WpMag

Kamis, 24 Mei 2012

SECANGKIR KOPI DAN MANUSIA


SECANGKIR KOPI DAN MANUSIA
Meminum secangkir kopi adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan bagi mereka para pencinta kopi. Kopi adalah sebuah tali persaudaraan. Kopi adalah sebuah kebersamaan. Kopi adalah sebuah kenangan. Kopi adalah sebuah pembangun peradaban. Begitu banyak aku tuliskan mengenai kopi dan hubungannya dengan manusia. Itulah yang aku maknai dari secangkir kopi dan manusia. Pertama, kopi adalah sebuah tali persaudaraan. Disanalah disebuah kampung kecil yang tidak begitu berkembang telah ada suatu adat yang sedikit berbeda. Kopi adalah sebuah jalinan persaudaraan. Kenapa bisa begitu. Karena jika seorang bertamu ke rumah orang lain maka suguhan yang pertama kali dikeluarkan adalah secangkir kopi dengan ke khasan rasanya. Mungkin itu sudah menjadi barang yang wajar dibanyak daerah. Namun bagiku itu adalah sebuah makna dari secangkir kopi dan manusia.
Kedua, kopi adalah sebuah kebersamaan. Dimanapun tempatnya kopi adalah teman pelepas dahaga dan penyejuk suasana. Disana, di sebuah warung kopi yang tak begitu jauh dari pusat Kota Tulungagung tempat kebersamaan itu lahir. Warung kopi “mak Tin” sebuah warung kopi yang cukup terkenal di Tulungagung dan salah satu sejarah warung kopi di Tulungagung. Disanalah aku biasanya menghabiskan waktu bersama teman untuk menikmati secangkir kopi dibalut kebersamaan. Kebersamaan yang begitu dekat dan hangat itu memberikan kesan tersendiri dalam hidup.
Ketiga, kopi adalah sebuah kenangan. Banyak kenangan yang aku lalui bersama secangkir kopi. Kenangan pahit, kenangan manis semua telah dilalui. Rasa kopi tetap begitu, manis dipadu dengan pahit dan keharuman menyatu membuatku selalu rindu akan kenangan-kenangan dulu.
Keempat, kopi adalah sebuah pembangun peradaban. Itulah kopi semenjak dari nenek moyang kopi selalu ada mengiringi perjalanan zaman. Semenjak zaman penjajahan, zaman kemerdekaan, zaman orde baru, reformasi, dan sekarang ini. Kopi adalah sebuah pengiring peradaban. Secangkir kopi menemani para politikus, petinggi negeri, dan semua manusia membangun sebuah peradaban.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar