WpMag

Sabtu, 16 Juni 2012

Sejarah perkembangan perikanan di Eropa utara-Merekonstruksi kronologi interaksi antara alam dan manusia


Sejarah perkembangan perikanan di Eropa utara-Merekonstruksi
kronologi interaksi antara alam dan manusia

Penelitian yang dilakukan di daerah Eropa Utara ini melibatkan beberapa disiplin ilmu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perkembangan perikanan sejak dulu sekitar tahun 700SM sampai sekarang abad 20. Beberapa disiplin ilmu yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ilmu sejarah, arkeologi, perikanan, dll. Ilmu ini sangat diperlukan karena dalam penelitian yang dilakukan menitik beratkan pada berbagai data yang tertulis pada abad terdahului seperti data pendaratan ikan, rekening pajak, eksport, dll. Data tersebut diharapkan dapat menguak perkembangan perikanan yang ada di daerah Eropa Utara.
Dalam penelitian ini terdapat beberapa spesies ikan yang menjadi komuditas utama karena perannya dalam kehidupan manusia. Hal ini merujuk dari data yang didapat mengenai penangkapan spesies-spesies tersebut. Beberapa spesies yang menjadi komuditas utama dalam kegiatan ekonomi perikanan di Eropa Utara meliputi cod (Gadus morhua), herring (Clupea harengus) dan salmon (Salmo salar). Berdasarkan data-data yang diperoleh dapat diidentifikasi spesies-spesies yang memiliki sifat-sifat seperti catadromous, anadromous, beruaya, menetap. Data arkeolog pada periode hangat diatlantik menunjukkan bahwa suhu hangat dapat mempengaruhi adaptasi ikan. Pada suhu hangat banyak spesies ikan yang muncul di perairan dekat Denmark. Namun pada musim dingin sebagian spisies tersebut menghilang dari catatan arkeolog dan muncul lagi pada musim hangat (Enghoff et al., 2007). Salah satu spesies yang paling umum ditemukan dalam catatan arkeologi dari periode hangat adalah cod, meskipun suhu laut lebih hangat dari sekarang. Demikian pula, menangkap ikan haring dan ikan pesisir lainnya (misalnya, flounder Platichthys flesus dan eelpout Zoarces viviparous ) di dekat Estonia di midand akhir abad 19 bervariasi mungkin dikarenan fluktuasi iklim ketika penangkapan (Lajus et al. 2007c). ). Kelimpahan Cod di Laut Baltik selatan pada akhir 1930-an meningkat dibuktikan dengan peningkatan pendaratan perikanan yang relatif stabil (Eero et al, 2007.).
Runtuhnya herring di Limfjord Denmark pada 1820-an didokumentasikan dengan baik, didahului dengan upaya peningkatan penangkapan ikan dasar selama dekade sebelumnya (B. Poulsen dkk., 2007). Contoh lain adalah perikanan salmon selama 17-18 berabad-abad di sungai barat laut Rusia berkurang ke White dan Barents Laut. Berdasarkan data dokumentasi Perubahan tangkapan ikan salmon dipengaruhi oleh usaha penangkapan itu sendiri dan teknologi.
Dalam penelitian lain, bukti kualitatif dan tidak langsung digunakan untuk mengidentifikasi efek penangkapan ikan pada populasi. Studi lain menunjukkan bahwa peningkatan besar dalam pendaratan ikan tuna sirip biru, Thunnus thynnus, di Eropa utara pada paruh pertama dari abad ke-20 adalah disebabkan peningkatan usaha penangkapan dan pengembangan metode purse sein
Hasil dari penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk pembentukan acuan dasar baru untuk pengelolaan ekosistem laut, termasuk strategi untuk konservasi sumberdaya hayati  dan pengendalian eksploitasi secara berlebihan. Dengan mengacu dari penelitian yang dilakukan diharapkan pembangunan perikanan di daerah Eropa Utara dapat dilakukan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar