WpMag

Sabtu, 01 Desember 2012

MASIH


MASIH


Mungkin aku harus memejamkan mata sejenak. Meninggalkan, melepaskan semua permasalahan yang ada. Inilah manusia dan hiruk pikuk permasalahannya. Namun, inilah petualangan yang mengasikkan dan kadang kala menjengkelkan. Biarkan ini semua berjalan, persahabatan yang belum begitu lama ini berjalan biasa-biasa saja. Aku akan berusaha tidak menyesalinya. Mencoba memahami setiap sahabat yang ada disekitar kita. Memahami dari setiap tingkah polahnya. Mencoba sabar walau, sering dikianati. Itulah manusia dengan segala keunikannya.

Aku berjalan, dalm puing-puing yang berserakan. Memandang kedepan dengan penuh harapan. Dan aku menemukan, namun itu hanyalah sebuah ilusi saja. Biarkan, dan jangan menoleh kekiri kanan, tetap focus pada masa depan.

Aku hanyalah manusia biasa. Emosiku naik turun tak karuan. Aku bukanlah para sufi yang dapat mengendalikan nafsunya. Menundukkan dalam keindahan cinta pada Nya. Aku hanyalah manusia biasa, yang mencoba berjalan meski tertatih-tatih. Sahabatku, dengarkan aku. Aku bukanlah sufi yang tak marah meski kau hantam, yang tetap tersenyum meski kau kianati dan kau ingkari. Aku bukan siapa-siapa, hanya ingin berjalan di ruang-ruang sunyi  untuk mencari mimpiku…

Dalam gelap malam…
Aku melihat cahya turun…
Dibarengi gerimis pelan….
Aku melihat pendarannya…
Masuk dalam sela-sela dedaunan…
Aku menyaksikan cahyanya…
Masuk dalam sela-sela ranting pepohonan…
Aku masih menyaksikannya…
Keunikan manusia dan tingkah lakunya…
Aku masih merasakannya…
Sakit dan indahnya persahabatan…
Aku masih ingin menyelaminya…
Meski perih meradang…
Aku masih memerlukannya…
Meski tak kuat menahan…
Aku masih menikmatinya…
Meski sakit tak kepalang…
Aku masih bertahan darinya….
Meski dihantam dan diombang-ambingkan…
Aku masih…..
Masih…
Masih….
Menyaksikannya…..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar