dan rekanita remas mulai membersihkan tempat dan dilanjutkan makan-makan. Acara tasyakuran haji berjalan lancar dan semoga bapak H. Achhmad Mugiono beserta istri menjadi haji yang mabrur.


Citizen Jurnalis Remas

Jumat, 23 Oktober 2015

MALAM

 MALAM

Malam- malam sunyi
Sepi menari
Gerak mengisi
Raga jiwa lenyap
Berterbangan seperti kapas
Berhamburan tak karuan
Terkoyak –koyak
Terpelanting
Hancur lebur
                Menyatu menuju satu



Rabu, 21 Oktober 2015

KEINDAHAN KOLAM ALAMI DI PANTAI KEDUNG TUMPANG

KEINDAHAN KOLAM ALAMI DI PANTAI KEDUNG TUMPANG

Weekend enaknya kemana?. Banyak orang bingung mau ngapain di akhir pekan. Setelah bekerja satu minggu, lantas diberi kesempatan libur bingung mau digunakan untuk apa. Begitu juga kami, biasanya minggu pagi menikmati secangkir kopi di salah satu kedai kopi terkenal di Tulungagung ayaitu Mak Tin  sambil membicarakan rutinitas yang telah dijalani selama sepekan ini. Namun tak sekedar membicarakan mengenai pekerjaan, kadang bisa sampai mengenai isu politik hukum bahkan ekonomi skala makro.

Namun, agak berbeda ketika salahh satu teman mengalihkan pembicaraan kami. Topik kami pindah untuk agenda setelah kopi pagi. Salah satu dari kami mengajak untuk main ke pantai. Kebetulah Tulungagung merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan dengan samudra Hindia sehingga memiliki beberapa pantai yang cukup terkenal. Setelah berdiskusi, kami memtutuskan untuk mengunjungi pantai yang lagi ngehit di Tulungagung yaitu pantai Kedung Tumpang.


Perjalanan kami dimulai pukul 08.00 menuju arah selatan. Melewati kecamatan Sumbergempot, Campur darat dan kemudian Pucanglaban. Pantai Kedung Tumpang terletak di Kecamatan Pucanglaban. Kecamatan Pucang laban merupakan salahh satu kecamatan yang terletak di deretan pegunungan. Membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di kecamatan Pucang laban. Jalan yang kami lalui semakin terjal ketika sampai di Kecamatan Pucang laban. Beberapa ruas jalan mulai bergelombang dan berlubang. Membuat kami ekstra hati-hati. Tidak hanya itu, tanjakan dan turunan menyambut kami menuju Pantai Kedung Tumpang.

Sebelum memasuki daerah pantai kami harus melewati jalan tanah dengan debu yang siap terbang ketika kendaraan melintas. Di kiri dan kanan jalan gersang dan sedikit pohon yang tumbuh. Semenatara motor kami terus membelah jalan pegunungan tersebut. Memainkan stang dan rem dengan ekstra hati-hati agar tidak terjatuh.

Sekitar satu jam perjalanan, pukul 09.00 kami tiba di parkiran. Sebelumnya memang kami berempat belum satupun yang pernah ke Pantai Kdung Tumpang. Seketah sampai di parkiran takjub lantaran sudah ratusan motor terparkir rapi. Tidak ada area parkir resmi seperti di tempat wisata lain dengan bangunan sebagai peneduh. Di sini motor-motor tertata di pinggir jalan dan ada beberapa orang yang mengatur dan menjaganya.

Keterangan : Area parkir di lahan terbuka

Memang Pantai Kedung Tumpang tidak seperti pantai Popoh, Sidem atau Sine yang telah terkenal terlebihh dahulu. Pantai Kedung Tumpang mulaii banyak dikunjungi pada tahun  2015 ini. Sehingga akses jalan, area parkir, maupun fasilitas lain belum tersedia dengan maksimal.

Biaya masuk sekaligus parkir di patok 5 ribu rupiah per motor. Cukup murah jika dibandingkan dengan tempat wisata lain. Setelah memarkirkan motor kami segera menuju pantai yang jaraknya sekitar 500 m. Akses jalan menuju pantai cukup sempit dan masih tanah alami. Kamipun harus berhenti ketika berpapasan dengan pengunjung lain. Jalan menuju pantai menukik terun dengan kemiringan mencapai 45 derajat. Kamipun harus ekstra hati-hati.

Keterangan : jalan menuju pantai yang curam

Sekitar 100 meter sebelum samapai di pantai, kami harus melewati jalan menurun dengan tali tambang sebagai pegangan. Hanya ada satu jalan, sehingga pengunjung yang mau balik hharus menunggu pengunjung yang turun menuju pantai agar tidak terjadi kecelakaan. Setelah melewati rintangan yang cukup berat akhirnya kamipun samapai di Pantai Kedung Tumpang.

Di lihat dari topografinya, Pantai Kedung Tumpang sebenarnya lebih mirip dengan deretan jurang. Jurang-jurang tersebut tersesun oleh batu pantai yang mulai terkikis oleh pasang air laut. Di salah satu spotnya. Terlihat curukan batu yang dimana membentu menyerupai kolam alami dengan air berwarna kehhijauan. Banyak masyarakat menyebutnya sebagai kolam alami. Sebelum di pasang papan larangan mandi di kolam tersebut dulunya banyak pengunjung yang berenang di salahh satu spotnya. Karena ombak laut yang tidak dapat di prediksi, masyarakat sekitar dan para pecinta alam mulai memberlakukan larangan berenang.

Keterangan : Ombak menghantam bibir pantai
Keterangan : Warna air laut terlihat hijau di kolam alami

Keterangan : Background kolam alami 

Deburan ombak yang menghantam batu karang, hijaunya air di kolam alami, dan semilir angin yang merontokkan dedaunan menjadi pemandangan di  Pantai Kdung Tumpang. Pantai Kedung tumpang ini akan menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang menarik bagi wisatawan jika dikelola dengan baik. Maka diperlukan kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk mempercepat pembangunan. Namun yang perlu diperhatikan adalah pebangunaan yang berwawasan lingkungan adalah salah satu tongga dasar agar tetap menjaga keseimbangan alam.


Selasa, 20 Oktober 2015

BERSIH KAMPUNG

BERSIH KAMPUNG

Minggu pagi udara kampung Kalituri masih segar. Hanya sedikit kendaraan yang melintas jalan kampung. Sementara, suara burung mulai memainkan ritmenya. Beberapa pemuda tengah berkumpul di salah satu rumah warga. Mereka telah merencanakan untuk melakukan kerja bakti bersih kampung.

Kerja bakti bersih kampung merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh pemuda Kalituri setiap 2 minggu sekali. Tepatnya yaitu di awal dan tengah bulan. Tujuan diadakan bersih kampung yaitu pertama untuk menjadikan kampung Kalituri bersih. Jika suatu kampung bersih maka nantinya berbagai penyakit yang berkembangbiak di lingkungan kotor akan berkurang. Kedua, untuk menumbuhkan kesadaraan masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat. Ketiga, menjalin kerukunan dan kekompakan antar pemuda kampung.


Keterangan : Para pemuda Kalituri tengah sibuk bersih kampung

Kegiatan bersih kampung dimulai pukul 06.30 di bagian timur. Para pemuda Kalituri telah siap dengan alat kebersihan yang telah dibawa mulai dari sapu, sabit (arit), cangkul, dll. Pinggir jalan dibersihkan bahkan sampai halaman rumah warga. Tidak hanya itu, karena musim kemarau juga dilakukan penyiraman jalan. Tujuannya untuk mengurangi debu yang berterbangan dan mengganggu warga yang beraktifitas.

Setelah melewati beberapa rumah, akhirnya salah seorang warga memberikan apresiasi yang bagus. Tidak hanya apresiasi berupan ucapan namun juga memberikan makanan dan minuman. Hal ini membuat para pemuda lebih giat.Akhirnya hampir setiap rumah memberikan apresiasi dan makanan ringan. Ternyata apa yang dilakukan oleh para pemuda Kalituri merupakan tindakan positif dan sangat bermanfaat.


Keterangan : Istirahat sambil menikmati snack di sela-sela bersih kampung

Perubahan tidak harus menunggu pemerintah, namun dapat dilakukan dengan sukarela dan dari hati nurani kita.

Tidak perlu muluk-muluk mengharapkan perubahan yang besar, namun cukup melakukan tindakan kecil yang nyata.


Kamis, 15 Oktober 2015

MIMPI-MIMPI KAMI

MIMPI-MIMPI KAMI

Kampung kami kecil, memang kami mengakuinya. Sebuah kampung yang terletak di selatan kota Tulungagung. Sebelah barat berbatasan dengan sungai Ngrowo yang aliran airnya bermuara di Samudra Hindia. Sebelah timur berbatasan dengan sobontoro, utara berbatasan dengan Moyoketen dan sebelah selatan berbatasan dengan Bono. Nama kampung kami Kalituri, kampung sederhana yang mencoba menawarkan berbagai keelokannya.

Memang sedikit orang yang tahu kampung kami. Tapi tak mengapa, kami akan siap berbenah untuk menyambut perubahan ini. Jika selama ini orang hanya tahu nama kampung kami, itupun tak mengapa. Suatu saat, kami akan mencoba menawarkan sepercik keindahhan dan kebersamaan warga kampung kami. Memberikan sebuah pemandangan dari keberagaman yang ada di kampung kami.

Mimpi-mimpi itu masih ada dan melekat dalam setiap insan pemuda Kalituri. Mimpi akan sebuah kampung yang nyaman, aman, dan berwawasan edukatif. Kampung yang semua orang bisa menemukan keIndonesiaannya disini. Mimpi yang dimana semua orang bisa menggalai jati diri kebangsaannya disini. Mengenai gotong royong, saling menghargai sampai berwawasan edukatif.

Kami siap untuk mewujudkannya. Walaupun semua ini membutuhkan proses yang panjang, kami akan mencoba mencapainya. Tak ada keberhasilan yang didapat dengan gratis. Semua membutuhkan pengorbanan baik tenaga, fikiran bahkan sampai materi.

Kami mencoba menjawab berbagai mimpi-mimpi itu dengan tindakan nyata. Sebuah letupan semangat dan cita-cita yang masih terus tertanam. Mencoba menggalai dari kehidupan para pemuda kampung. Main bola voli, futsal, bersih kampung, lomba PHBN, dan pentas seni merupakan berbagai kegiatan yang telah kami lakukan.

Mungkin ini adalah hal kecil yang kami lakukan. Namun tak mengapa, tak ada perubahan besar yang dilakukan tanpa hal kecil terlebih dahulu.  Kami mencoba menanamkan kesadaraan masyarakat untuk suatu perubahan menuju kampung yang nyaman, aman, dan berwawasan edukatif.

keterangan : bersih kampung


keterangan : istirahan disela bersihh kampung


keterangan : bermain voli di bantaran sungai Ngrowo

keterangan : peringatan PHBN



PERAN PEMUDA DALAM MASYARAKAT DESA

PERAN PEMUDA DALAM MASYARAKAT DESA


Desa meruapakan wujud kecil dari negara. Desa memiliki komponen meliputi perangkat desa (pemerintah desa) dan masyarakat. Pemerintah desa merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat yang diharapakan mampu merealisasikan program kerja. Berbagai program pemerintah pusat meliputi pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan maupun peningkatan mutu pendidikan diharapakan akan terwujud dengan adanya pemerintah desa.

Kemajuan zaman membawa dampak positif maupun negatif dalam lingkup desa. Dampak positif dapat terlihat dengan infrastruktur dan tingkat pedidikan yang baik. Walaupun demikian ada beberapa dampak negatif seperti pudarnya budaya gotong royong dan gesekan yang sering terjadi antar warga.
Pemuda merupakan salah satu komponen dari sebuah masyarakat desa. Peran pemuda sangat strategis dalam menjawab berbagai persoalan yang tengah dihadapi oleh desa. Pemikiran pemuda diharapankan mampu memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Maka pemuda sudah selaknya ikut andil dalam mensukseskan berbagai program pemerintah desa.

Banyak hal yag dapat dilakukan oleh pemuda. Mulai dari penyaluran ide serta gagasan untuk pebangunan desa, peningkatan kebersihan lingkungan dan peningkatan mutu pendidikan. Pemuda biasanya memiliki ide dan gagasan yang bagus untuk kemajuan desa. Namun kendala yang sering terjadi adalah mereka tidak mampu untuk menyampaikannya. Akhirnya ide itu hanya mengendap di kepala. Maka, sudah selayaknya pemerintah desa dan masyarakat khususnya pemuda duduk bersama untuk musyawarah dalam pembangunan desa.

Selama ini kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab pribadi masyarakat. Banyak kita jumpai fasilitas-fasilitas umum yang tidak terawat dengan baik. Maka dari itu, kita perlu menumbuhkan cinta kebersihan pada masyarakat. Selain itu, perlu diadakan kegiatan bersih fasilitas umum sebagai wujud cinta lingkungan. Tidak perlu menunggu instruksi dari pemerintah desa, sebenarnya kita mampu untuk melakukannya. Walaupun kegiatan kecil, namun jika dilakukan secara kontinue akan memberikan damapak yang besar bagi desa.

Peningkatan mutu pendidiakan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah pendirian taman bacaan masyarakat. Tujuannya ada memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengakses berbagai ilmu demi meningkatkan intelegensi. Pendirian taman bacaan ini juga sebagai tempat diskusi masyarakat serta untuk ajang silaturahmi.


Berbagai kegiatan ini jika dapat terealisasi dengan baik akan menciptakan suatu perubahan untuk kemajuan masyarakat. 

Rabu, 14 Oktober 2015

ANNIVERSARY 28TH CB NGANJUK

ANNIVERSARY 28TH CB NGANJUK

Anniversary 28 th CB Nganjuk Anti Tobat akan di helat di lapangan Warujayeng Nganjuk. Anniversary ini mengambil tema The Legend CB Nganjuk. Berbagai Agenda telah disiapkan mulai dari kontes motor, pembukaan stand, santunan anak yatim dan orkes yang akan dihelat di panggung utama.

Ribuan bikers CB Nusantara mulai berbondong-bondong melintasi aspal Nganjuk. Mereka ingin mengikuti dan memeriahkan acara tersebut. Mulai dari motor CB standar sampai CB oplosan. Mulai model CB 100 sampai CB 200. Mulai yang model glatik sampai japstyle bahkan ekstrim.

Rencana untuk menghadiri Anniversary 28 th CB Nganjuk sebenarnya sudah aku agendakan jauhh-jauh hhari. Sekitar bulan september rencana itu telah aku susun. Tepat pada tanggal 10 Oktober 2015 acara dihelat. Aku bersama seorang teman bernama Pendik telah merencakanan untuk menghadiri acara tesebut.

Sore sekitar pukul 15.30 kami pun telah siap untuk melakukan perjalanan ke Nganjuk. Sebenarnya kota kami Tulungagung tak jauh dari Nganjuk, kira-kira membutuhkan waktu 1,5 jam perjalanan. Namun karena merupakan jalur bus dan kendaraan besar kami pun memutuskan untuk berangkat sore. Alasannya selain untuk menghindari padatnya jalan karena akhir pekan juga karena untuk mendapatkan dokumentasi di acara tersebut.

Sekitar pukul 16.30 kami pun tiba di kota Kediri. Kami istirahat sebentar di depan masjid agung Kediri. Merenggangkan otot yang mulai mengencang dan menikmati udara sore di kota tahu. Lalu lalang kendaraaan menghiasi jalanan kota. menambah riuh kesesakan kota yang mulai berkembang pesat tersebut. Duduk di halama masjid, kami pun tak lupa mengabadikan besi tua kami.

Foto : Dokumen pribadi
Setelah 20 menit istirahat, kami pun melanjutkan perjalanan. Melintasi perkotaan untuk satu tujuan lapangan Warujayeng Nganjuk.  Waluapun sempat macet sebentar di  daerah kecamatan namun kamipun tiba dengan selamat. Sekitar pukul 17. 30 kami pun tiba di lapangan warujayeng.

Langsung memasuki lapangan untuk bertemu bikers CB Nusantara. Memarkirkan motor dan mencari spot untuk istirahat sejenak. Kamipun segera hunting foto untuk diabadikan dalam perjalanan kali ini. Mulai dari foto pribadi sampai foto motor CB yang terparkir rapi di lapangan.




Sekitar pukul 19.00 acara inti dimulai. Panggung telah siap dihentakkan oleh salah satu orkes lokal Nganjuk. Berbagai lagu dinyanyikan untuk menghibur bikers CB yang telah menyempatkan hadir dalam acara tersebut.



Malam semakin larut, sekitar pukul 23.00 acara pun resmi ditutup. Acara berlangsung dengan tertib dan aman. Tak ada kerusuhan, hanya kemacetan yang terjadi di sekitar lapangan. Maklum, ribuan orang datang untuk menghadiri acara tersebut.  Perjalanan kali ini merupakan mozaik yang terus terangkai untuk sebuah catatan hidup.


ANNIVERSARY 28 th CB NGANJUK

Selasa, 13 Oktober 2015

MENCARI SOSOK PEMIMPIN DESA

MENCARI SOSOK PEMIMPIN DESA

Gegap gempita pemilihan kepala desa di depan mata. Perangkat desa dan masyarakat menyambut dengan seksama. Di sudut-sudut kampung, di gang jalan, di toko pracangan dan di warung-warung mulai membicarakan tentang pemilihan kepala desa. Mengenai pribadi masing-masing calon, visi-misi, dan berbagai isu yang berkembang. Sebenarnya bagaimana kita sebagai warga menyikapi pemilihan kepala desa.

Pemimpin adalah ujung tobak suatu orgaisasi baik pemerintahan maupun komunitas. Segala bentuk kebijakan dari pusat akan dapat terealisasi dengan maksimal jika seorang pemimpin mampu menerjemahkannya dengan baik. Lantas bagaimanakah pemimpin yang baik dan dapat membawa perubahan.\

Pemimpin harus memiliki visi dan misi yang jelas. Program kerja yang realistis dan mampu direalisasikan dalam pemerintahannya. Namun, tidak  hanya program kerja yang jelas, juga diperlukan leadership yang mumpuni guna mengeksekusi berbagai program tersebut. Banyak pemimpin yang memiliki berbagai program yang bagus untuk kemajuan suatu desa namun kesulitan dalam merealisasikannya. Maka, seorang pemimpin yang baik adalah yang mampu memberikan ide dan gagasannya dan mampu menerjemahkannya dalam tindakan yang nyata.

Dibutuhkan seorang pemimpin yang memiliki jiwa peka. Maksudnya, seorang pemimpin harus peka dalam berbagai kondisi yang tengah dihadapi oleh masyarakat. Banyak sekali pemimpin yang hebat, namun kurang peka dengan kondisi masyarakat. Seperti contoh pemimpin yang mampu membangun berbagai fasilitas umum seperti jalan maupun tempat ibadah namun kurang peka dengan kondisi ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat.

Banyak sekali pemimpin yang mampu membuat suatu ide dan gagasan yang bagus namun tidak dapat merealisasikannya. Maka dari itu, sebelum memilih seorang pemimpin, mari kita lihat rekam jejak pribadi dan keluarganya, kontribusi terhadap masyarakat, dan kepekaan terhadap kondisi lingkungan.


Sudah tepatkah pilihan kita selama ini?.

Sabtu, 26 September 2015

MASIHKAH MINDER JADI PETANI?

MASIHKAH MINDER JADI PETANI?

Kehidupan petani
Ada fikiraan yang menggelitikku untuk terus memainkan keyboard. Ada sesuatu yang harus dikeluarkan. Menuliskan sebuah fenomena yang ada di masyarakat. Suatu kejadian, pola pikir masyarakat, atau hal-hal sepele yang kadang menggelitikku untuk dituliskan.

Dewasa ini, para pemuda memilih untuk bekerja disektor-sektor yang menjanjikan. Bekerja jadi pedawai negeri yang gajinya tiap bulan dapat diandalkan. Atau jika tidak, bisa juga jadi pegawai swasta yang gajinya rendah sampai tinggi. Para pemuda dengan susah payah menggapai mimpi-mimpinya. Entah lewat jelan depan atau jalan belakang. Semua tergantung diri masing-masing.

Fenomena yang agaknya menggelitikku ketika pemuda desa mulai memiliki pemikiran yang berbeda dengan para pendahulunya. Ketika, pekerjaan jadi petani mulai dipandang sebelah mata. Tak ada pilihan memang, saat ini petani adalah salah satu pekerjaan yang dinilai kurang menjamin kehidupan dimasa yang akan datang. Apalagi petani kecil dengan luas lahan kurang dari setengah hektar. Belum lagi para buruh tani yang tak memiliki lahan.

Pemuda-pemuda desa mulai meninggalkan tanah kelahirannya. Merantau ke kota untuk mengadu nasib. Meninggalkan tanah leluhurnya, kearifan nenek moyangnya dan kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakatnya. Demi sebuah harapan baru mereka kadang berfikir instan untuk mencapai sebuah tujuan. Kehidupan yang layak dan diharapkan akan menjamin hari tuanya.

Hay, pemuda desa. Ayo berfikir ulang mengenai keputusan yang kita ambil. Memang benar untuk saat ini pekerjaan jadi petani belum menjamin hari tua. Namun bukankah rezki manusia telah ditentukan. Tinggal kita mau bergerak menjemputnya atau tidak. Bukankah tugas kita untuk menjemputnya dengan cara apapun selagi sesuai dengan kaidah yang berlaku. Dan kita tak punya hak untuk mengurusi hasilnya.

Malu dicibir teman karena jadi petani?. Coba deh dipikir lagi. Bukankah dengan cara jadi petani kita ikut rembuk menghidupi bangsa Indonesia. Mencukupi kebutuhan masyarakat mulai dari beras, jagung, ketela atau bahan pokok lainnya. Bukankah itu juga sebuah kebaikan jika diniati dengan benar.

Gengsi?. Apakah kita masih gengsi jadi petani?. Yah, coba deh difikir-fikir lagi. Ada ungkapan “jika kaya jadilah pengusaha, jika hidup terjamin jadilah pegaawai, namun jika hidup bahagia jadilah petani”. Lantas kenapa masih bimbang?. Wajar jika masih bimbang. Namun ada poin yang harus digaris bawahi “bahagia bukan mengenai seberapa banyak uang yang kita miliki, bukan seberapa tinggi jabatan yang kita punyai tapi seberapa luas pemahaman dan penerimaan  hidup yang ada dalam diri”.

Maka bahagia itu bisa hadir dimana saja. Entah menjadi pegawai negeri, pengusaha dan bahkan petani sekalipun. Kesimpulannya kita ingin hidup bahagia atau ingin kaya?. Kekayaan memang bisa mengantarkan hidup bahagia. Namun kekayaan belum tentu menjamin hidup kita bahagia. Coba deh difikir-fikir lagi.


Karena bahagia adalah hak semua orang yang mau mengusahakannya. Hati yang lapang, fikiran yang jernih dan tindakan yang terpuji. Maka jadi petani pun kita memiliki hak yang sama untuk bisa bahagia. 

Rabu, 23 September 2015

KIAT SUKSES MENYELESAIKAN SKRIPSI TEPAT WAKTU


KIAT SUKSES MENYELESAIKAN SKRIPSI TEPAT WAKTU


Skripsi merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus dijalani bagi mahhasiswa. Beban mata kuliah Skripsi cukup besar dan merupakan syarat kelulusan. Menyelesaikan skripsi artinya kita telah menyelesaikan tugas di kampus dan pantas mendapat gelar sarjana. Entah itu sarjana teknik, sarjana ekonomi, maupun sarjana perikanan mereka harus menyelesaikan skripsinya.

Bagi mahasiswa tingkat akhir skripsi adalah salah satu momok yang sering dijauhi. Skripsi adalah hantu yang menakutkan. Banyak diantara mahasiswa yang harus rela meninggalkan dunia kampus karena masalah skripsi. Ada  yang putus ditengah jalan karena bingun mencari judul. Ketika judul telah dapat namun sering ditolak oleh dosen pembimbing. Ada pula yang meninggalkan skripsi karena kesulitan dalam menulis.

Kali ini ada tips yang mungkin dapat membantu bagi mahasiswa tingkat akhir khususnya dan bagi mahasiswa baru pada umumnya. Semoga beberapa tips ini dapat membantu dalam penyelesaian skripsi kalian.

1.       Pahami sikap dosen

Memahami sikap dosen pembimbing adalah salah satu syarat wajib bagi mahasiswa tingkat akhir. Memahami kebiasaannya, cara membimbing mahasiswa maupun apa yang disukainya. Misalnya ada dosen yang memiliki kebiasaan kalau konsultasi dibatasi pada jam-jam tertentu. Ada beberapa dosen yang menempelkan jadwal konsultasi bagi mahasiswanya di pintu ruangan. Maka, kita harus mematuhi aturan dosen, jika tidak sering kali kita kena marah karena mengganggu jadwal dosen pembimbing.

Ada dosen yang membimbing mahasiswanya dengan cara memberikan deadline-deadline dalam menyelesaikan skripsi. Maka dengan memahami cara membimbing kita akan dengan mudah dan dapat menyesuaikan dengan cara membimbingnya.

Beberapa dosen ada yang menyukai makanan atau minuman tertentu. Kita harus pandai-pandai memahami kesuakaan dosen pembimbing. Bukannya kita melakukan penyuapan namun ini agar dosen mood dalam membimbing mahasiswanya.

2.       Banyak membaca pustaka

Memcari pustaka adalah kewajiban bagi mahasiswa yang sedang menghadapi skripsi. Kita kadang harus bolak-balik dari kampus ke perpus jurusan-perpus pusat dan kembali ke kampus lagi untuk mencari pustaka. Jangan pernah putus asa untuk mencari pustaka dalam menyelesaikan skripsi, karena dengan banyak mencari dan membaca pustaka akan mempermudah dalam menyelesaikan skripsi. Selain menambah pengetahuan kita akan mengetahui bagaiamana penulis-penulis itu menyusun buku karangannya sehingga kita akan mudah dalam menyusun skripsi.

3.       Bertanya pada kakak angkatan yang telah lulus

Tidak ada salahnya kalau kita sering membangun komunikasi dengan kakak angkatan yang telah lulus. Selain mempererat tali silaturrahim kita juga dapat bertanya mengenai kiat-kiat mereka dalam menyelesaikan skripsinya. Jika kebetulan kakak angkatan dulunya dibimbing oleh dosen yang sama dengan kita, maka kita dapat bertanya kebiasaan dan cara menghadapi dosen pembimbing. Kita juga bisa mendapatkan pustaka mulai seperti jurnal, buku dan skripsi dari kakak angkatan 

4.       Refreshing

Kadang ketika menghadapi skripsi kita merasa jenuh karena judul ditolak dosen. Boleh jadi kita jenuh karena sulit mendapatkan pustaka yang disarankan dosen pembimbing. Mungkin kita perlu untuk merefresh otak sebentar dari rutinitas skripsi. Kita bisa jalan-jalan ke pantai, tempat wisata maupun taman kota untuk melepaskan penat dari rutinitas skripsi. Setelah refreshing kita dapat bangkit dan mengerjakan skripsi yang sempat tertunda. Perlu dicatat, kita harus pandai membagi waktu agar kita tidak terlena karena melakukan refreshing.

5.       Buat deadline

Kita perlu membuat deadline dalam menyelesaikan skripsi. Menyusun deadline sendiri agar target lulus tepat waktu dapat tercapai. Jika perlu tempel target yang akan kita capai setiap harinya di dinding kamar kost. Hal yang perlu diperhatikan adalah bersikap tegas terhadap diri dalam disiplin menyelesaikan skripsi. Sering mahasiswa telah menyusun jadwal dan membuat deadline dalam menyelesaikan skripsinya namun lagi-lagi gagal. Mereka kurang tegas dan terlena karena sering menunda jadwal yang dibuatnya sendiri.

6.       Kurangi kegiatan kampus yang tidak produktif

Kegiatan kampus adalah salah satu hal yang tak bisa dipungkiri oleh mahasiswa. Mulai dari ikut organisasi kampus , UKM bahkan organisasi diluar kampus. Setelah kita menginjak semester akhir, alangkah baiknya kita mengurangi kegiatan kampus yang kurang produktif. Bukan berarti kita meninggalkan kegiatan kampus seratus persen. Kegiatan kampus sebenarnya banyak manfaat selain menambah teman kita dapat berlatih cara komunikasi dan menyelesaikan masalah secara bersama. Mengurangi kegiatan kampus akan memberikan waktu yang lebih bagi kita untuk memfokuskan dalam menyelesaikan skripsi.

7.       Persiapkan mental

Mengerjakan skripsi harus memiliki mental kuat. Kenapa? Karena kita akan menghadapi dosen pembimbing yang kadang pemikirannya berbeda. Seringkali pendapat kita tidak disetujui oleh sang dosen. Akhirnya kita putus asa karena tidak dapat mencari apa yang diminta oleh dosen. Mental yang kuat akan membantu kita dalam menyelesaikan skripsi yang tengah dihadapi. Walaupun dosen meminta mencari pustaka yang sulit atau sering dimarahi olehnya kita akan kuat menghadapinya dan dapat menyelesaikan skripsi dengan tepat waktu.

8.       Bersikap rendah hati di depan dosen

Bersikap rendah hati di depan dosen pembimbing adalah salah satu cara agar kita dapat menyelesaikan skripsi tepat waktu. Bersikap rendah hati dengan cara mendengarkan masukan dosen dan mematuhinya adalah cara yang dapat dilakukan. Jangan kita bersikap menggurui dosen karena pada dasarnya dosen adalah guru kita. Kalaupun kita berbeda pendapat dengan dosen bersikaplah rendah hati dan sampaikan dengan bahasa yang baik. Jangan sampai kita berbeda pendapat namun menyampaikannya dengan cara yang kurang sopan. Bisa-bisa bukan solusi yang didapat malah kita dipersulit oleh dosen dalam menyelesaikan skripsi.

9.       Sabar dalam menghadapi skripsi

Sabar adalah salah satu kunci dalam menyelesaikan skripsi. Seringkali dosen pembimbing keluar kota untuk menyelesaikan proyek atau urusan kampus. Kadang draft skripsi kita belum dikembalikan sesuai yang dijanjikan oleh dosen. Maka kita harus sabar dalam menghadapinya. Jangan sampai karena dosen pembimbing terlalu lama mengoreksi skripsi membuat kita malas ke kampus dan meninggalkan skripsi kita.

10.   Kerjakan dan kerjakan

Tips agar sukses dalam menyelesaikan skripsi adalah mengerjakannya. Tak ada waktu bersantai-santai dan menunda skripsi. Kita harus tegas pada diri, jika ingin lulus tepat waktu adalah dengan mengerjakannya skripsi segera. Bukan kita terus terlena dan melupakan skripsi. Kini saatnya terus berusaha dan berusaha. Terus membaca dan menulis.

11.   Berdoa

Hal yang sering kalai dilupakan oleh mereka yang menghadapi skripsi adalah berdoa. Meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk diberi kelancaran dan kemudahan dalam menyelesaikan skripsi. Tak lupa meminta agar diberi keberkahan dan manfaat dari skripsi yang kita susun. Apapun agamanya, apapun keyakinannya setelah kita berusaha semaksimal munkin kita berdoa dan menyerahhkannya kepada Tuhan

Semoga beberapa tips tersebut dapat membangkitkan semangat kita dalam menyelesaikan skripsi. Skripsi bukan momok yang menakutkan sehingga harus dihindari. Skripsi bukan sebuah hantu yang harus ditakuti. Namun, skripsi adalah tangga yang harus dilalui agar kita dapat menyelesaikan bangku kuliah dan mendapatkan gelar sarjana. Selamat mencoba dan semoga berhasil dalam menyelesaikan skripsinya.


CATATAN RELAWAN FBM 2015

CATATAN RELAWAN FBM 2015

Hari berikutnya target harus terpenuhi. Semua surat harus selesai tersampaikan dengan baik ke sekolahh-sekolah. Akupun memutuskan untuk mengajak salah satu temen. Sebenarnya dia ini gak tau Sendang, dan dengan cara ini aku bisa mengajak ia  untuk jalan-jalan ke Sendang. Akhirnya dia pun aku sindir “Dolanmu mek adoh endok”. Maksudnya jalan-jalanmu jauh telur yaitu makna sindirian dimana telur yang gak punya kaki aja bisa dikirim kemana-mana bahkan sampai luar pulau. Kamu yang punya kaki dan bisa naik kendaraan aja gak tau mana-mana.

Foto : Dokumen Pribadi
Surat pertaman adalah ke SMP 1 Karangrejo. Disana akupun ngajak ngobrol salah satu staf gurunya.
“Pak, kalau siswa sini biasanya ikut lomba menulis apa saja?” tanyaku

“Ya ikut, tapi menulis yang olimpiade (maksudnya karya tulis ilmiah)”

“Kalau lomba cerpen dan sebagainya”

“Kayaknya belum mas”

“Iya Pak, kebetulan ini memang yang pertama di Tulungagung”

Lanjut, surat aku sampaikan ke SMA 1 Karangrejo, SMP 2 Karangrejo dan SMP Kristen Sendang. Di SMP Kristen Sendang akupun ngajak ngobrol lagi ke beberapa staf TU. Kesimpulannya selama ini memang untuk lomba menulis khususnya cerpen, geguritan, cerkak memang jarang sekali ada dan bahkan mungkin ini yang pertama. Di SMP Sendang wajah-wajah staf Tu nya ramah. Aku pun dipersilahkan duduk dan mengisi daftar tamu yang telah di sodorkan. Mungkin SMP swasta, memang pelayanan yang nomer satu.

Foto : Dokumen Pribadi

Terakhir surat yang harus disampaikan adalah ke SD-SMP 1 Atap. Letaknya cukup jauh. Kira-kira dari kantor Kecamatan Sendang sekitar 7-8 kilometer. Namun karena ini adalah amanat yang harus aku sampaikan, akhirnya akupun sampai di SD-SMP 1 Atap. Dari sebelah sekolah aku bisa menyaksikan kota Tulungagung dari ketinggian. Terlihat rumah, pabrik, jalan raya, menghiasi kota Tulungagung. Ternyata Tulungagung memiliki panorama yang gak kalah indah bila dibandingkan kota lain. Lantas kenapa ini semua tidak digarap oleh pemerintah dengan serius?. Jika menilik Jogja, sebenarnya potensi Tulungagung gak kalah. Seperti contoh daerah hutan pinus Mangunan di Jogja. Hanya modal pohon pinus yang menjulang dan lingkungan yang bersih bisa jadi tempat wisata. Di daerah Kecamatan Sendang pun ada. Beberapa ruas jalan di penuhi pohon pinus yang menjulang dan rindang. Jika ini digarap serius dengan publikasi yang bagus mungkin bisa menjadi alternatif lain untuk wisata alam.

Selasa, 22 September 2015

CATATAN RELAWAN FBM 2015

CATATAN RELAWAN FBM 2015

Siang udara kota Tungagung cukup panas. Jika ditaksir suhunya sekitar 33 0C. Ada beberapa tugas yang harus diselesaikan hari ini. Pertama mengantar buku ke rumah temen dan kedua mengantarkan surat untuk Festifal Bonorowo Menulis 2015. Ada beberapa surat yang haru diantar ke sekolah-sekolah di Kecamatan Sendang dan Karangrejo. Kedua kecamatan tersebut bersebelahan jadi lebih mudah dan efisien nantinya dalam mengantarkan karena satu jalur.

Rencana awal untuk mengirimkan surat ke SMP 1 Karangrejo kemudian naik ke SMA 1 Karangrejo. Namun karena salah satu temen minta untuk dibawakan buku yang telah ia pesan akhirnya harus memutar arah ke SMP 2 Sendang terlebih dahulu. Akupun memutuskan untuk mengambil jalur berbeda dari rencana awal yaitu melewati desa Babadan, Bungur dan kedoyo. SMP 2 Sendang terletak di Desa Kedoyo. Desa kedoyo ini termasuk di daerah ketinggian sehingga view Tulungagung dapat dinikmati di daerah tersebut.

Setelah mengantarkan surat dari SMP 2 akhirnya aku pun mengantarkan pesananan buku di salah satu teman. Perjalanan berlanjut untuk mengantarkan surat ke beberapa SMP di Sendang. Apa boleh buat, waktu terasa sangat cepat. Sehingga akupun hanya dapat menyelesaikan 2 surat. Jauh dari target awal dimana akan aku selesaikan semua surat ini ke sekolah-sekolah. Ternyata aku menyadari bahwa, aku bukanlah kurir surat yang handal. Patut menjadi catatan bahwasanya, memprediksi masa depan tidak lah dengan kata-kata dan rencana. Namun dengan tindakan nyata.


Rencana awal gumamku hatiku “apalah, surat tak ada 10, paling sehari selesai”. Tapi ada beberapa kendala yang tak dapat aku prediksi. Dan pada titik ini, aku merasakan bahwasanya manusia hanya dapat merencanakan, namun Tuhanlah yang menentukan.

Bersambung.....

Jumat, 18 September 2015

BAB 2. KONFLIK SOSIAL

BAB 2. KONFLIK SOSIAL

Keterangan : kehidupan masyarakat desa

Masyarakat desa merupakan salah satu komunitas  yang menggambarkan kehidupan masyarakat yang ideal. Budaya yang masih dijunjung tinggi, kearifan lokal yang masih mengakar, sampai hal-hal sepele yang dapat dengan mudah kita jumpai. Kemajuan zaman mengantarkan masyarakat desa pada sebuah pilihan yang berat. Tuntutan ekonomi menjadi landasan dasar masyarakat untuk hijrah ke kota. Banyak kita jumpai masyarakat yang melakukan urbanisasi ke kota dengan  tujuan untuk merubah nasib. 

Keterangan : kehidupan masyarakat kota

Kota merupakan salah satu tempat tujuan untuk urbanisasi. Urbanisasi yang besar akan menimbulkan berbagai permasalahan. Banyaknya orang dari berbagai latar belakang datang dengan tujuan masing-masing ke kota. Akibatnya terjadilah berbagai permasalahan yang timbul seperti rasa acuh antar warga, kesenjangan sosial, kesadaraan dalam bermasyarakat, keamanan kampung sampai pengangguran bahkan tingkat kriminalitas tinggi.


Bagaimanakah tanggapan kalian (saudara) dalam menghadapi berbagai permasalahan tersebut. Berikanlah solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Selasa, 15 September 2015

MUSIM PANEN TEMBAKAU


MUSIM PANEN TEMBAKAU

Foto : Dokumen pribadi

Musim panen tembakau telah tiba. Para petani tembakau tengah siap menghadapi musim panen yang dimulai bulan september ini. Banyak para petani yang tengah panen tembakau. Entah dijual daun yang masih basah atau dirajang sendiri tergantung masing-masing. Biasanya para petani yang memilih menjual daun basah karena terkendala beberapa hal seperti biaya untuk pengeringan yang mahal, tenaga, serta waktu yang cukup lama.

Tembakau Kalituri adalah jenis tembakau yang biasa masyarakat tanam di daerah Kabupaten Tulungagung. Asal-usul nama tembakau Kalituri sampai saat ini simpang siur. Belum ada riset pasti mengenai asal-usul penamaan jenis tembakau Kalituri. Namun disalah satu sentral tembakau di Tulungagung terdapat sebuah kempung dengan nama Kalituri. Entah nama jenis tembakau Kalituri ada hubungannya dengan nama sentral tembakau tersebut, sampai saat ini belum ada jawaban yang pasti.

Tembakau Kalituri memiliki karakter yang berbeda bila dibandingkan dengan tembakau Temanggung,paiton atau srintil.  Tembakau Kalituri memiliki daun yang lebar dan tebal. Hal ini dikarenakan pada usia dewasa (2 bulan) ujung tanaman di pangkas agar tidak tumbuh tinggi. Tujuannya distribusi makanam pada tanaman digunakan untuk melebarkan dan menebalkan daun.

Proses pemangkasan ujung tanaman ini, masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama “Munggel”. Setiap 1-2 minggu sekali antara sela daun dengan batang  terdapat tunas yang mulai tumbuh besar. Maka tahap berikutnya yaitu pembersihan tunas tersebut agar makanan yang digunakan tanaman dapat dengan maksimal dimanfaatkan untuk pelebaran dan penebalan daun. Hal ini dikarenakan tembakau adalah salah satu tanaman yang dimanfaatkan daunnya bukan batang atau bunganya.  Proses pemangkasan tunas biasanya 2-3 kali tergantung kondisi tanaman. Proses ini masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama “wiwil”.

Mendapatkan tembakau kering diperlukan waktu sekitar 5-6 hari. Setelah daun di panen, diperlukan waktu 2 hari disimpan agar tembakau matang dengan ciri warna daun menguning keemasan. Daun yang telah menguning kemuadian di hilangkan batang daunnya dan selanjutnya dilinting sebesar paha orang dewasa. Besoknya, daun yang telah dilinting tersebut dirajang halus dan selanjutnya di tata pada papan bambu (jawa : Idek). Dibutuhkan waktu 2 hari untuk mengeringkan daun tembakau yang telah dirajang.


Proses terakhir adalah pengemasan tembakau. Tembakau yang telah benar-benar kering kemudian di lipat memnetuk persegi panjang. Tumpukan tembakau yang elah dilipat tersebut kemudian diikat dengan menggunakan tali rafia. Setelah tertata rapi ikatan tembakau tersebut dimasukkan kedalam plastik. Tujuannya agar tembakau yang telahh kering dapat awet dan tidak mudah terkontaminasi baik oleh udara, hewan, maupun yang lainnya. 

Foto : Dokumen pribadi

Jumat, 11 September 2015

KEWASPADAAN DAN KESADARAN MODERN

 KEWASPADAAN DAN KESADARAN MODERN

Manusia adalah mahkluk yang unik. Ia memiliki akal yang membuatnya untuk terus berkembang. Saat kecil manusia belajar tengkurap-merangkak-berdiri sampai berjalan. Semua adalah proses alamiah yang dialami manusia. Saat usianya menginjak 6 tahun ia mulai masuk sekolah dan diajarkan cara membaca dan berhitung. Kian hari usianya bertambah dan bertambah pula apa yang dipelajarinya. Diusia belasan ia mulai mengenal mengenai rasa ke lawan jenis. Ia mulai mencari jati dirinya. Semakin dewasa ia akan mulai dihadapkan oleh lingkungan yang menyambutnya untuk menghadapi hiruk pikuk dunia.

Pada titik tertentu, manusia dewasa perlu kesadaraan modern dalam menyambut kehidupan dunia yang semakin kompleks. Belajar mawas diri apa yang tengah terjadi dengan berbagai konspirasi sistem yang telah membelenggu dunia. Sistem kapitalis telah membelenggu negara-negara dibelahan dunia. Menimbulkan effect pola hidup hedon yang kadang kita tak menyadarinya. Segala produk telah dihasilkan oleh perusahhaan multinasional bahkan internasional. Semua diiklankan di Televisi nasional. Disajikan secara apik sehingga membuat kita terperdaya.

Inilah pola hedon yang telah merasuk dalam pikiran kita. Memaksa kita tak berdaya untuk memuaskan diri. Merasa kurang dengan segala yang ada. Apa yang baru dan berasal dari negara maju diangga perlu ditiru. Perlu dibeli untuk menjaga gengsi dengan rekan kerja, tetangga bahkan orang-orang kecil sekalipun.

Pruduk kesehatan, kebugaran, kecantikan bahkan sampai alat yang menunjang kehidupan manusia terasa tak asing ditelinga kita. Semua produk tersebut hilir mudik menghiasi iklan layar kaca. Kita tak berdaya dan berfikir “kapan bisa memilikinya”. Ah rasanya terlalu bernafsu untuk memilikinya. Tapi, kondisi lingkungan dan pola fikir kita akhirnya tak berdaya juga. Mau tak mau kita membelinya. Bahkan produk yang tak penting sekalipun akhirnya kita beli.

Sementara di kota tumbuh subur baliho yang menutupi sebagian sudut kota. Dulu kota yang hijau dihiasi pepohonan kini mulai tergantikan dengan baliho yang menjulang besar. Lagi-lagi iklan produk kecantikkan, teknologi terkini sampai transportasi tidak luput dipasang disana. Akhir-akhir ini, ada beberapa pengecualian, ada beberapa orang yang wajahnya terpasang di sana. Demi mendapatkan simpati dari masyarakat mereka rela merogoh kocek puluhan juta.

Sudut-sudut kota mulai ditumbuhi restoran yang menawarkan makanan siap saji. Mereka menyajikan menu makanan untuk memenuhi kebutuhan akan hidup masyarakat kota yang kian dikejar waktu. Dicetuskannya fastfood yang akan membantu bagi masyarakat yang tak ada waktu untuk memasak dirumah. Jika dilihat dari nilai gizinya sebenarnya jauh dari kata cukup. Hanya ayam goreng dengan nasi dan sambal. Sementara asupan serat berasal dari mana?. Ah tak pantas kita mempermasalahkannya, nyatanya kita juga sering masuk dan menikmati makanan disana.

Itulah sekelumit kehidupan manusia modern dengan berbagai keindahan semu yang ditawarkan negara-negara maju. Nampaknya kita perlu menumbuhkan kesadaraan berfikir dan kedewasaan dalam mengambil sikap untuk menghadapi kehidupan modern yang terus menggerus zaman. Kewaaspadaan modern perlu ditingkatkan agar kita tak mudah terbujuk dengan rayuaan modernesitas, hidup hedons dan sistem kapitalis.