WpMag

Kamis, 06 Desember 2012

SINCHI



SINCHI

sumber : http://ctcheery87.blogspot.com/2012_08_01_archive.html

Kadang aku tertawa sendiri ditengah gelapanya malam yang menyambut dengan pelan. Ia berjalan di mengiringi setiap alunan persahabatan kita. Ia mengalir mengantarkan kita pada suatu masa yaitu malam. Disitulah malam selalu datang dan persahabatan kita dimulai. Pertama dulu mengenalmu seorang yang sangat aku harapkan. Dan suatu saat nanti aku bisa merungkuh dan menyatukan persahabatan ini. Namun lambat laun, ada sisi unik yang terkandung dalam dirimu. Aku melihat, aku merasakan, dan aku tetap merasakan. Engkau sahabat yang unik dan ingin aku tetap menjadi sahabatmu. Persahabatan ini sangatlah berarti bagiku.
Andaikan aku boleh memberikan satu nama, ingin aku memanggilmu Sinchi. Tapi itupun jika kau membolehkanku. Ah, aku tak boleh berandai-andai. Mengenai kata itu, sudahlah suatu saat aku akan menceritakannya.

“Hrrrhhrrrr” lagi-lagi Hp ku berdering, langsung aku sabetkan tangan ini untuk megambil Hp kesayanganku. Hp yang telah bertahun-tahun menemaniku, baik ketika hujan ataupun terik mentari disiang. Walaupun bentuknya sudah tak layak, namun inilah penyambung persahabatanku.

“Dingin ya Yas” Sms yang cukup singkat. Aku harus membalas dengan kata apa. Masak aku harus membalasnya dengan satu kata “Iya” kan gak enak banget. Selalu ia muncul dengan kata-kata tak terduga. Walaupun udara di mala mini tidak begitu dingin, ia menanyakan padaku mengenai mala mini. Dalam tulisannya pun ia tak mencamtuman tanda Tanya atau titik. Bingung kan.

“iya, seperti Es di kutub utara, eh salah di ekuator. Hehehe” balasku dalam Sms itu.
Semakin malam, perbincangan dalam SMS ini semakin menjadi. Tapi bukan menjurus, malah semakin menjadi-jadi rancunya. Berbicara mengenai inilah, itulah, pokoknya semua. Dari situlah aku mulai mengenal dia. Orang unik yang pernah aku kenal.

“Yas,” ia memanggilku dengan ‘Yas’. Tahu nggak apa maksudnya?. Padahal namuku bukan Yas. Ia menybut bahwa aku seperti Clarias, yah semacam ikan lele lah. Ikan yang makan di malam hari itu. Dikiraan aku binatang malam. Bukan, yang bener aku manusia malam. Tapi tak mengapalah.

“kenapa?” balasku

Perbincangan dalam setiap ketikan SMS itu terhenti ketika malam semakin larut dn ia entah menghilang kemana. Aku tak tahu keberadaannya. Biarlah ia terbang dengan malamnya dan aku akan terbang dengan malamku. Menuliskan setiap kisah persahabatan kita. kisah yang unik dan lucu.
***
“He, akhirnya kita ketemu juga” sapanya di kantin kampus yang tak begitu ramai itu.

“iya, bagaimana kabarnya? Tanyaku karena gak ada terbelesit pertanyaan

“baik kok Yas, hehe” sembari ia terkekeh kecil

“Eit kamu disini panggil Yas, nanti kalau semua mahasiswa tau, matilah aku. Itu kan panggilan dalam dunia kita, ‘dunia lain” kita berdua pun tertawa tak tertahankan di kantin itu. Hingga Mbak Sri dan punggawanya memandangi kami. Apalah peduli, bagiku. Sudahlah pikirin para pembelimu yang sudah kelaparan.
Ia pun menjulurkan jari telunjuknya di depanku. Aku tak mau kalah, jar telunjuk itulah tali perhabatan kita. kita satukan dan disitulah persahbatan itu mulai tergali dan terjalin untuk selamanya.

“kamu jadi nonton?” tanyanya padaku mendahului pertanyaanku yang juga sama.

“em, kayaknya enggak deh. Ada beberapa tugas yang harus diselesain entar malem”

“padahal bagus lo” tegasnya lagi

“emangnya kamu sudah nonton, Kun “ tanyaku padanya

“belum,” jawabnya sambil tertawa kecil

Di meja itulah kami melepaskan penat siang yang sedari tadi menarik kami. Terik matahari seakan menghantam, memukuli kami dari atas sana. Tiupan angin yang melewati dedauanan ta mampu mengobati panasnya siang ini. Namun pertemuan dengan Kun telah membawa angin segar.

“kau panggil aku Yas, sekarang disiang ini biarkan mentari menyinari dia akan jadi saksi bahwa namamu akan aku ganti”

“enggak, nggak mau” pintanya padaku

“sudah, pokoknya harus mau. Kau aja mengganti namaku, tanpa harus memaksaku. Sekarang giliranmu”

“coba kamu mau beri nama aku apa?”

“Sinchi”

“apa artinya, kayaknya lucu juga”

“Suatu saat aku akan ceritakan mengenai nama itu. Tapi kamu harus janji” sembari jari telunjuk kita bersatu diatas meja dan para makanan yang telah siap dihidang…….

"Sinchi dan Clarias" hahaha ......(bersambung)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar