WpMag

Rabu, 10 Juni 2015

MALAM


MALAM


Malam selalu menyajikan kisahnya. Malam, waktu siang telah terlewati. Malam dengan gelap dan cahaya bulan. Seringkali malam inilah yang melantunkan lagu kedamaian. Bait demi bait tersajikan untuk mengisi kesendirian. Bising kendaraan mulai lenyap, suara hewan malam berdengung dan cahaya bulan menjadi saksi akan suatu perjumpaan.

Sering kali ada cerita dibalik malam. Ada canda tawa terbit dibalik gelap malam. Menghapuskan setiap kesedihan yang datang. Menggantikan dengan suka cita dan kedamaian. Entah apakah malam, atau engkau yang datang, yang pasti selalu ada semangat baru untuk hari esok.

Engkau yang duduk disana sembari menikmati secangkir coklat panas dan aku masih asik disini menanti perbincangan. Akhirnya, obrolanpun datang. Selalu ada cara untuk memulainya. Mengenai kesibukan hari ini, sampai hal remeh temeh yang tak penting. Namun itulah yang memcairkan suasana. Setelah seharian sibuk dengan kegiatan masing-masing kita bercanda dalam ruang berbeda.

Obrolan kadang sampai dini hari dan aku tak menyadari bahwa kau telah hilang. Ditelan pagi yang telah datang. Aku masih duduk, menyaksikan bulan tengah tersenyum pada dunia. Kubiarkan mata ini untuk menyaksikannya. Tubuh ini tak memperdulikan walau waktu terus berjalan. Menikmati malam, merajut kedamaian.


Biarkanlah malam ini selau datang. Dan kutunggu engkau di sudut ruangan. Menyaksikan bulan, mendengarkan hewan malam dan menunggu obrolan itu datang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar