WpMag

Jumat, 29 Maret 2013

SEKTOR BUDIDAYA PENOPANG PERIKANAN INDONESIA


SEKTOR BUDIDAYA PENOPANG PERIKANAN INDONESIA

Sektor budidaya Indonesia memiliki potensi yang cukup besar yaitu 55 juta ton. Namun sampai saat ini yang sudah tergarap baru 6 juta ton1. Artinya sektor budidaya baru termanfaatkan sekitar 10% dari potensi yang ada. Beberapa ikan budidaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti kerapu, udang, patin, nila, gurame, dan rumput laut. Khusus kerapu, udang dan rumput laut merupakan andalan ekspor perikanan Indonesia. Negara-negara tujuan ekspor hasil perikanan Indonesia seperti Jepang, Hongkong, Cina, dan Negara-negara eropa.
Potensi yang sukup besar dan belum tergarap maksimal ini harus segara diselesaikan. Kebijakan-kebijakan pemerintah diharapkan mendorong terlaksananya program untuk pemanfaatan lahan dalam kegiatan budidaya. Tidak hanya itu, kebijakan pemerintah ini akan membuka kran peluang usaha di sektor perikanan khususnya budidaya. Maka diperlukan kerjasama yang sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Kemajuan sistem budidaya saat ini menjadi catatan penting dalam pengambangan dan perluasan usaha budidaya di Indonesia. Jangan sampai kemajuan toknologi budidaya mengesampingkan kondisi lingkungan. Jika ini terjadi maka runtuhnya usaha budidaya udang di Indonesia tahun 90 an akan terulang kembali. Dan sejarah membuktikan sulitnya membenahi permasalahan tersebut. Hal ini terlihat dari adanya serangan virus pada udang di tahun 90an sampai saat ini tidak dapat diatasi secara maksimal.
Tidak ada jalan lain kecuali kita harus belajar pada sejarah. Teknologi yang diterapkan dalam kegiatan budidaya harus memperhatikan kondisi dan kemampuan lingkungan untuk kegiatan budidaya. Jika ini dilakukan secara terintegrasi maka bukan tidak mungkin peningkatan produksi di sektor budidaya akan lebih besar. Sehingga kegiatan budidaya dapat sustainable.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar