WpMag

Rabu, 27 April 2011

MENGILHAMI SOSOK RA KARTINI

MENGILHAMI SOSOK RA KARTINI
 
 
APRIL, bulan yang pasti diingat oleh banyak orang di negeri ini, khusunya para wanita. Iya, inilah bulan yang diperingati sebagai bulan emansipasi wanita, tepatnya tanggal 21 April. Sudah satu abad lebih, perjuangan wanita ini telah membangkitkan, dan memberikan inspirasi berjuta wanita Indonesia. Beliau adalah Raden Ajeng Kartini yang telah memberikan harapan bagi kehidupan wanita Indonesia untuk lebih layak dan dihargai oleh orang lain.

Kini kita dapat menikmati perjuangan beliau. Perjuangan penuh ihklas dan tanpa imbalan. Kini wanita tidak lagi dipandang sebelah mata oleh kaum laki-laki. Wanita tak lagi dianggap sebagi orang yang bodoh, atau pun tak berpendidikan. Kini kita bisa menikmati sekolah tanpa ada pengekangan. Tak lagi ada perbedaan antara kaum laki-laki dan kaum perempuan. Inilah wanita Indonesia sekarang, wanita penuh kreativitas dan dedikasi.

Sekarang banyak sekali wanita Indonesia yang telah mengharumkan nama negeri ini lewat prestasinya. Mereka dapat mengibarkan nama Indonesia di kancah internasional. Mereka menunjukkannya lewat bidangnya masing-masing, ada yang lewat olahraga, sains, dll. Menunjukkan bahwa perjuangan Ibu Kartini tidak sia-sia.

Ketika banyak wanita Indonesia menorehkan tinta sejarah yang membanggakan di negeri ini, masih ada juga kaum wanita yang berkutat dengan kemiskinan. Masih banyak, wanita yang kini menghadapi seratnya ekonomi untuk sekadar hidup di negeri ini. Negeri yang oleh orang di katakan sebagai negeri “gemah ripah Loh jinawi." Negeri yang kaya, bahkan Koes Plus menggambarkannya lewat lirik lagu, ”Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman.”

Kurang apakah negeri ini, hingga banyak rakyat khususnya kaum perempuan masih berkutat di lembah kemiskinan. Pendidikankah? Semangatkah? Atau kebijakan pemerintah yang salah?

Tak perlu kita jauh membahas itu semua, yang terpenting inilah momentum untuk kita bangkit. Hari inilah, kita harus menyingsingkan lengan baju, berkarya, dan tetap semangat untuk membangun negeri tercinta. Sehingga Kartini dapat tersenyum di alam sana melihat perjuangan kita, dan kita tidak dikatakan sebagai generasi muda yang lupa sejarah.

Robin

Mahasiswa Jurusan Perikanan
Universitas Gadjah Mada (UGM)(//rfa)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar