WpMag

Rabu, 21 Oktober 2015

KEINDAHAN KOLAM ALAMI DI PANTAI KEDUNG TUMPANG

KEINDAHAN KOLAM ALAMI DI PANTAI KEDUNG TUMPANG

Weekend enaknya kemana?. Banyak orang bingung mau ngapain di akhir pekan. Setelah bekerja satu minggu, lantas diberi kesempatan libur bingung mau digunakan untuk apa. Begitu juga kami, biasanya minggu pagi menikmati secangkir kopi di salah satu kedai kopi terkenal di Tulungagung ayaitu Mak Tin  sambil membicarakan rutinitas yang telah dijalani selama sepekan ini. Namun tak sekedar membicarakan mengenai pekerjaan, kadang bisa sampai mengenai isu politik hukum bahkan ekonomi skala makro.

Namun, agak berbeda ketika salahh satu teman mengalihkan pembicaraan kami. Topik kami pindah untuk agenda setelah kopi pagi. Salah satu dari kami mengajak untuk main ke pantai. Kebetulah Tulungagung merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan dengan samudra Hindia sehingga memiliki beberapa pantai yang cukup terkenal. Setelah berdiskusi, kami memtutuskan untuk mengunjungi pantai yang lagi ngehit di Tulungagung yaitu pantai Kedung Tumpang.


Perjalanan kami dimulai pukul 08.00 menuju arah selatan. Melewati kecamatan Sumbergempot, Campur darat dan kemudian Pucanglaban. Pantai Kedung Tumpang terletak di Kecamatan Pucanglaban. Kecamatan Pucang laban merupakan salahh satu kecamatan yang terletak di deretan pegunungan. Membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di kecamatan Pucang laban. Jalan yang kami lalui semakin terjal ketika sampai di Kecamatan Pucang laban. Beberapa ruas jalan mulai bergelombang dan berlubang. Membuat kami ekstra hati-hati. Tidak hanya itu, tanjakan dan turunan menyambut kami menuju Pantai Kedung Tumpang.

Sebelum memasuki daerah pantai kami harus melewati jalan tanah dengan debu yang siap terbang ketika kendaraan melintas. Di kiri dan kanan jalan gersang dan sedikit pohon yang tumbuh. Semenatara motor kami terus membelah jalan pegunungan tersebut. Memainkan stang dan rem dengan ekstra hati-hati agar tidak terjatuh.

Sekitar satu jam perjalanan, pukul 09.00 kami tiba di parkiran. Sebelumnya memang kami berempat belum satupun yang pernah ke Pantai Kdung Tumpang. Seketah sampai di parkiran takjub lantaran sudah ratusan motor terparkir rapi. Tidak ada area parkir resmi seperti di tempat wisata lain dengan bangunan sebagai peneduh. Di sini motor-motor tertata di pinggir jalan dan ada beberapa orang yang mengatur dan menjaganya.

Keterangan : Area parkir di lahan terbuka

Memang Pantai Kedung Tumpang tidak seperti pantai Popoh, Sidem atau Sine yang telah terkenal terlebihh dahulu. Pantai Kedung Tumpang mulaii banyak dikunjungi pada tahun  2015 ini. Sehingga akses jalan, area parkir, maupun fasilitas lain belum tersedia dengan maksimal.

Biaya masuk sekaligus parkir di patok 5 ribu rupiah per motor. Cukup murah jika dibandingkan dengan tempat wisata lain. Setelah memarkirkan motor kami segera menuju pantai yang jaraknya sekitar 500 m. Akses jalan menuju pantai cukup sempit dan masih tanah alami. Kamipun harus berhenti ketika berpapasan dengan pengunjung lain. Jalan menuju pantai menukik terun dengan kemiringan mencapai 45 derajat. Kamipun harus ekstra hati-hati.

Keterangan : jalan menuju pantai yang curam

Sekitar 100 meter sebelum samapai di pantai, kami harus melewati jalan menurun dengan tali tambang sebagai pegangan. Hanya ada satu jalan, sehingga pengunjung yang mau balik hharus menunggu pengunjung yang turun menuju pantai agar tidak terjadi kecelakaan. Setelah melewati rintangan yang cukup berat akhirnya kamipun samapai di Pantai Kedung Tumpang.

Di lihat dari topografinya, Pantai Kedung Tumpang sebenarnya lebih mirip dengan deretan jurang. Jurang-jurang tersebut tersesun oleh batu pantai yang mulai terkikis oleh pasang air laut. Di salah satu spotnya. Terlihat curukan batu yang dimana membentu menyerupai kolam alami dengan air berwarna kehhijauan. Banyak masyarakat menyebutnya sebagai kolam alami. Sebelum di pasang papan larangan mandi di kolam tersebut dulunya banyak pengunjung yang berenang di salahh satu spotnya. Karena ombak laut yang tidak dapat di prediksi, masyarakat sekitar dan para pecinta alam mulai memberlakukan larangan berenang.

Keterangan : Ombak menghantam bibir pantai
Keterangan : Warna air laut terlihat hijau di kolam alami

Keterangan : Background kolam alami 

Deburan ombak yang menghantam batu karang, hijaunya air di kolam alami, dan semilir angin yang merontokkan dedaunan menjadi pemandangan di  Pantai Kdung Tumpang. Pantai Kedung tumpang ini akan menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang menarik bagi wisatawan jika dikelola dengan baik. Maka diperlukan kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk mempercepat pembangunan. Namun yang perlu diperhatikan adalah pebangunaan yang berwawasan lingkungan adalah salah satu tongga dasar agar tetap menjaga keseimbangan alam.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar