WpMag

Kamis, 24 Mei 2012

MENCOBA BERTAHAN


MENCOBA BERTAHAN
Aku tak tahu, kenapa akhir-akhir ini aku gak bisa nulis. Aku bingung, kenapa setiap memulai nulis terasa berat. Aku bingung, kenapa setiap tulisan yang aku buat selalu tak sampai selesai. Semua cerpen yang aku buat dan rencanakan, semua gagal. Belum ada yang selesai. Apa yang terjadi dengan ku saat ini. Kenapa rasa malas, ide yang kosong, dan bingung entah aku mau nulis apa. Hingga ku tulisankan ini, mengenai diriku yang sulit untuk memulai menulis cerpen. Apakah aku memang tak bakat menjadi seorang penulis. Jika tak bakat kenapa aku teruskan belajar menulis. Ah kenapa rasa itu datang, rasa yang selalu terbelesit ketika aku berada dibawah.
Kucoba untuk mengingat bagaimana perjalanan para penulis hebat untuk membangkitkan semangat menulisku. Kucoba untuk merenungkan bagaimana terjalnya mereka para penulis itu dalam menggapai mimpinya.  Bagaimana JK Rowling dalam menuliskan serial Herry Potter, bagaimana pramodia Ananta dalam menulis novel Bumi Manusia, bagaimana para penulis-penulis hebat itu jatuh bangun untuk menggapai mimpinya.
Ternyata tak seberapa rintangan yang aku hadapi. Mereka para penulis hebat harus berjuang lebih dari apa yang aku alami sekarang ini. Aku hanya melawan rasa kemalasan. Sedangkan mereka para penulis hebat harus berjuang melawan penindasan penguasa, melawan tekanan masyarakat dan bahkan tekanan batin karena permalsahan lain. Aku harus banyak bersyukur mengenai diriku. Menganai kehidupanku, mengenai masalah yang tengah aku hadapi.
Tuhan tidak memberikan cobaan kepada manusia kecuali pada taraf kemampuannya
Mungkin itulah janji Tuhan yang dapat membangkitkanku dari semua ini. bahwa segala cobaan yang diberikan Tuhan pada hambanya telah diukur dalam kadar kemampuan hambanya.
Alloh beserta orang-orang yang sabar
Ingin aku bangkit kembali untuk dapat menulis dan menuangkan ide-ide itu. ingin aku keluar dari jeratan cobaan yang menghadang. Ingin aku berlari menggapai mimpi-mimpi ini. Tuhan, berikanlah aku kekuatan untuk melentikkan jari jemari ini diatas computer untuk merengkai kata demi kata sehingga menjadi sebuah karya yang bermanfaat bagi manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar