WpMag

Sabtu, 10 September 2011

SABAR

 SABAR

Sungguh sangat bersyukur sekali aku punya teman yang baik-baik dan selalu mengerti keadaanku. Oh ya, sebelumnya tak afdhol jika belum tahu siapa aku sebenarnya. Aku dilairkan dengan nama Robin, disuatu kampung kecil bernama kalituri. Untuk lebih tepatnya aku lahir dikabupaten Tulungaung, Jawa Timur.
Kini aku sedang menuntut ilmu di kota yang kata banyak orang disebut kota pelajar. Ya, disinilah, di Jogja ini aku sedang menuntut ilmu. Di Jogja kini aku tinggal bersama kelima temanku yang sangat baik-baik dan selalu mengerti keadaanku. Walaupun terkadang mereka sering menjengkelkan, namun Alhamdulillah masih dapat dikontrol. Dari semua temenku gak ada yang neko-noko apalagi samapai memiliki kebiasaan extrime.
Hari-hariku dikampus maupun dikontrakan cukup menyenangkan namun aku lebih menyukai menghabiskan waktu dikontrakan bersama teman-teman satu kontrakan. Kontrakan yang baru ini cukup nyaman karena jauh dari bising lalu lalang kendaraan bermotor.
Hari ini, ada hal yang cukup menjengkelkan namun biasalah namanya persahabatan. Aku tak marah dan harus tetap sabar. Katanya sih Tuhan beserta orang-orang yang sabar. Mending aku sabr sehingga aku dapet deket dengan Tuhan.
Oh ya, gini ceritanya tadi pagi ia ngajak janjian mau jahitin sepatu yang lagi rusak di tukang jahit. Letaknya sih cukup jauh, dekat mirota kampus, katanya. Aku mengiyakan dan rencananya pukul 14.00 kita mau kesana. Namun apa yang terjadi ketika aku mengaaknya berangkat, eh malah ia asik berselancar di dunia imajinasinya yaitu dunia game. Aku apanggil ia,
“San jadi gak, ayo jahitin sepatu”
“Entar”jawab ia dengan nada enteng
Aku balik kekamar, tak lama berselang aku kekamarnya dan berkata
“Jadi gak,?”tanyaku
“Entar,”
ah, emosiku memuncak.....aku masuk kamar dan nikmatin musik di komputer......
akhirnya singkat kata kamipun gak jadi jahitin sepatu. Entah besok senin pakai sepatu apa, untuk kuliah, aku juga bingung, nyante ajalah....hidup kok dibikin susah.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar