WpMag

Senin, 21 November 2011

JAMUR YANG MENYERANG IKAN


JAMUR YANG MENYERANG IKAN
1.    Saprolegnia
a.      Morfologi Saprolegnia
            Jamur  Saprolegnia sp juga diistilahkan dengan jamur "air dingin" karena menyebar di air dingin, namun ia bisa hidup secara baik di air dengan suhu dari 37°F hingga 91°F (3 sampai 31°C) (Carlson 2007).
     Pertumbuhan jamur  Saprolegnia sp pada tubuh ikan/telur atau substrat yang cocok dipengaruhi oleh suhu air. Sebagian besar saprolegniaceae mampu berkembang ( minimum ) pada suhu air antara   0 – 5 °C, tumbuh sedang pada 5 - 15°C, pertumbuhan optimum pada 15 – 30 °C, dan menurun pada suhu 28 - 35 °C. Walaupun sebagian besar ditemukan di air tawar, namun jamur ini juga toleran dengan air payau sehingga ditemukan juga hidup di air payau (Nursanto Didik Budi, 2007).
Jamur  Saprolegnia sp  tersusun atas filamen-filamen yang cenderung memiliki ujung-ujung berbentuk speris. Di ujung-ujung inilah yang menjadi rumah bagi zoospore, atau sebagai "benih" dari jamur  Saprolegnia sp, yang memungkinkan bisa berkembangbiak. Filamen-fIlamen tersebut disebut dengan hyphae dan inilah yang membuat jamur  Saprolegnia sp terlihat seperti kapas. Hyphae inilah yang menyerang jaringan ikan. Pada gambar dapat  dilihat hyphae dengan ujung-ujungnya yang berbentuk speris. Dengan menggunakan mikroskop 400x, struktur tersebut akan terlihat sama.
Di air,  jamur  Saprolegnia sp terlihat seperti kapas, namun jika tidak di air akan terlihat sebagai kotoran kesat. Jamur  Saprolegnia sp memiliki warna putih ataupun abu-abu. Warna abu-abu juga bisa mengindikasikan adanya bakteri yang tumbuh bersama-sama dengan struktur  jamur  Saprolegnia sp tersebut. Selama beberapa saat,  jamur  Saprolegnia sp bisa berubah warna menjadi coklat atau hijau ketika partikel-partikel di air (seperti alga) melekat ke filament.


b.      Siklus hidup  saprolegnia sp.
saprolegnia cicle
JamurSaprolegniaspmemilikisikluskehidupandiploid, baikdenganreproduksiseksualmaupunaseksual, sporadariSaprolegniaspakanmelepaskan zoospore utama.Dalambeberapamenit, zoospore iniakanmelakukan encyst, berkecambah, danmelepaskan zoospore lainnya. Zoospora yang keduainimemilikisiklus yang lebih lama selama dispersal terjadi;  Saprolegniaspakanterusmelakukan encyst danmelepaskanspora-sporabarudidalam proses yang disebutdenganpolyplanetismsampaibisamenemukansubstrat yang cocok. Ketika media ditemukantepat, makarambut-rambut yang menutupisporaakanmenguncikedalamsubstrattersebutsehinggafasereproduksiseksualnyadapatdimulai.DidalamtahappolyplanetismejugaterjadibahwaSaprolegniaspdapatmenyebabkaninfeksi; sebagianbesarspesies pathogenic memilikikait-kait yang sangatkecilpadaujungRambutnyauntukmendukungkemampuaninfeksinya.Ketikasudahterlekatkansecarakuat, makareproduksiseksualdimulaidimanajantandanbetinanyamengeluarkangametangium, antheridia danoogonium.Penyatuandilakukanmelaluitabungfertilisasi.Zygote yang dihasilkandisebutdengan oospore.
2.    Ichthyophonushoferi
a.      MorfologiIchthyophonushoferi
Ichthyophonus hoferi diketahui sebagai jamur patogen yang penggolongannya masihdiragukan.Secarataksonomisangatrumitdalampenentuannya.Keberadaanjamurinisangatkhaspada stadium Resting spora.Bentuksperik, dindingseltebaldengan diameter 10-250 um.Diameterintiselantara 2-4 um.Denganmenggunakanpewarnaan PAS, sitoplasmaberisiglikogen, sedangdindingsporaterlihattebaldengan diameter 2-11 um dandindingsporaterdiridaripolisakarida.Ketebalandaridindingseliniberfungsiterhadaprespondariinduksemang.Diagnosis secaraserologibelumbanyakdikembangkan.
b.      SiklusHidupIchthyophonushoferi
Beberapaahlimenyebutkanbahwasiklushidup dari I. hoferi sangatsimpel, halinidisebabkankarenatidakmempunyaiselreproduksi.Dalamperkembangannyadengancaraselmultinukleatdarisporaterbagi-bagimenjadiendospora yang kecildandarimasing – masingendosporatersebutmembentukhifaatau, pecah. Perkecambahandarisporaakanterjadidengancepatsetelahsporamati, danmemproduksihifadenganjumlah yang bervariasi. Sitoplasmadarisporaakanberpindahkehifa, melaluipembelahansecara endogenous terbentuksporabaru yang bervariasiukurannyadanjumlahintinya. Cara reproduksilainadalahspora yang baruakanlepasdanmembentukrestingspora, diluarbentukhifakemudian resting sporainiakanpecahdanintiakanterlepasdansedikit demi sedikitsitoplasmaakanmemperkuatdindingsel danmembentukhifa yang akanmenginfeksijaringan. Ada beberapapendapatbahwaendosporabergeraksecaraamuboid.
3.       Branchiomycosis
a.      MorfologiBranchiomycosis
Secaramorfologi, hifadari branchiomycesdemigrans mempunyaidinding yang lebihtebaldenganukuran 0,5dampai 0,7 um dansporadenganukuran 12-17 um, sedangdinding B. sanguinis berukuran 0,2 um. Antaraduaspesiestersebutsangatsulituntukdibedakan.Sporangia yang dihasilkanoleh Branchiomyces samadengan sporangia dariSaprolegnia.Gejalapadainsang yang disebabkanoleh saprolegniahampirsepertikejadian Gill Rot yang disebabkanoleh Branchiomyces.Strukturantigenikdari Branchiomyces baru-baruiniditemukanmenyerupai Saprolegnia.Branchiomycetes tidakpernahdapatterisolasidarisumberlainselainjaringaninsangikan.
b.      SiklusHidupBranchiomycosis
Ikanlain yang dapatterinfeksiolehBranchiomycesiniadalahikanmasdanikan koi. Kejadianiniberkaitandenganadanyastresdanluka.Infeksiolehjamuriniakancepatmemburukapabilakolamsangatpenuh, banyakpertumbuhan algae, temperatur air lebihdari20 derajatCataumeningkatnyaamonia, walaupunpadasemuakasustidakbergantungpadakualitas air.Cara penularanpenyakitinibelumdiketahuiwalaupunduacarainfeksisudahdiketahui.Didugabahwasporadarijamurinimenyebardanmenginvasiinsang yang mengalamilukaakibatdarikualitasair.Infeksimungkinjugamelaluispora yang tertelandanmemasukiususdanmengalamipenetrasikepembuluhdarah.Sporamenempatisaluran yangbanyakkandunganoksigennyayaitudaeraharteribronkhial, danberkembangmengalamiperkecambahandalampembuluhdarahdanmelaluidaerahtubulusmasukkesistemrespirasi.Hifaakhirnyaberpindahkejaringaninduksemangdanmenyebabkanalirandarahterhentidanmenyebabkanterjadinyakongestidandestruksipembuluhdarah.
4.       Aphanomycessp
a.      MorfologiAphanomyces sp.
Aphanomycesmemilikimiseliumberdiameter5-15mikrondansedikitbercabang.Zoosporamunculpadaujung sporangium dalambentukmemanjangkemudianmenjadikista di sekitarujungsporangium.Hifabercabang, tidakbersepta, danberpigmen.Salah satuciriAphanomycesiniadalahmenghasilkankantungsporalebihdarisatudankeluardaritengah (samping) hifa, sedangkan cirri saprofitikhanyamenghasilkansatukantungspora yang keluardaribagian terminal (ujunghifa).Aphanomycesinimerupakanpenyebabutamapenyakit EUS (ulceratif epizootic syndrome) padaikan.Gejalaklinisdari EUS antara lain bercakputihpadadagingbawahkutikula (terlihatjelas di bawahmikroskop), danpadabeberapakasustimbulwarnakecoklatanpadakutikulaatauotot.






b.      SiklusHidupAphanomyce



2 komentar:

  1. makasi postingan nya, sangat bermanfaat untuk tugas parasitologi kami :)
    (Bio FMIPA UNRI)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama....mbak....
      ini juga tugas kuliah... :D
      salam kenal

      Hapus