WpMag

Kamis, 17 November 2011

BAKTERI PENYABAB PENYAKIT PADA IKAN


BAKTERI PENYABAB PENYAKIT PADA IKAN

Aeromonas hydrophila
Aeromonas hydrophila merupakan bakteri heterotrophic unicellular, tergolong protista prokariot yang dicirikan dengan adanya membran yang memisahkan inti dengan sitoplasma. Bakteri ini biasanya berukuran 0,7-1,8 x 1,0-1,5 µm dan bergerak menggunakan sebuah polar flagel (Kabata 1985). Hal ini diperkuat oleh Krieg dan Holt (1984) yang menyatakan bahwa Aeromonas hydrophila bersifat motil dengan flagela tunggal di salah satu ujungnya. Bakteri ini berbentuk batang sampai dengan kokus dengan ujung membulat, fakultatif anaerob, dan bersifat mesofilik dengan suhu optimum 20 - 30 ºC (Kabata 1985). Bakteri ini bersifat gram negatif, berbentuk batang, motil. Merupakan agensia penyebab hemoragik septicemia atau MAS (Motile Aeromonas Septicaemia) pada beragam spesies air tawar.
Tanda-tanda klinis infeksi Aeromonas hydrophila bervariasi tetapi umumnya ditunjukkan adanya hemoragik pada kulit, insang, rongga mulut, dan borok pada kulit yang dapat meluas kejaringan otot. Sering juga tanda-tanda klinis ditunjukkan dengan terjadinya eksoptalmia, ascites, pembengkakan limfa dan ginjal. Secara histopatologis tampak terjadinya nekropsi pada limfa, hati, ginjal dan jantung. Seringkali bakterimia ditandai oleh penampakan sel-sel bakteri pada jaringan-jaringan tersebut.    
Pencegahan dapat dilakukan dengan menekan masuknya pathogen dan kontak dengan ikan. Kemudian perlu dihindari pula pemasukan ikan dari daerah yang merupakan sumber penyakit. Pengobatan saat ini masih terbatas pada empat antibiotik, yaitu Terramycin, Oxytetracycline, dan Remet-30, Potentiated Sulfonamida.
Streptococcus sp
Bakteri ini memiliki bentuk bulat atau kokus dan bersifat gram positif umumnya dijumpai dalam bentuk kumpulan sel-sel yang membentuk rantai. Bakteri ini merupakan pathogen pada ikan tilapia, striped bass hibrida, dan oncorhiynchus mykis. Penyakit yang ditimbulkan dapat dijumpai dalam bentuk septicemia berat yang akut atau dalam bentuk kronikdengan serangan terbatas pada system syaraf pusat. Septicemia kemungkinan disertai dengan hemoragik pada sirip, kulit dan permukaan serosal, dapat pula terbentuk borak. Secara mikroskopis, akibat penyalit bakteri ini dapat terlihat oleh adanya meningoensefalitis, poliserositis, epikarditis, miokarditis dan selulitis. Sel-sel bakteri akan dijumpai pada area yang mengalami inflamasi. Pada infeksi kronik dapat terjadi granuloma pada hati, ginjal dan otak. Sebelum terlambat, penyakit ini masih bisa diobati. Bahkan untuk pencegahannay vaksinnya pun sudah tersedia. I Jepang telah digunakan erythromycin dan ampisilin untuk mengatasi penyakit ini.
Vibrio sp
Secara umum, bakteri vibrio bersifat aerob, tetapi ada pula yang bersifat anaerob fakultatif. Selain itu, vibrio juga bersifat motil karena pergerakannya dikendalikan oleh flagela polar, tergolong bakteri gram negatif dan berbentuk batang yang melengkung (seperti tanda koma ).vibrio pada umumnya menyerang ikan air laut atau ikan air payau, tetapi ada laoran mengenai infeksi vibrio pada ikan air tawar.
Tanda-tanda vibriosis mirip dengan penyakit infeksi bacterial lainnya. Umumnya dimuali dengan latargik dan kehilangan nafsu makan. Selanjutnya kulit akan mengalami pemucatan atau diskolorisasi, terjadi peradangan dan nekrotik, dilanjutkan oleh kulit melapuh atau borok. Disekitar mulut dan insang terjadi bercak berdarah. Jika infeksi berlanjut sistemik, maka terjadi eksoptalmia serta pendarahan pada saluran pernafasan dan muara pengeluaran.
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan vaksinasi meliputi cara oral , rendaman, suntikan, dan secara semprotan dengan emulsi vaksin pada tubuh ikan. Beberapa odat yang dapat digunakan meliputi oksitetrasiklin dan sulfonamid. Efek sampingan yaitu timbulnya strain bakteri yang resisten terhadap obat-obatan.
Pseudomonas sp.
Pseudomonas sp. Meruakan bakteri berbentuk batang pendek, motil dengan flagella polar dan bersifat gram-negatif. Bakteri ini menyerang ikan air tawar dan merupakan pathogen oportunistik. Secara umum tanda-tanda klinis infeksi bakteri ini mirip dengan Aeomonas Hydrophila antara lain terjadi hemoragik septicemia, hemoragik pada insang dan ekor, dan borok pada kulit.
 Pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kondisi lingkungan yang baik. Selain itu pengobatan yang dapat dilakukan adalah pengobatan untuk baktei gram negatif.
Pengujian Total Plate Count (TPC)
Pengujian Total Plate Count (TPC) digunakan untuk menunjukkan jumlah mikroba yang terdapat dalam suatu produk dengan cara menghitung koloni bakteri yang ditumbuhkan pada media agar.
Postulat Koch
Postulat Koch atau Postulat Henle-Koch ialah 4 kriteria yang dirumuskan Robert Koch pada tahun 1884 dan disaring dan diterbitkannya pada 1890.  Koch mengungkapkan keempatnya harus dipenuhi untuk menentukan hubungan sebab-musabab antara parasit dan penyakit.robert Koch menerapkannya untuk menentukan etiologi antraks dan tuberkulosis, namun semuanya telah diterapkan pada penyakit lain.
Isi postulat Koch adalah:    
§  Organisme (parasit) harus ditemukan dalam hewan yang sakit, tidak pada yang sehat.
§  Organisme harus diisolasi dari hewan sakit dan dibiakkan dalam kultur murni.
§  Organisme yang dikulturkan harus menimbulkan penyakit pada hewan yang sehat.
§  Organisme tersebut harus diisolasi ulang dari hewan yang dicobakan tersebut
LD( Lethal Dosage)
LD( Lethal Dosage) yaitu dosis yang jika diberikan pada kondisi spesifik menyebabkan kematian populasi dalam jangka waktu tertentu.
LD50 yaitu dosis yang dalam kondisi spesifik menyebabkan kematian 50% dari total populasi dalam jangka waktu tertentu. Sementara itu, LD70 adalah dosis yang dalam kondisi spesifik menyebabkan kematian 70% dari total populasi dalam jangka waktu tertentu. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar