WpMag

Sabtu, 13 Oktober 2012

JALAN KERINDUAN


JALAN KERINDUAN

Ia berjalan menelusuri jalanan kampus yang tak begitu ramai. Memang benar hari ini sabtu, segikit orang yang   melakukan kegiatan di kampus. Ia pun sebenarnya juga tak ingin kekampus, namun apalah daya ada sesuatu yang mengganjal hatinya dan menariknya untuk kekampus. awalnya ia tak tahu apa yang ingin ia lakukan di kampus, mungkin hanya sekedar Wifi an yang disediakan oleh pihak kampus untuk mahasiswa. Sekedar melepas penat karena semingguan dhajar dengan berbagai tugas dan laporan kuliah.
“Oh, Sil ngapain kamu?” seorang yang taka sing dari ingatannya nyamperin.
Ia masih bingung dan memandang orang tersebut lekat-lekaat. Seolah memorinya sulit untuk menemukan siaa gerangan yang menyapanya. Apakah karena kebanyakan tugas yang ia hadapi beberapa hari ini hingga menurunkan daya ingatnya. Ah tidak.
“masak kamu lupa? Temenmu sendiri lo?
“maaf siapa ya?”
“kita harus memegang mimpi itu, dan merengkuhnya dengan hangat suatu saat itu semua akan jadi kanyataan”
“oh aku ingat, kau Lisa kan”
“iya….wah amu ini baru 2 tahun gak ketemu udah lupa”
“enggak aku gak lopa kok Lis”
“gimana studimu, lancar?” sembari mengambil tempat duduk disamping Silma
“Ya Alhamdulillah lancar, ini juga mau ngerjain Skripsi.  Kalau kamu gimana Lis?”
“ Alhamdulillah juga lancar.
Obrolan pun semakin hangat ditengah suasana kampus yang sepi. Seolah ada kerinduaan persahabatan yang tak ternilai. Semua itu dibalas dengan pertemuan mereka. ada canda, ada tawa, ada senda gurau menyertai obrolan mereka. mngenang 2 tahun lalu awal persahabatan mereka yang tak ada kabar. Mengenang kebersamaan yang tak ternilai.
“Bersambung”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar