WpMag

Kamis, 05 September 2013

PERBEDAAN BUKAN MENJADI ALASAN

PERBEDAAN BUKAN MENJADI ALASAN


Tulisan ini aku tujukan kepada diriku pribadi yang masih terlalu naif dan kepada semua sahabatku. Kepada mereka yang merindukan kebersamaan. Kepada mereka yang selalu menjunjung tinggi persahabatan. Kepada para pejuang yang terus berjalan menembus mimpinya. Menggapai asa yang telah tertanam dalam benaknya.

Kedewasaan diperlukan agar kita dapat berdiri dan berbicara
Namun kedewasaan juga diperlukan agar kita dapat duduk dan mendengarkan (Gus Mus)

Sejenak kita mencoba merenung dan memahami apa yang di katakan Gus Mus. Kita diajarkan bagaimana agar dapat bersikap dewasa. Memahami dan menghargai setiap apa yang dikatakan oleh orang lain. Apa yang mereka katakan sudah selayaknya kita dengarkan walaupun itu tidak sependapat dengan kita. Adat timur mengajarkan kepada kita bagaimana bersikap terhadap orang lain yang berbeda pendapat. Bukan saya menyalahkan salah satu pihak atau bagaimana namun ini adalah pembelajaran kepada kita semua. Apa yang kita lakukan secara tidak langsung sering kali bertabrakan dengan pemikiran orang lain.

Kemudian Gus Mus melanjutkan. “kedudukan perintah berfikir dan dzikir itu sama”. Maka dari itu ketika ada orang lain berfikir dan mengeluarkan argumentnya sebenarnya yang harus kita lakukan adalah mengahargainya. Apa yang ia lakukan adalah buah pemikirannya, buah karyanya. Sudah selayaknya kita hargai bersama. Walaupun itu salah. Tak ada manusia yang sempurna. Kita semua pasti pernah melakukan kesalahan entah kecil ataupun besar, entah terhadap masyarakat ataupun orang-orang terdekat.

Dan Tuhan pun berfirma “ Bersabarlah, sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar”. Maka ketika kita dihadapkan pada suatu masalah, kemudian kita sabr dan menghadapinya Alloh akan meningkatkan derajat manusia. Bukan saya pandai men dalil, tapi inilah sebuah ungkapan rasa cintaku pada persahabatan kita.

Sahabatku, ingatkah kita apa yang telah dibangun selama ini. Canda tawa selama ini adalah penghibur lara. Senyum yang mengembang dari setiap insann adalah anugrah yang tak ternilai. Buah pikiran yang berbeda adalah pandangan dari setiap kita. Dan hakikatnya kita adalah satu, dalam jalinan persahabatan.

Sekali lagi atas nama persahabatan

 Aku titipkan rindu kebersamaan ini pada angin yang berhembus
Aku titipkan canda tawa ini kepada cahaya bulan dimalam benderang
Aku titipkan janji satu untuk bersama kepada bintang yang berterbangan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar