WpMag

Senin, 15 Juni 2015

DIUNGKAPKAN ATAU DIAM

DIUNGKAPKAN ATAU DIAM

Belum tentu semua yang ada dihati itu diungkapkan. Apalagi harus di umbar lewat facebook, twitter, bbm, maupun sosial media lain. Bukankah yang ada dihati itu sangat spesial. Barangkali jika nanti diumbar banyak orang tau. Jangan-jangan nanti mereka iri lagi.

Sesuatu yang belum pernah dikatakan, bukan berarti nanti tidak dikatakan. Ada waktu yang tepat kapan untuk mengatakannya kapan untuk diam dan menyimpannya. Bukankah mengikuti dan menerima takdir Tuhan adalah jalan terbaik.

Menunggu ia datang, atau mengejar ia yang berada jauh?. Bukankah menunggu dengan cara  memperbaiki diri dan terus yakin akan sebuah pilihan Tuhan adalah jalan yang terbaik. Apakah harus mengejar, namun ia yang dikejar belum tentu terbaik yang diberikan Tuhan. Atau jangan-jangan yang dikejar malah menjauh. Apakah tidak melelahkan?.

Walaupun tidak bilang, itu tetap cinta bukan?. Bukankah cinta itu ada dihati?. Kenapa dipaksakan hingga menenggelamkan perasaan. Kenapa dituruti dibiarkan perasaan hingga meluber kesemua penjuru. Bahkan di media sosial pun tak luput dari luberan perasaan tersebut.

Ada waktu yang tepat kapan diungkapkan kapan untuk ditahan. Walaupun rindu itu menyakitkan dan melelahkan, bukankan rindu itu juga teramat indah jika diolah dengan cara yang bijak. Biarkan  waktu yang menjawab perjumpaan sembari terus berjuang memperbaiki diri yang masih kurang. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar