WpMag

Kamis, 31 Maret 2011

JURNAL LIMNOLOGI 2

PRODUKTIVIOTAS PRIMER PERAIRAN
ROBIN
2009/283398/PN/11661
INTISARI
Produktivitas primer adalah kecepatan terjadinya fotosintesis atau pengikatan karbon. Praktikum produktivitas primer dilakukan dikolam perikanan dan lembah danau UGM pada tanggal 30 oktober 2010. Pengukuran produktivitas primer dilakukan dengan menggunakan metode botol terang gelap. Botol terang gelap ditanam pada perairan di kedua kedalaman yaitu 30 cm dan 50 cm. Penanaman botol; dilakukan pada waktu pagi hari jam 06.00 dan pengamatan dlakukan pada pukul 12.00 wib dan pukul 18.00 wib. Selain itu juga dilakukan pengamatan densitas dan diversitas plankton. Hasil pengukuran propduktivitas primer dikolam dan di danau dapat disimpulkan bahwa produktivitas primer dikolam lebih besar daripada di danau. Hasil ini dapat dijadikan acuan bahwa dikolam sangat mendukung kegiatan budidaya perikanan.
Kata kunci: Densitas, diversitas, fitoplankton, produktivitas primer
Pendahuluan

Danau merupakan salah satu perairan lentik (tenang) yang memiliki banyak kegunaan seperti sup[lai air bersih, irigasi, PLTA, dan perikanan. Khususnya dalam bidang perikanan danau harus memiliki beberapa syarat untuk dapat dijadikan tempat budidaya. Salah satu syarat yang sangat penting adalah produktivitas primer yang ada di perairan itu. Produktivitas primer sangat berpengaruh karena merupakan awal dari rantai makanan di perairan. Tingginya produktivitas primer diharapkan nantinya produksi ikan dalam budidaya meningkat sehingga dapat memenuuhi kebutuhan protein hewani bagi masyarakat.
Produktivitas primer adalah kecepatan erjadinya fotosintesis atau pengikatan karbon. Produktivitas primer terdiri dari produktivitas kotor (grass productivity) dan produktivitas bersih (net productivity) (Romimohtarto dan Juwana, 2001). Selain itu Produktivitas primer diartikan sebagai hasil aktivitas perubahan zat-zat anorganik (C anorganik) menjadi zat-zat organic (C organic) oleh tumbuhan berkhlorofil (Brum and McKane, 1989). Produktivitas primer dapat dihitung dengan mengukur perubahan kandungan oksigen terlarut yang diakibatkan oleh proses fotosintesis (Wetzel, 1975). Fotosintesis adalah salah satu permulaan yang penting dimanan mereka dapat membuat atau mensintesa glokusa (karbohidrat) dari ikatan-ikatan anorganik karbondioksida dan air. Energi dibutuhkan untuk membantu berlangsungnya fotosintesis. Sumber energi ini diambil dari sinar matahari yang diabsorsi oleh klorofil (Hutabarat, 2000). Produktivitas perairan juga ditentukan kedalaman, semakin dalam suatu perairan maka semakin rendah produktivitas perairannya (Nybakken, 1982).
Pengukuran produktifitas primer sangat penting dalam bidang perikanan, karena dapat diketahui potensi suatu perairan bagi pengembangan khususnya budidaya. Produktifitas primer merupakan salah satu daya dukung dalam menjga keseimbangan ekosistem perairan. Nilai produktifitas primer yang tinggi nmenunjukkan kualitas perairan yang baik, hal ini dikarenakan peningkatan produktifitas priemer sebanding dengan kadar O2 terlarut dalam air oleh organisme produsen seperti plankton dan algae.



Metode
Praktikum produktivitas primer dilakukan di dua tempat yaitu kolam perikanan dan danau lembah UGM. Praktikum dilaksanakan pada tanggal 30 oktober 2010. Metode yang digunakan dalam praktikum produktivitas primer adalah metode botol terang gelap. Prinsip kerja yang dilakukan pertama setiap botol di isi air permukaan dari perairan yang ditetapkan produktivitas primernya. Pengisian dilakukan pada waktu matahari belum cukup intensif bersinar (sekitar pukul 06.00 wib). Pengukuran kadar O2 dilakukan pada waktu siang hari sekitar pukul 12.00 wib dan sore hari pukul 18.00 wib. Penghitungan Produktivitas primer dilakukan dengan menggunakan rumus: produktivitas primer kotor= (LB-DB)(1,375)
(1,2)t
Dengan LB= kandungan O2 akhir botol terang; DB= kandungan O2 akhir dalam botol gelap; 1,2= angka pembagi untuk prposes fotosintesis; 1,375= faktor konfersi dari pembentukan oksigen ke karbon dioksida yang digunakan; t= waktu inkubasi. Selain itu kepadatan plankton juga dihitung. Kepadatan plankton dapat diketahui dengan mengambil sampel air kemudian menfiksasi menggunakan larutan 4% formalin. Sampel dimasukkan kedalam Sedgwick rafter kemudian diamati dengan menggunakan mikroskop. Kepadatan plankton dihitung menggunakan rumus, densitas plankton= d x b/c individu/L , dengan d= jumlah
a
semua plankton; b= volume air dalam botol; c= volume sedgwick rafter; a= sampel air . Indeks diversitas plankton dapat dihitung dengan rumus: Plankton H = -∑Ni/N 2logNi/N
Hasil dan Pembahasan
1. Kolam
Tabel 1. Tabel produktivitas primer di kolam perikanan UGM
LOKASI WAKTU STASIUN NILAI PROPER
30 cm 50 cm
KOLAM 12.00 INLET 300 -12,5
OUTLET 31,25 72,9
18.00 INLET 105,11 21,02
OUTLET 14,2 13,64

Semakin dekat jarak suatu perairan dengan permukaan maka intensitas cahaya yang diterima semakin besar, sehingga fotosintesis akan berlangsung optimal dan menyebabkan nilai produktivitas primer menjadi lebih tinggi jika dibandingkan dengan perairan yang jauh dari permukaan (Odum, 1993). Hasil pengamatan yang dilakukan di kolam didapatkan bahwa pada kedalam 30 cm nilai proper lebih besar daripada kedalam 50 cm. Hal ini dikarenakan pada kedalaman yang dekat dengan permukaan intensitas cahaya yang tinggi sehingga plankton dapat dapat melakukan proses respirasi dan fotosintesis menyebabkan nilai produktivitas primer semakin meningkat. Selain itu pada pada kedalaman yang tinggi tekanannya akan meningkat sehingga kadar O2 nya menurun. Akibat penurunan kadar O2 yang rendah nilai produktivitas primer akan menurun. Inlet nilai produktivitas primer lebih besar dibandingkan dengan didaerah outlet. Hal ini dikarenakan inlet kualitas airnya cukup baik sehingga mendukung untuk proses fotosintesis dan respirasi mikroorganisme.
Hasil pengamatan pada pukul 12.00 wib lebih besar dibandingkan pada pukul 18.00 wib. Hal ini dikarenakan pada siang hari cahaya matahari cukup tinggi sehingga dapat membantu aktivitas fotosintesis oleh fitoplankton yang menghasilkan O2 yang tinggi. Nilai produktivitas primer pada siang hari di inlet dengan kedalaman 30 cm dan 50 cm masing-masing adalah 300 dan -12,5. Hasil ini lebih tinggi dibandingkan ditempat yang kedalamannya sama pada waktu sore hari yaitu 105,11 dan 21,02. Di daerah outlet pada waktu siang hari nilai produktivitas primer juga lebih tinggi dibandiingkan pada sore hari. Di siang hari pada kedalaman 30 cm nilai produktivitas primernya 31,25 dan pada kedalaman 50 cm nilai produktivitas primernya 72,9. Namun pada waktu sore hari nilai produktivitas primer menurun yaitu pada kedalaman 30 cm nilainya 14,2 dan kedalaman 50 cm nilaianya 13,64.
Hasil pengukuran mengenai densitas plankton didapat bahwa pada waktu siang hari nilainya tinggi dan pada waktu sore hari. Nilai densitas plankton pada waktu siang hari 630 mdf/L dan menurun disore hari dengan nilai 145,5 indf/L. Di siang hari nilai densitas meningkat karena pada siang hari intensitas cahaya yang masuk ke kolam lebih besar sehingga dapat membantu proses fotosintesis fitoplankton. Hasil fotosintesis ini berupa O2 yang juga dimanfaatkan oleh organisme lain seperti zooplankton unntuk respirasi dan metabolisme. Hasil yang sama juga terjadi pada diversitas plankton. Pada siang hari diversitas plankton menjadi 10 dan menurun pada sore hari menjadi 5. Hasil inini sama dengan nilai produktivitas primer dimanan disiang hari meningkat dan menurun pada waktu sore hari.
Kondisi produktivitas primer dikolam cukup baik hal ini terlihat dengan tingginya nilai proper. Aktivitas mikroorgaanisme perairan juga cukup normal. Di lihat dari hasil pengamatan ketika siang hari nilai produktivitas primer meningkat dan kemudian menurun pada waktu sore hari. Hasil ini sesuai dengan teori dimanan pada waktu siang hari kadar O2 tinggi sehingga produktivitas primer menjadi meningkat.
2. Danau
Tabel 2. Tabel produktivitas primer di danau lembah UGM
LOKASI WAKTU STASIUN NILAI PROPER
30 cm 50 cm
DANAU 12.00 INLET -16,67 104,17
OUTLET 25 12,5
18.00 INLET 46,88 42,48
OUTLET 0 3,4

Hasil pengmatan yang telah dilakukan pada kedalamn 30 cm dan 50 cm di inlet outlet hasilnya bahwa pada kedalaman 30 cm nilai produktivitas primernya lebih tinggi dari pada kedalaman 50 cm. Di daerah inlet nilai produktivitas primernya lebih tinggi daripada daerah outlet. Hal ini dikarenakan pada daerah inlet kualitas airnya cukup baik dan kandungan O2 nya cukup tinggi. Di daerah outlet produktivitas primernya rendah karena didaerah kualitas airnya rendah dan banyak mengandung kotoran sehingga O2 nya rendah dan berimbas pada penurunan produktivitas primer.
Hasil pengamatan pada waktu siang hari produktivitas primer lebih tinggi dibandingkan dengan sore hari. Seperti pada daerah ilet kedalaman 50 cm produktivitas primernya 104,17 lebih tinggi dibandingkan daerah sama pada waktu sore hari yaitu 42,48. Hasil yang sama juga terjadi pada daerah outlet di kedalaman 30 cm nilai produktivitas primernya disiang hari 25 dan menurun pada waktu sore hari yaitu 0. Di siang hari cahaya matahari yang masuk keperairan cukup tionggi sehingga dapat digunakan untuk menmbantu proses fotosintesis oleh fitopankton. Hasil O2 ini akan besar dan meniongkatkan produktivitas primer perairan tersebut.
Densitas plankton didaerah inlet pada waktu pagi hari 110 indv/L lalu meningkat pada siang hari yaitu 615 indv/L dan menurun pada sore hari menjadi 207,5 indv/L. Densitas tertinggi pada waktu siang hari hal ini dikarenakan di siang hari cahaya matahari tinggi sehingga membantu fitoplakton untuk fotosintesis. Densitas plankton di daerah outlet pad waktu soiang hari 157,5 indv/L dan menurun pada waktu sore hari menjadi 30 indv/L. Didaerah inlet densitasnya tinggi karena merupakan tempat masuknya air yang memiliki kualitas cukup baik dan kaya akan O2. Di daerah inlet inilah produktivitas primer akan lebih tinggi karena banyaknya mikroorganisme beraktivitas untuk fotosintesis maupun respirasi. Diversitas plankton juga lebih besar pada daerah inlet daripada daerah outlet. Diversitas planktonjuga lebih besar pada sore hari seperti disiang hari diversitas plankton 10 dan menurun pada sore hari menjadi 6.
3. Produktifitas primer kolam dan danau
Kondisi produktivitas di danau relaitf lebih kecil dari pada di kolam. Hal ini bisa di karenakan kondisi perairannya kurang baik karena perairannya mengalami pendangkalan dan kekeruhan meningkat. Hal ini akan berakiat pada kandungan O2 yang menjadi menurun. Debit air yang re;latif kecil pada daerah danau megakibatkan produktivitas primer menurun karena banyak mikroorganisme yang mati akibat lingkungan yang kurang mendukung.
Hasil pengamatan produktivitas primer di kolam dan danau didapatkan bahwa di kolam produktivitas primernya lebil tinggi dari pada di danau. Dilihat dari segi densitas dan diversitas pun di kolam densitas dan diversitasnya lebih tinggi daripada di danau.
Kesimpulan
Produktivitas di kolam lebih tinggi daripada produktivitas di danau. Produktivitas di kolam dan danau tertinggi terjadi pada pukul 12.00 wib. Semakin tinggi produktivitas primer suatu perairan maka semakin baik untuk mendukung kelangsungan hidup organisme didalamnya. Produktivitas primer sangat di perngaruhi oleh intensitas cahaya.







Daftar Pustaka
Brum, GD. Dan LK. McKane. 1989. Biology of Exploring Life. John Wiley & Sons Press. New York.
Hutabarat, S. 2000. Produktivitas Primer Perairan dan Plankton, Telaah Terhadap Ilmu Perikanan dan Kelautan. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.
Nybakken, James W. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Odum, Eugene P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Romimohtarto, K. dan Juwana S. 2001. Biologi Laut; Ilmu pengetahuan tentang Biota Laut. Djambatan. Jakarta.
Wetzel, Robert G. 1975. Limnology, Lake and River Ecosystem, 3th Edition. Sounders College. Philadelphia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar