WpMag

Minggu, 03 Juli 2011

RI Belum Mampu Penuhi Permintaan Dunia

RI Belum Mampu Penuhi Permintaan Dunia
 
 
       
        JAKARTA-Republik Indonesia belum mampu memenuhi permintaan rumput laut di pasar dunia yang kini kian meningkat.Meski demikian,Indonesia kini berada di urutan pertama sebagai penghasil terbesar rumput laut menggeser Fhilipina.Tahun 2010 Indonesia memproduksi 3,082 juta ton,sementara Fhilipina masih berkutat di level 2 juta ton.
 
        "Kita kesulitan karena dari mana-mana minta rumput laut.Sekarang permintaan sudah 10 juta ton per tahun,"kata Fadel Muhammad,menteri kelautan dan perikanan,melalui keterangan pers yang diterima Investor Daily,Kemari.Akhir pekan lalu,Fadel Meresmikan depo rumput laut di Parigi Moutong,Sulawesi Tengah.Peresmian depo tersebut sekaligus dirangkai dengan peresmian pabrik rumput laut dan sentra pengolahan ikan roa asap di Luwuk,Kabupaten Banggai.
 
        Mantan Gubernur Gorontalo itu mengatakan,beberapa tahun sebelumnya produksi rumput laut masih dipegang Fhilipina dengan produksi rata-rata 2 juta ton per tahun.Kini,kata Fadel,Indonesia menjadi menjadi produksi rumput laut terdepan dengan mencatat volume produksi 3 juta ton pada tahun 2010.Produksi tersebut meningkat dari tahun 2009 yang hanya 2,574 juta ton."Selamat tinggal Fhilipina,"kata Fadel.
 
         Menurut Fadel,hasil penelitian bank dunia menyebutkan,rumput laut paling baik berada di Sulawesi.Jika potensi ini dimanfaatkan akan sangat menguntungkan masyarakat khususnya nelayan pesisir.Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang merealisasikan target produksi sebesar 10 juta ton pada tahun 2014.selain fokus pada produksi,KKP juga berusaha meningkatkan nilai tambah rumput laut melalui pengolahan industri hilir.
 
         Inpres Rumput Laut
 
           Menurut Fadel,pihaknya akan berupaya meyakinkan presiden untuk menerbitkan Instruksi Presiden(Inpres)tentang rumput laut.Inpres dibutuhkan agar ada penambahan dana dari pos APBN untuk pengembangan rumput laut.
 
            "Saya sedang menyakinkan presiden agar membuat inpres untuk budidaya rumput laut.Saya yakin kalau ada inpresnya maka anggarannya akan lebih besar,"Fadel".
 
            Menurut dia,dirinya tidak perlu malu menyampaikan ke presiden asalkan itu untuk kepentingan masyarakat.(jjr) 

                                                                 SUMBER:INVESTOR DAILY 28 FEBRUARI 2011 HAL 7

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar