WpMag

Jumat, 01 April 2011

Fadel: Ikan Menyehatkan dan Mencerdaskan


Dewasa ini kecerdasan bangsa bisa diukur dari asupan gizi yang dikonsumsi oleh masyarakatnya. Negara yang konsumsi ikannya tinggi, pasti kecerdasan masyarakatnya pun diatas rata-rata. Beruntunglah kita menjadi begian dari negara Indonesia, yang merupakan negara maritim yang memiliki wilayah perairan seluas 5,8 juta km2, yang menjanjikan potensi perikanan cukup besar. Hanya saja hasil laut nya belum dimanfaatkan secara maksimal, karena produksi hasil perikanan laut hingga 2010 mencapai 6,18 juta ton pertahun belummaksimal diserap oleh masyarakat Indoensia. Karena tingkat komsuumsi ikan masyarakat Indonesia khususnya Pulau Jawa masih rendah, 30,47 kg/kapita/tahun. Koondisi tersebut jauh dibawah tiingkat konsumsi ikan negara ASEAN, seperti Thailand(35kg/kapita/tahun)Malaysia (45 kg/kapita/tahun), dan Singapura (80 kg/kapita/tahun).
Rendahnya tingkat konsumsi ikan perkapita per tahun mernunjukan masih rendahnya budaya makan ikan. masyarakat melupkan adanya sumber hewani yang kaya gizi dan murah meriah berasal dari ikan dalam makanan sehari-hari. Karenakebanyaka telah terbuai oleh kebiasaan mengkonsumsi  makanan siap saji (fast food/ junk food) yang berbahaya bagi kesehatan. Di samping itu, makanan berbahan baku ikan dianggap kurang bergengsi dibanding produk hewani lainnnya.
rendahnya kesadaran masyarakat akan konsumsi ikan membuat Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dan jajarannya bekerja ekstra.Kementerian yang dinahkodainya tersebut terus berupaya melakukan kampanye Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan). Program Gemarikan tidak mmudah begitu saja diterima oleh masyarakat. Mengubah kebiasaan makan daging merah bukan perkara mudah bagi masyarakat Indonesia.
Itu sebabnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan gerakan dan kampanyedengan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Mulai dari mengkampanyekannya ke berbagai daerah sampai bekerja sama dengan Solidaritas Istri kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) jilid II, menggandeng  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (KPP-PA), PT Pos, dan melalui sejumlah lembaga untuk menggerakan program tersebut. "Komsumsi ikan masyarakat kita masih rendah, karena itu KKPbekerja sama dengan berbagai pihak terus mengkampanyekan agar masyarakat Indonesia cerdas-cerdas, dan sehat dengan mengkonsumsi ikan," kata Fadel.
Sebelumnya, pada September 2010, istri Presiden Susilo Bambang Yudhiyono,  Ani Yudhoyono ikut ambil bagian dalam malakukan kampanye Gemarikan. Ibu Negara tersebut dengan lancar memeberkan kandungan gizi yang terdapat dalam ikan. Baik ikan lele, nil, patin yang lebih dekat dan mudah didapat di wilayah Indonesia yang merupakan hasil budi daya masyarakat Indonesia. Begitu juga dengan hasuil tangkapan di laut Indonesia, separti tuna,kerapu, bawal, tongkol, dan banyak lagi ada di perairantanah air. Sehingga, tifak sulit untuk mendapatkannya dan tidak harus impor dari negara lain.
Kamapanye  terus dilakukan oleh Fadel setiap melakukan kumnjungannya ke berbagai daerah.Hal tersebut sebagai salah satu langkah untuk membangun kesadaran pemahaman manfaat makan ikan agar masyarakat semakin mencintai dan menjadikan ikan sebagai menu utama.
Dilihat dari sisi letak dan kebahariannya, semestinya orang Indoensia gemar makan ikan tanpa harus dikampanyekan. karena ikan merupakan mekanan yang memilki kandungan gizi tinggi dan dapat menambah kecerdasan otak, sehingga lima atau sepuluh tahun kedepan terbentuk generasi yang memilki kecerdasan yang lebih baik seperti halnyaorang Jepang. Belajar dari orang Jepang, untuk mencerdasakn masyarakatnya, pemerintah memilki peran penting. Pemerintah Jepang berani berinvestasi di negara lain agar suplai ikan ke negaranya tidak tersendat. Masa, kita yang merupakan negara yang lautnya penghasil ikan dan pembudidaya  berbagai jenis ikan tidak ingin pandai seperti orang Jepang?
"Makan ikan selain mencerdaskan bangsa, rasanya enak juga memilki kandungan gizi yang sangat berg8una bagi manusia. makan ikan dapat menurunkan resiko penyakit degeneratif seperti jantung koroner, tekanan darah tinggi, stroke, dan kanker. Makan ikan, itu pasti menyehatkan dan mencerdaskan bangsa. Selainitu, rata-rata herga ikan jauh lebih rendaj dari harga daging," ungkap mantan orang nomorsati di Gorontalo tersebut.
berdasarkan penelitian para ahli, ditemukan bahwa asam amino ikan dapat membantu meningkatkan mutu protein oangan lain. Adapun asam lemak omega 3 dan omega 6 pada ikan dapat meningkatkan kecerdasan anak dan membantu bagi ibu hamil yang dapat memnebtuk otot janin.
Sumber : Indopos 31 Maret 2011 hal 4

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar