WpMag

Selasa, 06 Maret 2012

CINTA DAN HUJAN


CINTA DAN HUJAN
Hujan itu adalah cinta dan cinta itu adalah hujan. Hujan adalah cinta Tuhan kepada mahkluknya. Cinta dan kasih sayang Tuhan kepada semua mahkluk. Dengan hujan dibangunkannya tanah yang kering. Ditumbuhkannya tanaman. Dikuaatkannya hewan untuk bertahan. Sementara cinta itu adalah hujan. Disitulah proses cinta itu belangsung. Disitulah cinta itu tumbuh, berkembang dan merdeka. Cahaya matahari yang jatuh kepermukaan air, akan menguapkannya untuk diangkat ke langit. Itulah yang dinamakan dengan proses awal. Cinta juga begitu, memiliki kekuatan yang besar pada awal untuk mendapatkannya. Kuakatan yang besar itu mampu menaikan atau menumbuhkan rasa cinta itu. uap air yang berada di langit akan saling bergesekan dan melakukan interaksi. Disitupula kadang petir itu muncul. Begitu juga cinta, ketika ia menyatu kadang ada gesekan, rasa cemburu, yang mengakibatkan hubungan itu ratak. Namun jika direnungkan sebenarnya itulah proses bangunan cinta. Ia tumbuh dengan gesekan dan besar dengan petir dan kritikan orang. Jika ia bertahan dan kuat dalam menjalani itu semua maka akan menurunkan butiran hujan yang membasahi bumi. Begitu juga cinta jika ia dapat dipertahankan dalam kondisi tersebut maka ia akan semakin bermakna dan memberikan sebuah harapan dimasa akan datang. Butiran hujan itu menyuburkan tanaman, memberikan penghidupan bagi hewan dan manusia. Begitu juga cinta, ia akan mampu memberikan kebaikan bagi sesama. Memberikan kebaikan bagi yang berada didekatnya. Jika hujan telah selesai, maka disenja yang cerah itu pelangi akan muncul dengan cahaya indahnya. Memberikan sebuah pemandangan yang indah bagi manusia. Begitu juga cinta, ketika semua proses itu telah dilalui maka tahap akhir akan dirasakan. Itulah sindah-indahnya cinta. Sebahagia-bahagianya cinta. Jika butiran hujan dapat termanifestasikan dalam sebuah pelangi namun cinta tak dapat dilukiskan hanya dapat dirasakan bagi yang merasainya.
Akhirnya aku, diriku, dirimu, dirinya, diri siapa saja. Mereka, kita, dan semuanya. Akan merasakan, meraba, dan menikmati cinta itu…semoga itu terjadi dan bukan imajinasi atau khayalan fiktif belaka. Namun, semua itu berawal dari mimpi. Maka bermimpilah, namun jangan lupa untuk bangun dari mimpi itu….jangan lama-lama mimpinya ya…hehehe

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar