WpMag

Minggu, 19 Juli 2015

SAHABAT SEJATI

SAHABAT SEJATI

Foto : Dokumen pribadi

Sahabat itu, walaupun jarang bertemu namun masih dapat bertegur sapa. Entah dengan cara apa, yang pasti, persahabatan akan terus berlanjut. Jarak bukanlahh halangan untuk sekedar tersenyum di ujung dunia masing-masing. Di sudut-sudut ruangan, di lorong, di rumah kecil atau di kamar yang sempit sekalipun kita dapat menyapanya. Walaupun tak sempat bertegur sapa, setidaknya doa-doa masih bisa terpanjatkan untuk kebaikan bersama. Jikalau belum sempat setidaknya kita tak melukai dan merenggangkan persahabatan kita. Entah bagaimana caranya yang pasti persahabatan akan terus berjalan. Diam kita bukanlah perseteruan, namun lebih kepada menjaga persahabatan. Obrolan kita bukanlah mengenai perdebatan yang tak berguna namun lebih kepada saling mengingatkan. Emosi yang meluap bukanlah bentuk kedengkian namun lebih dari itu, rasa akan memiliki sahabat yang terbaik.

Persahabatan bukan diukur dari intensitas bertatap muka. Bukan juga diukur dari banyaknya percakapan yang lahir dari sana pula. Persahabatan bukan diukur dari senyum yang setiap kali mengembang di setiap perjumpaan. Namun, persahabatan diukur dari merasa nyaman jika dekat dengannya. Walaupun jauh keberadaannya namun kita dapat merasakan kehadirannya. Entah dengan apa cara apa, dengan kenangan-kenangan yang telah terlewati, dengan kata-kata  penyemangat di kala kita terjatuh. Atau mungkin dengan ketidak adaanya yang membuat kita memahami, bahwa persahabatan itu penting.

Dan, kadang kala kita baru menyadari bahwa kita terlalu egois ketika mereka satu persatu pergi. Kadang kala kita terlalu kasar terhadap mereka. Namun, mereka yang tak pergi dan terus ada adalah sahabat sejati kita. Yang jika kita marah, ia malah tersenyum dan menepuk pundak kita sembari mengingatkan. Yang ketika kita menyakitinya namun ia malah diam dan tak membalasnya. Yang ketika kita diam pergi, ia malah mendekat dan membisikkan kenangan-kenangan bersama.

Dan, kita baru sadar bahwa sahabat sejati itu masih ada. Walaupun jarak yang terus memisahkan kita. Waktu yang terus memotong kenangan-kenangan kita. Orang-orang baru yang silih berganti hadir di kehidupan kita. Dan dunia baru yang terus bermetamorfosis bersama waktu. Sahabat sejati masih ada dalam kehidupan kita.

Mari merenung, sudahkan kita menjadi manusia yang dapat memberikan ketentraman di setiap perjumpaan dengan orang lain. Marilah kita menjadi sahabat sejati dalam setiap perjalanan ini. Mengisi kehidupan orang disekitar kita dengan kebaikan dan kebersamaan. Dengan senyuman akan sebuah kedamaian dan ketentraman hati dan jiwa....


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar