WpMag

Kamis, 12 Juli 2012

CATATAN KERJA LAPANGAN


CATATAN KERJA LAPANGAN


9 Juli 2012

Hari pertama menginjakkan kaki di Subang tepatnya di balai penelitian Sukamandi penuh dengan kejutan. Perjalanan kami untuk samapi di kota ini terlalu melelahkan. Banyak kejadian-kejadian tak terduga muncul mengiringi setiap langkah kaki ini. awalnya kami akan melakukan perjalanan hari senin sesuai rencana awal. Apalah daya, ketika 4 orang petok bertemu dan mengandalakan yang lain, akhirnya tak ada keputusan dan pada titik akhir kami tak mendapatkan tiket bes. Sudah sampai di terminal giwangan dengan perjalan  panjang akhirnya tak mendapatkan tiket. Ah, kesel juga sih. Belum samapi disitu lo, si Senu dan John malah ditinggal adiknya yang nganter. Bener juga kata peribahasa, “ sudah jatuh tertimpa tangga”
Perjalanan untuk kesubang pun dialihkan ke kereta api. Langsung aku meluncur ke stasiun lempuyangan. Tiba disana, aku langsung berlari menuju loket, seolah seperti film di TV-TV itu, atau kayak film di FTV yang lebai itu. sungguh nafasku engos-engosan untuk samapi di loket. Jit……tibalah aku didepan loket stasiun.
“mas kereta ke Bandung hari ini ada yang masih kosong”
“kalau hari ini penuh semua mas, ada yang kosong mulai tanggal 18 Juli”. Jawabnya dengan sedikit senyum. Ia tak tahu aku, padahal lagi menghadapi masalah yang besar.
“kalau yang bisnis mas?”
“kalau disini ekonomi semua mas, kalau bisnis di stasiun Tugu. Mas kesana aja mas”
“terimakasih.
Sudah, tak ada jalan lain kecuali untuk langsung ke Tugu. Montor bebek itu melaju dengan kencang, menerobos jalan perkotaan. Untukng saja gak rewel montornya jadi cepet nyampek di stasiun Tugu. Di Stasiun Tugu, aku bingun. Berjalan kesana kemari seperti setrika. Gak berhenti-berhenti.  Tak ada pilihan lain, papan pengumuman bukn menjadi solusi untuk hari ini. bertanya…bertanya…bertanya adalah solusi. Namun sebelum bertanya di depan loket, sudah ada pengumuman. Seakan itu pengumuman tahu kalau aku bakal datang. jadi ia tak mengizinkanku. Pengumuman itu berbunyi dengan lantang “ tiket kereta bisnis dan ekskutif jurusan bandung telah habis alias ludes”
Sudah,,,….sudah….hanya satu sekarang, mengurungkan niat untuk ke Subang. Biarin pihak balai menunggu. Apalah daya kalau memang gak ada transfortasi yang mengantarkan kesana. Hanya ini satu-satunya mengurungkan niat ke Subang.
Kamipun pulang dengan tangan hampa. Ditemani dinginnya malam kota jogja ia seakan menertawai kami yang sok-sok an itu. sok tahu, sok berani dan sok nekad. Malah ini hasilnya, kandas ditengah jalan. Memang hidup itu berat. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar