WpMag

Kamis, 24 Maret 2011

BELIMBING KALITURI


Buah belimbing adalah buah yang berasal dari Malaysia. Bentuknya lonjong dan memiliki lima buah segi yang sama. Rasanya manis dan banyak mengandung air.Seiring dengan berkembangnya kemajuan zaman buah belimbing mulai menyebar ke seluruh dunia. Tak ter kecuali di Indonesia, buah belimbing mulai dibudidayakan. Buah belimbing merupakan salah satu buah yang hidup di daerah tropis oleh sebab itu di Indonesia cukup bagus untuk budidaya belimbing. Banyak daerah di Indonesia yang sekarang ini mulai mengembangkan budidaya belimbing.di antaranya adalah di daerah Jawa Barat,Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dll.
Di Jawa Timur sendiri banyak orang mulai mengenal dan mencoba membudidayakan buah belimbing. Salah satu kabupaten yang mulai membudidayakan buah belimbing adalah kabupaten Tulungagung. Tulungagung adalah kabupaten yang terletak di selatan pulau jawa yang banyak mengandung potensi alam, membuat kota yang berhadapan dengan Samudra Hindia ini selalu memberikan berbagai keunikan. Salah satu kekayaan alam yang mulai berkembang di Tulungagung adalah budidaya buah belimbing. Awalnya belimbing di Tulungagung di budidayakan oleh petani didesa Cluwok Bono, Kecamatan Boyolangu. Namun kini telah merembet kedesa sekitarnya.Didesa waung contohnya sekarang banyak di jumpai tanaman belimbing di sekitar rumah penduduk. Ke khas an buah belimbing Tulungagung adalah Rasa yang manis dan buahnya yang tidak mudah rusak ataupun busuk. Buah belimbing khas Tulungagung ini mulai di minati oleh berbagai kalangan. Belimbing khas Tulungagung ini mulai menyebar dan di minati oleh berbagai daerah. Mulai dari kota di sekitar Tulungagung sampai luar propinsi Jawa Timur. Bahkan sudah mencapai kota metropolitan(Jakarta). Bali pun tak luput dari pemasaran buah belimbing Tulungagung. Masyarakat Tulungagung yang mayoritas sebagai petani tak sulit membudidayakan buah belimbing. Ada berbagai jenis buah belimbing yang dibudidayakan di Tulungagung, seperti belimbing lokal,philipin, sampai yang kini lagi tenar dan banyak di minati oleh petani yaitu belimbing bangkok merah. Kini banyak masyarakat di Tulungagung membudidayakan belimbing bangkok merah, yang mana buahnya besar dan berwarna kemerahan dan rasanya sangat manis,hal ini cukup menarik perhatian para pecinta buah untuk mencicipi buah belimbing .
Kini petani dihadapkan pada berbagai kesulitan, di antaranya sulitnya mendapatkan pupuk, modal untuk pengembangan buah belimbing olahan sampai harga jual buah belimbing yang tak menentu. Petani belimbing di Tulungagung hanya berharap ketika panen tiba belimbing harganya tak lagi turun. Biasanya harga belimbing dari petani empat ribu rupiah per kilonya,tapi ketika panen turun sampai tiga ribu.Ini membuat para petani belimbing kadang gelisah. Sebenarnya pemerintahpun sudah tanggap. Pihak pemerintah Tulungagung pun telah mengupayakan berbagai cara dalam mengatasi permasalahan yang di hadapi para petani. Pemerintah Tulungagung sendiri sudah pernah membantu memberikan alat untuk pengolahan buah belimbing menjadi keripik. Namun hal itu tak begitu berhasil, karna sulitnya pemasaran keripik belimbing.
Kelemahan dari berbagai macam buah adalah mudah busuk dan rusak. Hal itu juga di alami oleh buah belimbing. Belimbing adalah buah yang mudah busuk. Namun biasanya belimbing dapat bertahan hingga beberapa minggu. Hal itu dapat terjadi jika buah yang di simpan tidak mengalami cacat/rusak. Buah yang cacat/rusak tidak dapat bertahan lama dan mudah membusuk dan tidak laku dijual. Buah yang telah cacat/rusak tidak laku di jual ataupun jika laku harganya murah. Harga yang murah juga dipengarui oleh para pembeli(tengkulak), hal ini terlihat tidak adanya patokan harga yang pasti ketika musim panen tiba. Peran pemerintah dalam hal ini kurang terlihat sehingga tengkulak dengan mudah dan sesukanya membeli belimbing para petani dengan harga yang rendah.
Kini di butuhkan terobosan-terobosan baru dari para petani ataupun pemerintah untuk memajukan budidaya buah belimbing di kabupaten Tulungaung.Sehingga kehidupan para petani belimbing bisa makmur dan kabupaten Tulungagung bisa lebih maju dalam hal pertanian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar