WpMag

Kamis, 22 Desember 2011

Catatan Bulan Novmber 2011


Catatan Bulan Novmber 2011

Minggu ini sangat padat sekali, laporan, praktikum, tugas kuliah,responsi, presentasi, laporan lagi, praktikum lagi sungguh membosankan. Apalagi ditambah teman-teman yang kadangkali membosankan, ingin kusumbat mulut mereka semua ketika banyak yang menyindir, ngece dan bahkan berkata saru. Ah, aku ingin bercerita mengenai laporan, praktikum, tugas kuliah, semua teraduk menjadi satu seperti es campur susu…uenak tenan rek. Tapi kalau sesuatu dijadikan satu biasanya menghasilkan rasa yang berbeda dan nilai tambah tersendiri. Contohnya, makanan gado-gado, syomay, es campur, es teh (eh salah). Beda halnya dengan kasus yang aku hadapi. Semua tercampur menjadi satu menyesaki rongga otakku. Jika dapat kumuntahkan, akan kukeluarkan semua dan ku berikan kepada teman-teman yang sangat menyebalkan. 

Ah, aku tak boleh mengeluh, karena tidak aku sendiri yang mengalami hal ini, tapi 20 temanku di satu prodi Budidaya semua mengalami. Tergantung bagaimana mengahadapi minggu ini. Jika melihat perubahan tingkah laku, karakteristik, morfologi…(loh, gk nyambung lagi) kayaknya merekapun banyak mengalami perubahan. Jika sebelumnya nyantai dan jarang mengerjakan laporan diwaktu jam kuliah. Sekarang mereka semua bondong2 untuk ngerjakan laporan, bahkan di jam kuliah sekalipun. Pak Dosen, Bu Dosen, Kang Dosen, Lek Dosen tak diharaukan, yang penting laporan kelar dan selamatlah untuk praktikum berikutnya. Bukan hanya di waktu jam kuliah, laporan dibawa kemana-mana, sampai-sampai ke Toilet juga…hehehe.

Presentasi genpul dapat dibilang cukup sukses walaupun banyak halangan, rintangan, membentang namun dapat juga dilalui. Tak kusangka dan tak kuduga soal responsi yang keluar begitu. Sungguh sangat menyebalkan. Masak harus nyebutin data hasil praktikum kemarin, padahal praktikumnya gagal, gimana to mas..mbak asisten…hehehe. Namun semua masih dapat dilalu dengan teknik “Ngarang Bebas”. Jika teknik itu tak muncul, mau jadi apa responsiku, aku tak dapat membayangkan. Ada hal yang menarik dan menggelitik dipikiranku ketika mas asisten menunjukkan kartu praktikumku yang belum dikasih foto, eh salah fotonya tak copot. Mas asisten menanyakan foto itu, kujawab” foto artis biasa mas kalau diminta sama Fans nya”(ngarang iki).

Gagal lagi gagal lagi, mungkin itu yang ada dibenak kami ketika menjalani praktikum pakan alami. Hampir semua acara ngulang mulai tubipekkkk, artemiekkkk, Daphniekkk, semoga saja yang Azollesss gak ngulang. Walaupun tadi ada perdebatan sengit mengenai mekanisme pengamatan akhirnya suskses juga dan Azollesss gak ngulang. Sebenarnya apa sih yang bikin gagal, aku juga bingung apa karena ada Suhar, Wisnu (papi SBY), Raymon, atau mungkin malah aku yang membuat gagal. Tapi usut punya usut mungkin juga asistennya…hus…mboten pareng…ngapunten mas…sepurane…berdasarkan analisis kami, penyebab kegagalan praktikum pakan alami adalah, system sirkulasi air diperikanan yang gak stabil (pada tubipekkk), pemberian dosis pada Artemiekkk, dan aerator yang kecil pada Daphniekkk. Ah, itu sudah lalu, kenapa harus disesali, jadikan pelajaran…hehehe.

Semua cerita mengenai berbagai “masalah” di bulan ini, tapi ada hal yang sangat menarik dan terkesan pada diriku, atau mungkin semua temanku. Tahu gak apa yang menarik itu?, pasti tahu, eh gak tagu, ah terserah kamu aja. Dibalik jeruji besi pasti ada orang, dibalik orang itu pasti ada masalah, dibalik masalah itu, pasti ada kasus, dibalik kasus itu, pasti ada motif, dibalik motif itu pasti ada rencana. Ah gak kelar-kelar kalu gini terus….”gak lucu tau”. Ada berkah juga sih dibalik kepadatan dan praktikum dibulan ini salah satunya persahabatan kita menjadi erat. Seolah kita seperti keluarga sendiri, saling bahu membahu, saling menolong baik ngerjakan praktikum, laporan, bahkan tugas. 

Ingat gak ketika beberapa minggu lalu kita ke Magelang tepatnya di Ketep. Ingat gak ketika perjalanan aku dan Wisnu (papi SBY) kena tilang dan merelakan uang 50 ribu untuk pak polisi. Ingat gak ketika kita foto bareng di ketep. Ingat gak ketika kita kehujanan di air terjun itu. Kalian semua pasti ingat, dan kalian juga merasakan keakraban yang mulai tumbuh. kalian pasti merasakan arti sebuah sahabat. Persahabatan yang lahir dari sebuah perbedaan. Menjadi sebuah persamaan yang sulit untuk dipisahkan, atau dicerai berai, atau diadu domba, bajik ramah tamah dan murah senyum, (lo, ndak nyambung lagi to). Tapi ada yang kurang, karena tak semua dari teman kita bisa ikut waktu itu. Semoga nanti semua bisa ikut untuk liburan dilain hari dan lain tempat. Dan kita bisa mencatat sebuah sejarah dalam hidup yang tak dapat dihapus oleh air hujan, tak dapat digerus oleh gelombang pasang, tak dapat lepas dan hilang oleh angin siang……

Maaf yo cah….sepurane seng akeh….tulisan yang gak mutu....

Yogyakarta 1 Desember 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar