WpMag

Sabtu, 20 Juni 2015

MELIHAT SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA

MELIHAT SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA



sumber : dianloves.me
Sistem pendidikan kita membentuk suatu karakter yang menarik jika diamati. Sistem pendidikan di negeri ini masih mengedepankan penilaan kuantitatif. Setiap pelajaran dinilai dengan angka. Setiap pelajaran memiliki batas standar minimun angka yang harus dicapai. Hal ini membuat pelajar terbebani dan memaksa untuk dapat melampaui angka standar minimun. Jika tidak, mereka akan tinggal kelas dan mengulangi ditahun berkutnya.

 Pendidikan di negeri ini masih memberikan porsi besar pada penilaian kuantitatif membuat pelajar saling bersaing. Seolah mereka yang memiliki nilai tinggi dari semua pelajaran adalah anak pintar. Akibatnya mereka yang memiliki kemampuan dibawah rata-rata pada suatu mata pelajaran akan mereasa minder. Hal ini membuat pelajar terbebani dengan angka standar minimum.

Sering kali kita lupa bahwa ada hal lain yang lebih penting untuk diperhatikan ketimbang memberikan penilaian secara kuantitatif. Seperti contoh, setiap manusia diberikan kemampuan mayor dan minor masih-masing. Mereka memiliki kemampuan yang spesifik pada salah satu bidang namun kurang baik di bidang lain. Ada anak yang cukup baik pemahamannya dibidang matematika namun kurang begitu paham ketika pelajaran IPA begitu juga sebaliknya.

Perlu dilakukan perbaikan sistem pendidikan di negeri ini untuk memberikan pemahaman kepada pelajar bahwasanya pendidikan tidak hanya dilihat dari angka yang didapat. Naik tidaknya pelajar tidak dilihat dari angka yang didapat ketika ujian. Namun lebih dari itu, ada kemampuan yang perlu dikembangkan pada masing-masing pelajar sehingga bakat mereka dapat tersalurkan pada setiap bidang yang ingin digeluti.
Standarisasi terhadap angka minimum memang bagus, namun alangkah bagusnya jika tidak diberikan patokan angka minimun. Harapannya agar pelajar tak terbebani dengan angka-angka tersebut. Mereka dapat dengan leluasa mengembangkan diri mereka sesuai dengan cita-citanya.

Solusi yang mungkin dapat diterapkan untuk penilaian adalah tidak dengan angka-angka standar. Namun lebih dari itu, diberikan suatu penjelasan terhadap pelajar bahwa seberapa jauh pemahhaman mereka terhadap mata pelajaran. Tidak menyudutkan siswa dengan angka yang rendah, namun lebih memberikan dorongan dan motivasi berupa kalimat dalam setiap penilaian mata pelajaran.


Semoga saja sistem pendidikan di negeri ini menjadi lebih. Sehingga cita-cita pendahulu untuk mencerdaskan segenap bangsa dapat tercapai. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar