WpMag

Minggu, 25 Desember 2011

NYETE, ANTARA SENI DAN KENIKMATAN


NYETE, ANTARA SENI DAN KENIKMATAN





Tulungagung, kota yang kaya akan sumber daya alam dan ke unikan masyarakatnya. Tulungagung yang kaya akan keunikan ini mempunyai suatu tradisi yang tidak di miliki oleh kota lain atau bahkan oleh Negara lain, yaitu seni “nyethe”. Semua anak muda Tulungagung pasti mengenal apa yang dinamakan ”nyethe”. “Nyethe” adalah melukis di atas batang rokok. Bahan dan alat yang di gunakan untuk melukis cukup sederhana. Bermodalkan batang korek api dan secangkir kopi akan di dapatkan lukisan yang beraneka ragam, unik, dan menarik. Sebenarnya tujuan lain dari “nyethe” itu sendiri adalah agar rokok yang telah di poles kopi rasanya akan lebih mantap. Tak sembarang kopi dapat digunakan untuk “nyethe”, hanya kopi-kopi tertentu yang dapat digunakan. Biasanya kopi yang di gunakan bukan berasal dari pabrik, melainkan buatan sendiri. Kopi yang berasal dari pabrik biasanya jika di sedu kurang kental, sehingga tidak di dapatkan “ampas” (jw=lendet). Kopi yang di gunakan untuk “nyethe” haruslah mempunyai kekentalan yang lebih, dan biji kopi harus di tumbuk sampai harus agar dapat di poleskan ke batang rokok. Pertama kali yang harus di lakukan dalam membuat “cethe” adalah kopi di tuang ke lepek. Setelah beberapa menit kopi yang di tuang tadi di masukkan ke dalam cangkir dan di sisakan ampasnya di lepek tadi. Maka ampas itulah yang akan di gunakan utuk melukis di atas sebatang rokok.Kegiatan “nyethe” biasanya di lakukan di warung-warung kopi.

Tulungagung sendiri sudah banyak tersebar warung kopi yang menyediakan kopi khusus untuk “nyethe”, Jumlahnya bahkan sampai puluhan. Basis warung kopi Tulungagung terletak di kecamatan Kalangberet. Biasanya anak muda Tulungagung nongkrong di warung kopi sambil nyethe.Tempat warung kopi di Tulungagung yang sangat terkenal adalah warung kopi “Mak Tin”. Warung kopi ini sudah lama berdiri, sejak tahun ’90 an sudah melayani anak muda di Tulungagung.Warung kopi “Mak Tin” terletak di desa bolorejo kecamatan kalangberet, sekita 5 kilometer dari pusat kota. Di dirikan oleh seorang perempuan yang bernama Tin.warung kopi “Mak Tin” setiap harinya tak pernah sepi dari pengunjung.Mulai di buka pagi pukul 6 sampai malam pukul 23.00 wib.Kegiatan nyethe di warung kopi ini bagi anak muda Tulungagung hanyalah sebagai sarana refreshing, di tengah kegiatan sehari-hari.Jika anda perokok berat munkin akan penasaran dengan kegiatan nyethe. Karena rokok yang telah di poles dengan kopi rasanya akan berbeda dengan yang tidak di poles. Jika anda sedang jalan-jalan ke Tulungagung sempatkanlah untuk mencicipi kopi khas Tulungagung dan seni men “cethe”.

Selain di warung kopi “Mak Tin” banyak juga tempat yang selalu menyuguhkan kopi cethe kha Tulunagung.Di antaranya adalah warung kopi”Waris”, warung kopi “Pak Yani”, dll. Harga dari secangkir kopi ini tak mahal, tidak akan menguras gocek anda. Cukup Rp1500 sudah dapat menikmati kopi khas Tulungagung beserta keunikan “nyethe”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar