WpMag

Kamis, 02 Juni 2011

BUNG KARNO, SOSOK TAK TERGANTIKAN DI INDONESIA

BUNG KARNO, SOSOK TAK TERGANTIKAN DI INDONESIA
Bung Karno, sosok di negeri ini yang tak tergantikan sampai saat ini. Proklamator Indonesia ini merupakan presiden pertama yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi. Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..
Bung Karno merupakan pendiri bangsa sekaligus orang yang sangat penting dalam berdirinya negara ini. Atas berkat jasa beliau dan para pahlawan, negeri ini berdiri dengan dasar yang sah yaitu Pancasila. Dasar negara yang lahir di negeri penuh keragaman ini. Pancasila sebagai dasar negara telah mewakili semua elemen dan berbagai lini masyarakat Indonesia. Dengan di bentuknya Pancasila sebagai dasar negara, keberagaman yang ada di negeri ini telah membaur menjadi satu yaitu Indonesia.
Sosok beliau sangat menginspirasi generasi muda, dan dengan pidato-pidato nasionalismenya telah membakar semangat para pemuda Indonesia. Pidatonya telah menyatukan tekad dalam mengusir para penjajah. Ada beberapa kutipan pidato bung Karno yang dapat membakar semangat kita semua sebagai pemuda.
“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)
“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)
“……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno)
Beberapa pidato bung Karno mampu mengingatkan kita akan perjuangan beliau dan semangat nasionalimenya. Pidato Bung Karno pada masa itu telah menyedot rakyat untuk menghadiri, atau bahkan sekedar mendengarkannya di radio. Pidato yang menggebu-gebu telah membangkitkan semangat perjuangan untuk melepaskan diri dari penjajah dan menjadi negara yang merdeka.
Jasa beliau tak sekedar memerdekakan negeri hingga seperti saat ini. Jauh dari itu, nama beliau terdengar di seluruh dunia lewat perannya sebagai salah satu pendiri gerakan non blok. Gerakan yang tak berpihak pada blok timur dan barat ini telah mengispirasi banyak negara. Gerakan ini dimulai dari rapat yang bertempat di bogor dan menghasilkan Dasa Sila Bandung, yang kemudian berkembang menjadi KTT Asia-Afrika. Selain itu beliau telah menginspirasi berbagai negara di Asia dan Afrika untuk bebas dari penjajahan bangsa asing.
Beliau juga sangat benci dan anti pada orang barat dan kebudayaan barat. Beliau juga sangat benci pada Malaysia yang pada saat itu menjadi anggota tidak tetap dewan keamanan PBB. Sehingga kebencian itu menyeruap menjadi perseteruan serumpun. Pidato beliau yang terkenal adalah mengenai “Ganyang Malaysia” telah mengobarkan semangat nasionalisme kebangsaan. Beliau mampu membakar semangat rakyat untuk tidak mau diremehkan oleh bangsa asing khususnya negara tetangga. Dipenjuru negeri semua rakyat menyerukan “Ganyang Malaysia” sebagai wujud kebencian dan pembelaan pada tanah air yang telah diremehkan oleh bangsa asing.
Mungkin saat ini sosok beliau sulit untuk digantikan. Beliau yang sangat cinta pada tanah air dan jiwa nasionalisme yang tinggi telah memberikan semangat pada kita. Beliau telah memberikan secuil harapan generasi pemuda untuk membangun negeri ini, Indonesia. Perjuangan beliau dan para pahlawan dalam membangun dan mendirikan negeri ini sangat besar dan bahkan tak dapat ditukar dengan apapun. Perjuangan tulus ihklas untuk kemerdekaan Indonesia. Perjuanagn sampai titik darah penghabisan telah mereka lakukan. Lantas apakah kita hanya diam diri dalam mengisi kemerdekaan saat ini. Negeri ini dibangun dengan keringat darah para pahlawan. Apakah kita hanya diam diri dan pasif dalam menjalani hidup ini???. Apakah kita tidak malu, kepada beliau dan para pahlawan???. Apakah kita tidak malu jika di katakan sebagai generasi muda yang lupa akan perjuangan para pahlawannya????
Jiwa nasionalisme beliau sangat tinggi dan patut untuk dicontoh oleh generasi muda saat ini. Beliau merupakan orang Indonesia yang membuat aku bangga lahir dinegeri ini. Ternyata negeri ini memiliki pemimpin yang hebat dan jiwa nasionalisme yang tinggi. Aku sangat kagum kepada beliau. Semoga, suatu saat nanti aku dapat memberikan yang terbaik untuk negeri ini, sebagai hormat ku pada beliau.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar