WpMag

Kamis, 04 Juni 2015

PANCASILA, IDEOLOGI DAN JALAN HIDUP BERBANGSA

PANCASILA, IDEOLOGI DAN JALAN HIDUP BERBANGSA

Hari ini, bangsa kita dihadapkan pada peperangan ideologi. Memang, untuk saat ini ideologi kapitalis masih dominan di negeri ini. Semua lini kehidupan tak terlepas dari peran kapitalisme dalam segala sendi. Kita kehilangan jati diri bangsa. Seiring memudarnya kesadaran mengenai ideologi yang dimiliki oleng bangsa sendiri. Kita terlalu membanggakan ideologi yang katanya sebuah simbol kemajuan zaman.

Sudah saatnya kita merunangkan mengenai Bangsa ini. Kita menyisihkan waktu sebentar untuk sedikit uzlah dari hirup pikuk dunia. Menyelami makna dan memahami setiap apa yang terjadi selama ini. Kapitalis yang notabene merupakan simbol kemajuan zaman harus di dekontruksi. Kapitalis menjadikan kita sebagai bangsa yang pesimis. Kita selalu mengangungkan peradaban barat. Kita merasa bahwa semua yang berasal dari barat baik diterapkan di Negara ini. Simbol kemajuan zaman dan peradaban. Bukankah sudah selayaknya kita merenungkan ini semua. Bukankah peradaban yang dibangun dari ideologi kapitalis telah membentuk kita menjadi manusia hedon. Kita menjadi konsumen yang tak puas dengan segala kemajuan. Selalu ingin mengejar ketertinggalan dari Negara Barat. Kita mulai kehilangan jati diri bangsa.

Marilah sejenak kita merenung. Menggali makana yang ada dan dimiliki oleh bangsa sendiri. Bukankah kejayaan Sriwijaya, Majapahit dan berbagai kerajaan di Nusantara telah menjadi bukti bahwa kita bangsa yang hebat. Sriwijaya dengan Negara maritimnya, Majapahit dengan sistem “persemakmurannya” apakah kurang menjadi bukti bahwa kita adalah bangsa yang besar. Kita dapat menggali lebih dalam mengenai jati diri bangsa dengan sejenak menyelami kehidupan masa lampau.
Bukankah Bung Karno telah merumuskan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Pancasila yang telah di gali dari kearifan dan kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Mengkerucutkan Pancasila, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa “Gotong Royong” lah inti dari ideologi yang dimiliki bangsa ini. Kita adalah bangsa yang besar. Kita memiliki pijakan yang kuat untuk merubah dunia. Menjadikan Pancasila sebagai pijakan dan cara hidup berbangsa. Pancasila yang merupakan kemaslahatan hidup berbangsa.


Tak ada di dunia ini yang memiliki ideologi seperti bangsa kita. Namun, saat ini Pancasila sedang tertidur lelap. Menikmati dan terlena oleh ideologi yang katanya simbol kemajuan zaman. Marilah kita bangunkan Pancasila yang sudah setengah abad ini tertidur. Membangunkan Pancasila dari dalam diri kita. Merefleksikan Pancasila untuk kehidupan berbangsa. Sehingga, harapan dari para founding father akan sebuah peradaban yang mengedepankan kesejahteraan, kebersamaan dan kemaslahatan dunia dapat tercapai. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar