WpMag

Sabtu, 10 November 2012

MENGENANG KEBERSAMAAN KITA


 MENGENANG KEBERSAMAAN KITA


Masa di SMA, masa indah penuh kenangan. Banyak mengatakan bahwa masa-masa indah adalah ketika kita duduk dibangku sekolah khususnya SMA. Aku pun akan mengamini itu semua. Seperti yang dikatakan oleh Crise dalam lagunya “kisah kasih di sekolah”

“masa-masa paling indah…masa-masa di sekolah”

Sungguh betapa banyak kenangan-kenangan indah di saat itu. Betapa banyak mozaik-mozaik yang berserakan dan suatu saat akan menjadi sebuah alunan kenangan indah yang takkan terlupakan. Perjalanan kisah disekolah, susah senang, gembira bahagia selalu hadir silih berganti dimasa itu. Terlambat dating sekolah adalah suatu kejadian yang tak terlupakan, ketika dimarahi oleh guru dan sdisuruh untuk mengintari sekolah akrena dating terlambat adalah hal wajar yang harus diterima. Itu semua sebagai kenangan.

Masa-masa bersama telah kita lalui sahabat. Kebersamaan kita ketika di pantai pasir putih selalu membekas pada diri kita. Ingatkah kita ketika kita bermain air di pantai itu, dan kita bersenda gurau. Kita tertawa tak memperdulikan identitas kita. Kita lepaskan semua penat yang ada dan kita menemukan apa yang dinamakan kebahagian tak terkira. Seperti inilah masa itu, aku ajak kalian untuk sedikit kembali menengok kebelakang mengenang persahabatan kita. Semoga foto ini menggugah kita mengenai kenangan yang tak terlupakan itu.

Kita terus berjalan menerjang menembus setiap aral yang merintang. Kita terus melaju dalam jalan yang tak lapang, dan kita di punghujung kebersamaan itu. Kita telah berada pada titik tertinggi dan akan lepas landas seiring asa didepan mata. Adakalanya kita ingin bermimpi menjadi cendekiawan, kita bermimpi menjadi petinggi, kita bermimpi mejadi wirausahawan dan itulah mimpi kita. Kita disini di SMA tercinta ini telah banyak menggoreskan tinta persahabatan yang tak ternilai harganya.

Kebersamaan kita pun harus berakhir dalam ruang yang sama ini. Dan kita harus menjejaki mimpi kita yang ada didepan mata. Ingatkah kawan kebersamaan kita diakhir penghujung itu. Kita habiskan disuatu tempat, kita abadikan moment itu dalam satu bingkaian kamera. Kita satukan keberagaman kita, kita jadikan setiap foto itu sebagi perekam jejak kita.

Pada akhirnya, mimpi-mimpi itu akan kah menjadi sebuah kenyataan atau akan di pindah oleh Tuhan untuk ditempatkan pada mimpi yang lain. Kita hanya dapat berusaha, dan Tuhan adalah yang menentukannya. Kita hanya dapat berjalan dan Tuhan yang akan menerangi jalan kita.

Kawan, aku ingin mengajak engkau semua. Sejenak lepaskan semua beban yang ada. Tanggalkan identitas kita, almamater kita, dan entah apalah itu. Mari kita, menatap kebelakang untuk mengenang kebersamaan kita. Dan aku sangat berharap, suatu saat nanti kita akan dapat bersama-sama dalam ruang dan waktu yang berbeda dalam mimpi yang berada dalam genggaman kita.

Yogyakarta, 10 November 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar