WpMag

Jumat, 03 Juni 2011

Peran Mahasiswa dengan Pemerintah dalam Pembangunan Daerah Bencana

Peran Mahasiswa dengan Pemerintah dalam Pembangunan Daerah Bencana

Benar sekali kata pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga. Mungki peribahasa itu tepat dengan yang kini tengah dihadapi oleh para saudara kita di negeri ini. Kini kita telah memasuki tahun 2011, tahun dimana kita dihadapkan oleh berbagai macam pekerjaan rumah. Di tahun kemarin, banyak sekali musibah menimpa negeri ini. Air bah yang meluluh lantahkan Wasior, tsunami di Mentawai, dan yang masih hangat meletusnya kembali gunung Merapi. Banyak korban berjatuhan, mulai anak-anak, orang dewasa, sampai lansia, serta ternak-ternak mereka.
Bencana yang menimpa negeri ini telah banyak menelan korban. Di wasior air bah telah meluluh lantahkan daerah tersebut dengan menelan banyak korban. Selain banyak korban, banyak juga bangunan dan fasilitas umum yang rusak, akibatnya kegiatan masyarakat berhenti total. Wasior belum berakhir, datang bencana yang hampir bersamaan yaitu tsunami di Mentawai dan meletusnya gunung Merapi di Yogyakarta. Tsunami setinggi 3 meter menyapu Kepulauan Mentawai pada Senin 25 oktober 2010. Korbanya pun tak sedikit, 108 orang di kabarkan tewas dan 502 orang dinyatakan hilang. Terakhir yang paling hangat adalah meletusnya kembali gunung Merapi. Setelah 2006 meletus dengan menelan puluhan korban, di tahun 2010 Merapi kembali meletus. Korbannya pun tak sedikit sekitar 80 orang meninggal dan banyak yang luka-luka akibat diterjang awan panas.
Banyak orang kini kehilangan sanak keluarganya, kehilangan harta benda juga rumah mereka. Kini mereka berada dalam kehidupan yang memprihatinkan, dengan memanfaatkan bentuan dari pemerintah dan para dermawan di negeri ini. Tak hayal perekonomian di daerah bencana pun menjadi terganggu. Rusaknya berbagai sumberdaya alam dan fasilitas umum mengakibatkan kebutuhan mereka sulit untuk terpenuhi. Disamping itu akses untuk menuju daerah bencana yang sulit dijangkau disebabkan medannya yang tidak mendukung. Seperti daerah Mentawi, pemerintah sulit menjangkau karena selain medannya yang berat juga cuaca yang tidak mendukung pada saat itu.
Perekonomian yang semrawut dan terganggu oleh bencana mengakibatkan harga kebutuhan pokok didaerah bencana menjadi melonjak tajam. Hal ini bisa dikarenakan banyaknya lahan yang gagal panen, serta sulitnya daerah bencana tersebut untuk diakses. Sehingga barang-barang dari luar daerah tidak dapat masuk dan kebutuhan akan barang tersebut menjadi meningkat. Tak hayal harganya pun menjadi melonjak tajam bahkan bisa sampai dua kali lipat harga semula.
Peran Pemerintah
Pembangunan kembali daerah yang terkena bencana merupakan suatu kewajiban bagi suatu negara, guna mengembalikan roda perekonomian di daerah bencana. Negara diharapkan mampu dalam mewujudkan Pembangunan infrastruktur, perekonomian, serta mental mereka. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan akan dapat mempercepat pembangunan perekonomian. Hubungan ini sangat jelas, ketika suatu daerah dengan infrastruktur yang memadai, maka perekonomian akan menjadi meningkat. Karena hal ini akan memberikan kepercayaan bagi investor dalam berinfestasi. Kita tengok saja didaerah dengan infrastruktur yang memadai, seperti Jakarta, Surabaya, Medan menunjukkan perekonomian mereka cukup baik. Upah minimum buruh di daerah-daerah maju cukup tinggi. Walaupun masih ada rakyat di daerah maju kini bergulat dalam lumpur kemiskinan. Peningkatan perekonomian dalam suatu daerah menunjukkan bahwa daerah tersebut telah berkembang dengan baik.
Pembangunan infrastruktur dan perekonomian tidak cukup untuk membangun suatu masyarakat korban bencana. Kini yang terpenting adalah pembangunan mental kepercayaan diri masyarakat yang terkena bencana. Tak dipungkiri lagi jika bencana ini menyisakan banyak kesedihan bagi mereka yang ditinggal orang-orang terdekat. Harta benda mereka hilang, rumah tak ada, inilah yang mengakibatkan mereka mulai mengalami krisis kepercayaan diri. Mereka mulai putus asa, karena tak punya apa-apa. Kini bagaimana kita dapat membangun mental mereka sehingga mampu bangkit dari keterpurukan akibat bencana ini. Pemerintah harus tanggap dengan itu semua.
Peran lain yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam membangun peekonomian daerah bencana adalah dengan memberikan modal tanpa bunga. Hal ini akan sangat membantu untuk memulai usaha mereka yang hancur. Disamping itu pemerintah dapat merealisasikan program peningkatan wirausahawan, dimana pelaku wiraswasta dinegeri ini cukup kecil. Peningkatan pelaku usaha ditingkat daerah diharapkan mampu mendongkrak perekonomian daerah tersebut. Pemberian pinjaman ini akan sia-sia ketika pemerintah tidak memberikan pendampingan dan pengawasam dalam setiap usaha yang masyarakat bangun. Pendampingan dan pengawasan ini akan dapat mengontrol dan meluruskan suatu masalah yang tengah dihadapi masyarakat dalam memulai usahanya. Seperti korban erupsi merapi, pemerintah diharapkan dapat memberikan modal tanpa bunga untuk memulai usaha mereka. Mayorita spenduduka daerah lereng merapi yang bermata pencaharian sebagi petani , seharusnya pemerintah mengucurkan dana untuk memulai pertanian mereka. Selain itu pemerintah juga harus memberikan pengawasan dan pendampingan sehingga kegiatan pertanian yang sebelumnya macet dapat berjalan kembali.
Peran Mahasiswa
Sebagai seorang mahasiswa kita sedapat mungkin menuangkan ide kreatif, inovatif untuk membangun daerah-daerah yang terkena bencana. Sumua itu merupakan keharusan dan wujudkan peran serta mahasiswa untuk membantu saudara kita yang menjadi korban bencana. Kewajiban ini telah tertulis dalam undang-undang pendidikan nasional No. 23 tahun 2003, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengedalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Dari undang-undang tersebut kita dapat memaknai bahwasanya tujuan pendidikan agar peserta didik dapat memberikan manfaat dalam suatu masyarakat. Ditengah masyarakat yang kini mengalami musibah kita harus dapat memberikan sumbangsih kita sesuai bidang yang kita dalami di perguruan tinggi.
Menurut Ridarmin S.Kom, M.Kom, secara umum mahasiswa menyandang tiga fungsi strategis, yaitu sebagai penyampai kebenaran (agent of social control), sebagai agen perubahan (agent of change), dan sebagai generasi penerus masa depan (iron stock). Mahasiswa diharapkan mampu menyampaikan kebenaran-benaran ketika kejahatan dan kebohongan merajalela. Kebohongan para pejabat pemerintah harus dapat dibongkar dan menunjukkan kebenaran yang sejatinya.
Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agent of change, dimana dapat memberikan perubahan bagi bangsa ini. Tak sekedar demonstrasi, turun kejalan, meneriakkan kebenaran, namun kini yang terpenting mampu memberikan kontribusi yang nyata ketika saudara setanah air mendapatkan musibah. Memang perlu demonstrasi untuk menggugat pemerintah, menagih janji-janji madunya kepada rakyat, namun banyak di sudut negeri ini saudara kita yang membutuhkan bantuan. Perubahan yang mampu mengantarkan mereka bangkit dari kerterpurukan akibat bencana.
Sebagai generasi penerus masa depan mahasiswa diharapkan mampu mewujudkan cita-cita bangsa dan meneruskan perjuangan para pahlawan. Salah satu cita-cita bangsa ini adalah menjadi bangsa yang makmur bebas dari segala bentuk penjajahan. Ditengah bencana yang melanda negeri ini mahasiswa diharapkan mampu peran aktif dalam pembangunan kembali daerah yang terkena bencana. Pembangunan ini dapat disesuaikan dengan bidang masing-masing
Bantuan secara materil sangat diperlukan namun harus dibarengi dengan bantuan imateril. Bantuan materil ini akan meringankan beban hidup para korban benca dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun dilain pihak bantuan materil yang terus-menerus malah berdampak buruk bagi masyarakat itu sendiri. Rakyat menjadi manja dan tidak mau berbuat untuk kembali membangun perekonomian mereka karena sudah dicukupi oleh negara. Bantuan imateril dapat berupa pendidikan bagi saudara kita, yang mungkin mereka tidak dapat mengakses pendidikan karena rusaknya fasilitas umum. Pendampingan dalam menghadapi musibah ini sangat perlu dilakukan oleh mahasiswa guna memberikan suport bagi mereka.
Peran Pemerintah dan Mahasiswa
Sebenarnya akibat bencana dapat diselesaikan secara cepat deengan menggabungkan peran pemeirntah dengan mahasiswa. Pemerintah berperan dalam penyediaan fasilitas sesuai keperluan yang akan direncanakan sedangkan mahasiswa dapat menuangkan ide kreatif, inovatif sesuai bidangnya.
Peran pemerintah dengan mhasiswa dalam menganani daerah bencana dapat berjalan sinergi. Pemerintah diharapkan memberikan fasilitas dalam pembangunan daerah bencana. Pemberian fasilitas ini bisa berupa pendanaan dalam membangun daerah bencana. Mahasiswa dapat berperan dengan memberikan konsep pembangunan sesuai dengan ilmu yang didapatkannya di perguruan tinggi. Konsep-konsep ini akan dapat memudahkan pemerintah dalam membangun daerah bencana.
Khusunya untuk bidang perikanan mahasiwa dapat memberikan gambaran bagaimana pembangunan sentral perikanan di daerah bencana dengan memanfaatkan lahan yang tersedia. Sedangkan pemerintah dan mahasiswa turun tangan langsung di lapangan sehingga apa yang kita harapkan dapat segera terwujud dan bukan sebuah angan-angan di kepala belaka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar