WpMag

Jumat, 01 April 2011

KKP Diminta Gelar Sail Indonesia




JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diminta kembali menggelar "Sail Indonesia", dan tidak lagi menggunakan istilah sail yang bersifat lokal seperti "Sail Bunaken", "Sail Banda", atau "Sail Wakatobi". Penggunaan "Sail Indonesia" lebih tepat mengingat kegiatan kebaharian itu harus memperkenalkan Indonesia ke kancah internasional.

"Menggunakan istilah "Sail Banda" atau "Sail Bunaken" justru memperkecil skup Indonesia di kancah internasional. Apalagi Sail yang kemudian diusung dengan nama lokal itu sebenarnya berasal dari konsep "Sail Indonesia" yang digagas beberapa pendiri, termasuk saya," kata Son Diamar, pengamat kelautan dan perikanan yang juga anggota Dewan Kelautan Indonesia (Dekin) kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (31/3).

Menurut Sondi, nama akrab Son Diamar, saat pertama kali merancang konsep "Sail Indonesia" pihaknya sudah memperhitungkan dampak positif dari pengu-sungan nama dan tema pergelaran kebaharian itu. Berada di bawah Yayasan "Cinta Bahari Indonesia", Sondi bersama Raymond Lesmana meluncurkan "Sail Indonesia" pertama kali tahun 2001.

"Kami merancang titik -titik singgah pelayaran kapal layar tiang tinggi {yacht) di sejumlah daerah perairan di Indonesia dari timur hingga barat Konsep Sail Indonesia persis sama dengan yang diusung KKP saat ini seperti Sail Banda atau Sail Bunaken," kata Sondi.

Dia mengharapkan, KKP kembali menggelar acara berlabel "Sail Indonesia" agar lebih bergaung di kancah internasional ketimbang mengusung nama lokal tetap digelar.

Sementara itu, belum lama ini Dirjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan KKP yang juga Sekretaris Panitia Nasional Sail Wakatobi dan Sail Beli-tong Syahrin Abdurrahman memastikan acara tahunan itu tetap digelar Juli hingga Agustus tahun ini.

Menurut Syahrin, selain yacht rally, juga digelar seminar internasional terutama bertema pengelolaan kelautan dan perikanan berwawasan lingkungan yang bersih.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad belum lama ini mengatakan, "Sail Wakatobi dan Sail Belitong" mengusung tema "Clean the Ocean for Future Live". Tema tersebut ditujukan untuk menyikapi perubahan iklim bumi dengan salah satu sebab adalah kesalahan pengelolaan kelautan yang tidak mematuhi standar lingkungan. "Fokus kita adalah mendatangkan sebanyak mungkin turis asing pergelaran Sail yang dari tahun ke tahun berpindah-pindah lokasi," papar Fadel, (jjr)
 
 
Sumber : Investor Daily, 01 April 2011,hal. 26

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar