WpMag

Selasa, 20 Maret 2012

PENCEGAHAN DINI HIV/AIDS



PENCEGAHAN DINI HIV/AIDS
HIV Logo 
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Sedangkan AIDS adalah singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome. AIDS muncul setelah virus (HIV) menyerang sistem kekebalan tubuh kita selama lima hingga sepuluh tahun atau lebih. Sistem kekebalan tubuh menjadi lemah, dan satu atau lebih penyakit dapat timbul. Virus HIV dapat menular dengan adanya hubungan sex bebas, penggunaan jarum suntik yang sembarangan, transfus darah maupun dari keturunan. Virus HIV sangat berbahaya dikarenakan menyerang system kekebalan tubuh manusia. Virus ini reaksinya akan muncul cukup lama dan membutuhkan waktu 5-10 tahun untuk dapat muncul.
Sampai saat ini obat yang mampu menyembuhkan penyakit HIV/AIDS belum ditemukan. Terdapat berepa obat yang mampu menekan pertumbuhan Virus tersbut. Dengan melakukan pengobatan yang rutin maka Virus dapat ditekan. Namun jika pengobatan yang dilakukan tidak rutin malah akan berbahaya karena virus menjadi kebal oleh obat tersebut.
Sampai saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh dunia meningkat jumlahnya hingga mencapai 5,2 juta jiwa. Padahal pada tahun lalu, jumlahnya hanya 1,2 juta jiwa saja. Di Indonesia sendiri jumlah penderita HIV/ AIDS cukup banyak. Pada pertengahan 2011 dilaporkan terdapat 2001 kasus dari 59 kabupaten/kotata dari 19 provinsi. Sedangkan jumlah total baru kasus HIV/AIDS positif mencapai 6087orang. Kasus yang terbanyak menimpa kaum laki-laki dengan perbandingan 2:1 dengan perempuan. Dan proporsi kasus HIV/AIDS tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahun dengan 36,45%, kelompok umur 30-39 tahun 34,5%, dan kelompok 40-49 tahun 13, 3 %.
Berdasarkan data tersebut maka dapat diketahui bahwasanya usia produktif dan remaja sangat rentan terserang HIV/AIDS. Hal ini dikarenakan adanya pola pergaulan yang salah ditambah  tingkat emosional remaja yang masih labil. Pola pregaulan yang salah akan membuat remaja nekad dalam setiap tindakannya sehingga ia tidak tahu mana yang baik dan tidak baik bagi dirinya. Ditambah lagi tingkat emosional yang labil akan mempengaruhi sikap remaja. Mereka akan bertindak gegabah. Akibat yang sangat fatal para remaja tak menghiraukan bahaya dari tindakannya yang terlihat baik namun sangat fatal akibatnya dikemudian hari.
Maka dari itu tindakan dini dalam mencegah bahaya HIV/AIDS sangat diwajibkan. Karena dengan melakukan tindakan dini berupa pencegahan akan sangat membantu khususnya para remaja untuk memikirkan ulang tindakannya. Tindakan dini dalam pencegahan adalah berupa penyuluhan bahaya HIV. Penyuluhan ini bisa di lakukan di sekolah-sekolah, lingkungan masyarakat atau tempat umum. Penyuluhan ini tidak hanya membebankan pada pemerintah, namun selayaknya pemerintah melakukan kerjasama dengan pihak terkait seperti sekolah, pengurus desa, maupun dinas lain untuk melakukan penyuluhan. Selain itu sebaiknya di lingkungan sekolah bahaya HIV/AIDS ini dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Bersamaan dengan beberapa penyakit masyarakat seperti narkoba, tindak criminal serta HIV/AIDS dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Tujuannya untuk memberikan wawasan kepada siswa tentang bahaya berbagai kegiatan tersebut. Tidak hanya dengan melakukan penyuluhan, sebaiknya juga dibuatkan sebuah poster yang berisi bahayanya HIV/AIDS bagi manusia. Poster-poster itu dapat dipasang di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat dan yang pasti ditempat-tempat umum.
Namun yang terpenting ketika kita berhadapan dengan masyarakat yang terkena HIV/AIDS kita tidak mengucilkannya. Karena dengan tindakan mengucilkan akan menambah berat beban mereka dalam hidup. Dengan memandang bahwa mereka adalah saudara kita yang memiliki hak yang sama dalam setiap tindakan akan menjadikan mereka lebih kuat dalam menjalini hidup ini.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar