WpMag

Rabu, 08 Juni 2011

Prinsip Co-managemant Dalam Pengelolaan Sungai Citarum

Prinsip Co-managemant Dalam Pengelolaan Sungai Citarum


Sungai merupakan tempat air mengalir dari hulu ke hilir yang akan bermuara di laut. Sungai citarum merupakan sungai yang cukup besar dan terpanjang di Jawa Barat. Kondisi sungai citarum yang kian hari kian menurun mengakibatkan dampak yang sangat serius bagi kehidupan manusia. Masyarakat di sepanjang sungai citarum yang menggantungkan hidupnya dari sungai tersebut kini mulai terancam. Lahan pertanian kini mulai kekurangan air karena pendangkalan dan kini kualitas air yang masuk ke lahan pertanian mulai menurun sehingga bisa beraakibat pada kulitas hasil pertanian.
Kualitas air sungai Citarum yang kian hari kian menurun ini dapat disebabkan oleh limbah hasil indusitri. Limbah yang banyak mengandung fosfor ini sangat berbahaya dan akan menjadikan perairan kaya akan bahan organik. Ketika perairan mengalami penyuburan yang berlebih maka akan mengakibatkan banyaknya tumbuhan yang hidup. Seperti yang kita ketahuai di salah satu titik sungai Citarum mengalami eutrofikasi (penyuburan perairan). Eutrofikasi ini berdampak pada peledakan enceng gondok yang tak terkendali. Kemampuan enceng gondok untuk berkembang biak sangat cepat, sehingga tak heran sungai Citarum mulai disesaki oleh enceng gondok. Akibat yang sangat fatal adalah mayarakat yang ingin menyeberang sungai Citarum menjadi terhambat perjalanannya karena sungai tidak dapat dilewati yang disebabkan oleh padatnya enceng gondok.
Pengelolaan sungai citarum kembali sangat diperlukan dan bahkan harus segera dilaksanakan. Dalam kaitannya pengelolaan sungai citarum maka diperlukan peran serta masyarakat, swasta dan pemerintah. Pengelolaan sungai citarum bisa dilakukan dengan pendekatan co-managemant yang artinya pemerintah dan masyarakat berbagi tanggung jawab dan kewenangan dalam menjaga sumberdaya secara lokal (koeshendrajono,2007). Pemerintah sebagai intitusi yang sah diharapkan mampu mengkoordinasi dan memfasilitasi berbagai pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan sungai Citarum.
Peran pemerintah disini dapat sebagi pembuat regulasi bersamaan dengan masyarakat serta pihak swasta sehingga hasil dari perundangan tidak berpihak pada salah satu steakhoulder. Dengan menitik beratkan pada kesamaan keuntungan yang didapat dari sungai Citarum, maka akan didapat suatu aturan yang menguntungkan semua pihak. Namun regulasi yang dibuat harus selalu melihat dan memperhatikan kondisi lingkungan sehingga tujuan bersama dan kelangsungan sumberdaya tetap terjaga. Selain itu pendangkalan sungai Citarum yang kian meningkat harus segera dilakukan pengerukan. Pihak pemerintah yang memiliki fasilitas cukup diharapkan segera melakukan pengerukan guna mencegah pendangkalan yang kian meningkat.
Pihak swasta yang sering menjadikan sungai sebagi tempat pembuangan akhir limbah produksi diharapkan mulai mengelola limbah mereka dengan baik. Pengelolaan limbah yang intensif sebelum dibuang ke sungai akan mengurangi dampak pencemaran sungai. Selain itu dengan dibentuknya regulasi yang saling menguntungkan diharapkan mampu menekan pencemaran limbah di sungai Citarum.
Masyarakat yang sangat menggantungkan hidupannya dari sungai Citarum kini mulai terganggu dengan keadaan sungai yang kian memburuk. Kini masyarakat sulit untuk mendapatkan air yang berkualitas baik untuk keperluan rumah tangga maupun lahan pertanian. Masyarakat merupakan komponen penting dalam penyelamatan sungai Citarum, hal ini dikarenakan masyarakat adalah orang yang banyak memanfaatkan sungai Citarum. Disini peran masyarakat adalah menjaga kebersihan sungai Citarum dengan tidak membuang sampah maupun limbah ke sugai. Dengan terbentuknya regulasi baru maka diharapkan masyarakat mampu menerapkannya sehingga sungai Citarum dapat terselamatkan. Sosialisasi pemerintah juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnnya menjaga kebersihan.
Kita dapat memulai penyelamatan sungai Citarum dari yang terkecil dengan mengubah perilaku dan kebiasaan untuk menjaga kebersihan. Kita tengok sungai Code yang ada di Yogyakarta. Sungai yang membelah Yogyakarta ini cukup baik kualitas airnya dan bahkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan perikanan. Walaupun Sungai Code aliran airnya melewati kota, namun dengan pengelolaan yang baik dan kesadaraan masyarakat akan kebersihan maka sungai Code tetap terjaga airnya.
Ketika kita berada diatas Jembatan Code maka kita akan melihat indahnya rumah-rumah yang sedehana namun bersih dan rapi. Hal ini karena kesadaraan masyarakat yang tinggi serta peran pemerintah yang aktif. Pemerintah tak henti-hentinya mensosialisasikan akan pentingnya menjaga sungai agar tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kalau bukan sekarang kapan lagi untuk menyelamatkan sungai Citarum????. Kalau bukan kita siapa lagi yang menyelamatklan sungai Citarum????. Maka dari itu kita harus memulai menyelamatkan sungai Citarum agar dapat kembali seperti dulu. Sehingga kelak anak cucu kita dapat menikmati dan memanfatkan sungai Citarum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar